Ahmad Baidowi: Bagaimana Cara Menghadapi Learning Culture?

Ahmad Baidowi: Bagaimana Cara Menghadapi Learning Culture?

SahabatGuru – Berkolaborasi bersama Pemkab Bengkulu Utara, SahabatGuru kembali hadir menyapa daerah dengan topik “Pergeseran Paradigma Guru Menghadapi Tantangan Transformasi Digital di Bidang Pendidikan ”. Webinar ini menghadirkan narasumber nasional salah satunya yaitu Ahmad Baidowi AR, yang merupakan Pakar Pendidikan, hadir sebagai narasumber webinar SabahatGuru siang ini (16/9).

Indonesia telah merdeka selama 76 tahun. Pencapaian tersebut bukanlah hasil yang dilakukan dengan tanpa perjuangan. Seperti halnya dalam menciptakan kemerdekaan, dalam menciptakan sebuah budaya belajar memerlukan adanya perjuangan. Pembentukan adanya lingkungan belajar di Indonesia perlu upaya yang optimal baik dari guru maupun siswa. Jadi, jika saat ini mengalami berbagai kendala, bisa jadi equal dengan karakter pendidik dan peserta didik belum terbentuk dengan baik. Kalau reading culture saja belum terbentuk, bagaimana mengahadapi learning culture?

Itulah yang disampaikan Pakar Pendidikan Baidowi memberikan pengantar webinar.

Baidowi menyampaikan bahwa minat baca guru masih lemas-lemas, perguruan tinggi yang menghasilkan jurnal-jurnal ilmiah dengan sebegitu banyak. Artinya menandakan bahwa reading culture tidak diikuti writing cuture. Dengan kebiasaan membaca dan menulis yang belum terbentuk, tiba-tiba datang lagi sebuah pengalaman yang luar biasa. Kita seakan-akan melompat. Pandemi seakan menjadi percepatan bagi pendidik di Indonesia yang "memaksa" melek digital.

Era baru ini, betul-betul membentuk karakter baru yang disebut dengan digital culture. Belajar secara digital itu bagi sebagian pendidik bisa menjadi sebuah hal baru dan kebiasaan baru yang perlu dijajaki untuk keberlangsungan proses pembelajaran.

Digital Learning Trends membantu pendidik untuk mendapatkan bahan bacaan yang berlimpah. Microsoft Office 365 itu sangat membantu pendidik untuk mengembangkan beragam classroom yang bisa pendidik gunakan. Jadi jangan harap misalkan pola belajar itu akan membosankan, bahkan dengan berbagai teknologi yang ada saat ini akan membantu pembelajaran lebih menyenangkan. Ada banyak sekali yang bisa digunakan untuk aktivitas pembelajaran secara interaktif dengan anak didik.

Belajar mengajar secara daring tentu akan membuat pendidik lebih mengasah kemampuan mengajar untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih menyenangkan. Hal ini diharapkan dapat memunculkan berbagai inovasi pembelajaran di era pembelajaran daring. Selain itu, guru dapat melakukan evaluasi terkait efektivitas gaya mengajar dan belajar siswa melalui pendekatan pembelajaran dengan peserta didik.

Terus berinovasi seluruh guru di tanah air!