Pembelajaran Berbasis STEM Untuk Akselerasi Pengembangan Kompetensi dI Satuan Pendidikan

Pembelajaran STEM memperlihatkan kepada peserta didik bagaimana konsep-konsep, prinsip-prinsip sains, teknologi, rekayasa, dan matematika digunakan secara terintegrasi untuk mengembangkan produk, proses, dan sistem yang memberikan manfaat untuk kehidupan manusia

Pembelajaran Berbasis STEM Untuk Akselerasi Pengembangan Kompetensi dI Satuan Pendidikan

sahabatguru.com. Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Kependidikan Ilmu Pengetahuan Alam (P4TK IPA), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) menggelar Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) Education Leadership yang bekerjasama dengan National Institute of Education, Singapura. Acara ini bertujuan untuk mengembangkan komunitas sains di satuan pendidikan.


 “Pembelajaran STEM memperlihatkan kepada peserta didik bagaimana konsep-konsep, prinsip-prinsip sains, teknologi, rekayasa, dan matematika digunakan secara terintegrasi untuk mengembangkan produk, proses, dan sistem yang memberikan manfaat untuk kehidupan manusia,” ujarnya Direktur  Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjan GTK), Iwan Syahril. Menurutnya STEM adalah salah satu pendekatan pembelajaran yang dapat mengakomodir karakteristik pembelajaran abad ke-21/ 

Saat ini ada 20 sekolah di kota/kabupaten terpilih di Indonesia yang menjadi nuclei school atau sekolah percontohan. “Pendampingan akan dilakukan dalam empat siklus sepanjang Maret hingga April 2022 secara hibrida dengan pendamping yang telah dilatih oleh P4TK IPA dan pengamat (observer) dari unsur Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) setempat serta pihak National Institute of Education (NIE) Singapura,” jelasnya Kepala P4TK IPA, Enang Ahmadi

Sementara itu Kepala Subpokja Kerjasama Luar Negeri P4TK IPA, Lili Indarti menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu di antara rangkaian kegiatan yang telah diagendakan sebelumnya.  Ia berharap nantinya para guru memperoleh pemahaman penerapan pembelajaran yang meningkatkan kompetensi abad 21 bagi siswa.  Selain itu, kegiatan ini menjadi bentuk diseminasi nuclei school kepada satuan pendidikan lainnya yang merupakan bentuk dari kepemimpinan pembelajaran.

Salah satu lokasi nuclei school terpilih di Cimahi, Jawa Barat yaitu Sekolah Mengah Pertama Islam Terpadu (SMPIT) Nur Al Rahman.   "Kami merasa bangga sekolah kami meski usia operasionalnya baru dimulai tahun 2019, namun terpilih sebagai nuclei school,” ujar Kepala SMPIT Nur Al Rahman, Jarwo saat meninjau pelaksanaan gerakan kelas terbuka.***