Apkasi-Diktiristek Berkolaborasi Tingkatkan Indeks Pembangunan SDM Daerah Melalui Kedaireka

Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) berrkolaborasi bersama Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Ditjen Diktiristek) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi kembali mengadakan sosialisasi program Matching Fund-Kedaireka gelombang keempat pada Selasa (31/5).

Apkasi-Diktiristek Berkolaborasi Tingkatkan Indeks Pembangunan SDM Daerah Melalui Kedaireka
Sosialisasi Program Kedaireka Dikti-Apkasi.

Sahabatguru.com  Ketua Umum Apkasi Sutan Riska Tuanku Kerajaan melalui Koordinator Wilayah Sumatera Utara Apkasi, Darma Wijaya menyambut baik program kolaborasi Ditjen Diktiristek melalui platform Kedaireka. Bupati Serdang Bedagai tersebut menyampaikan bahwa untuk menghadapi perkembangan dunia yang semakin dinamis maka diperlukan berbagai inovasi yang salah satunya dengan berkolaborasi bersama Diktiristek dalam program Kedaireka.

“Apkasi terus berupaya mendorong inovasi cipta reka yang diperkuat dengan implementasi program matching fund Kedaireka yang digagas oleh Kemendikbud Ristek. Dengan program ini, kita diberi kesempatan berkolaborasi untuk menghasilkan karya reka cipta yang solutif serta inovatif di tengah kebutuhan dan tantangan atau tuntutan masyarakat yang semakin kompleks dan bersifat dinamis,” terangnya.

Agenda yang berlangsung di Auditorium Gedung G, Kemendikbud Ristek tersebutr dihadiri pula oleh Plt. Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Tjitjik Sri Tjahjandarie, para Bupati selaku Pengurus Apkasi yang antuasias dengan program kemitraan ini. Turut hadir pula Staf Ahli Apkasi Bidang Pendidikan Himmatul Hasanah mewakili Ketua Bidang Pendidikan Apkasi.

Plt. Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Tjitjik Sri Tjahjandarie menyampaikan bahwa forum ini merupakan sebuah kesempatan yang baik bagi daerah untuk dapat berinteraksi untuk lebih mengenal program Diktiristek. Tjitjik berharap daerah bersama Diktiristek dapat bergandengan tangan membangun kesejahteraan masyarakat Indonesia melalui pendidikan tinggi.

“Di tengah pandemi yang telah berlangsung dua tahun lebih, kita mendapati  berbagai permasalahan yang muncul di masyarakat. Maka perlu adanya inovasi berupa kolaborasi dari Perguruan Tinggi untuk mengatasi permasalahan tersebut. Melalui program Kedaireka diharapkan dapat membangun kolaborasi ekosistem dari dunia usaha dan dunia industri termasuk di dalamnya adalah pemerintahan atau institusi. Bersama dengan Apkasi, kami telah membangun kolaborasi sejak awal tahun ini,” ungkapnya.

Tjitjik menyampaikan bahwa Kedaireka berasal dari akronim kedaulatan reka cipta yang dimaksudkan akan menjadi suatu kemandirian reka cipta bagi Indonesia. Program ini sebagai upaya menciptakan produk dalam negeri atau pemikiran anak bangsa untuk membangun kemandirian reka cipta dan inovasi bangsa Indonesia.

“Upaya ini untuk membangun perekonomian dan tentu saja sasaran kita adalah seluruh Perguruan Tinggi yang ada di Indonesia. Keberadaan Perguruan Tinggi ini eksternal  terutama para pimpinan daerah untuk membangun kemandirian bangsa dalam hal penyelesaian permasalahan masyarakat di daerah serta menggulirkan teknologi inovasi kita supaya tidak tertinggal dengan negara lainnya. Sehingga, masyarakat kita menjadi lebih meningkat dan harapan kita peran Kedaireka dapat meningkatkan indeks pembangunan manusia di daerah, ungkapnya.

Di sini perguruan tinggi sebagai lumbung ide dan inovasi. Selain program ini melibatkan dosen di Perguruan Tinggi, nantinya program ini juga akan melibatkan mahasiswa agar dapat mengetahui berbagai permasalahan yang ada di masyarakat.

Disampaiakan Plt. Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi bahwa konteks program matching fund yaitu melalui adanya dana padanan untuk mendukung daerah, maka daerah akan semakin luas cakupan kebermanfaatan yang akan dihadirkan bagi sasaran program.

 “Jika daerah memiliki program inovatif yang akan disampaikan pada 50 sekolah, misalnya. Maka daerah dapat mengajukan proposal serta berkesempatan mendapatkan dana padanan untuk menambah kuota kebermanfaatan sejumlah 50 sekolah lagi menjadi 100 sekolah yang akan menerima program inovatif tersebut. Sehingga adanya Kedaireka ini dapat memperluas cakupan kebermanfaatan program,” jelasnya.

Program ini terbuka untuk seluruh insan Perguruan Tinggi dengan lima area program mulai dari ekonomi digital, kemandirian kesehatan, ekonomi hijau, pemulihan ekonomi dan pariwisata, serta ekonomi biru.

“Selama program tersebut visible dan memiliki dampak nyata, maka program tersebut berkesempatan besar mendapatkan dana padanan dana Kedaireka,” pungkasnya.

AD