Kembangkan Industri Produk Kulit di Magetan, BPSDMI Buka Program Setara Diploma Satu berbasis Komiditi Unggulan Daerah

Magetan — Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kementerian Perindustrian melalui salah satu unit pendidikannya, Politeknik ATK Yogyakarta secara resmi membuka Program Pendidikan Setara Diploma satu Pengolahan Produk Kulit di Kabupaten Magetan, Jawa Timur.
Program ini merupakan kerjasama Kemenperin dengan Pemerintah Kabupaten Magetan dalam rangka mendorong pertumbuhan industri produk kulit. Magetan selama ini dikenal sebagai sentra pengolahan industri kulit yang memasok kulit dan produk kulit ke wilayah Jawa dan sekitarnya.


Kementerian Perindustrian menyatakan bahwa industri penyamakan kulit pada akhir 2020 akan tumbuh maksimal 1 persen dari realisasi 2019 dan diramalkan akan terus tumbuh positif dibarengi dengan penanganan pandemi Covid-19 yang semakin baik.


Berdasarkan data Kemenperin, industri penyamakan kulit nasional dapat memproduksi 23,5 juta lembar atau 250.000 kaki persegi kulit jadi. Namun, ketersediaan kulit mentah lokal hanya 4,8 juta lembar. Alhasil, ada defisit bahan baku lebih dari 18 juta lembar kulit mentah. Secara terperinci, industri kulit berukuran besar masih defisit bahan baku sekitar 2,3 juta lembar, sedangkan industri kulit berukuran kecil mencapai 16,3 juta lembar.

Jadi, sungguh tepat program penguatan industri berbasis komiditi unggulan daerah melalui program pendidikan vokasi ini diselenggarakan berkerjasama dengan pemerintah daerah.

Menurut Kepala BPSDMI Arus Gunawan, Pendidikan Setara Diploma 1 ini merupakan wujud Link and Match dengan industri dan bersifat Tailor Made, yakni sesuai dengan kebutuhan industri yang diselenggarakan selama 1 tahun dan lulusannya langsung diserap bekerja di industri.


Arus menjelaskan bahwa salah satu tujuan dari program ini adalah untuk mendorong kewirausahaan di daerah tersebut.
"Khusus program dengan pemerintah daerah Magetan ini, kami berharap dapat mendorong munculnya wirausaha baru di bidang pengolahan produk kulit di Kabupaten Magetan," tambah Arus
Seleksi penerimaan mahasiswa baru program Setara Diploma Satu Politeknik ATK Yogyakarta di Magetan telah berlangsung bulan Januari hingga Februari 2021 lalu dengan hasil mahasiswa yang diterima sejumlah 37 mahasiswa.


Bupati Magetan Suprawoto mengatakan penyelenggaraan pendidikan setara Diploma Satu dengan Politeknik ATK Yogyakarta di Magetan bertujuan untuk memajukan industri kulit di Magetan. "Dengan membuka Program Pendidikan Setara D-I Pengolahan Produk Kulit Politeknik ATK Yogyakarta di Magetan juga harapannya dapat membuat persebaran perguruan tinggi di Jawa Timur bagian barat makin merata," ujar Suprawoto.
 

Program Pendidikan Setara D-1 ini didukung oleh dosen tetap dan tidak tetap Politeknik ATK Yogyakarta, praktisi dan akademisi dari perguruan tinggi lain, serta tim pengajar dari Pemerintah Kabupaten Magetan.


Lalu di akhir masa perkuliahan nanti, mahasiswa akan mengikuti program magang di industri, baik industri produk kulit maupun alas kaki.


GW, TW

© Copyright 2021. Sahabatguru.com