Diktiristek dan Apkasi Kembali Adakan Sosialisasi Matching Fund-Kedaireka Gelombang Tiga

Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) bersama Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Ditjen Diktiristek) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi kembali mengadakan sosialisasi transformasi pendidikan tinggi melalui Matching Fund-Kedaireka gelombang ketiga pada Senin (30/5).

Diktiristek dan Apkasi Kembali Adakan Sosialisasi Matching Fund-Kedaireka Gelombang Tiga
Peserta Sosialisasi Matching Fund-Kedaireka .

Sahabatguru.com Ketua Bidang Pemuda dan Olahraga Apkasi Rudy Gunawan mewakili Ketua Umum Apkasi Sutan Riska Tuanku Kerajaan sangat menyambut baik kerjasama Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi dengan Apkasi sebagai upaya meningkatkan program-program yang ada di daerah agar lebih bermanfaat bagi masyarakat luas. Tampak hadir dalam kegiatan ini Plt. Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kiki Yuliati, para Bupati selaku pengurus Apkasi dan segenap jajaran beserta Staf Ahli Apkasi Bidang Pendidikan Himmatul Hasanah.

Sebagai mitra kritis dan strategis pemerintah dalam menyusun kebijakan nasional serta menjadi fasilitator dalam memperjuangkan kepentingan dan aspirasi daerah kepada pemerintah pusat, Apkasi mendukung penuh Program Kedaireka yang diinisiasi oleh Diktiristek melalui kegiatan Kemitraan Pemerintah Daerah dan Perguruan Tinggi guna mempercepat pemulihan ekonomi di tanah air pasca covid-19.

Bupati Garut Rudy Gunawan menyampaikan dorongan bagi seluruh pemerintah daerah yang hadir untuk bersama-sama mendorong terciptanya inovasi cipta reka dalam meningkatkan kreativitas dari Perguruan Tinggi dan peningkatan pengabdian dari masyarakat untuk menyelesaikan berbagai permasalahan yang ada di daerah.

Program inovatif Kedaireka yang diinisiasi oleh Diktiristek ini disebutkan oleh Plt. Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kiki Yuliati sebagai platform yang dapat menghubungkan dan memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI), termasuk diantaranya Pemerintah Daerah (Pemda). Sebagai upaya meningkatkan kemandirian bangsa dalam hal reka cipta dengan menghasilkan inovasi yang dapat menyelesaikan permasalahan-permasalahan masyarakat, daerah, maupun bangsa.

“Terdapat lima tema utama dari program Kedaireka, yaitu ekonomi digital, kemandirian kesehatan, ekonomi hijau, pemulihan ekonomi dan pariwisata, serta ekonomi biru. Melalui kelima tema tersebut, dapat diidentifikasi area yang dapat digunakan untuk kolaborasi dengan perguruan tinggi bersama dengan Apkasi,” tukasnya.

Plt. Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan mengundang pemimpin daerah melalui matching fund Kedaireka untuk berkolaborasi untuk menyelesaikan permasalahan daerah dan membantu pemulihan ekonomi daerah. Peluang pendanaan di tahun 2023 terbuka lebar, diharapkan Apkasi dapat memaksimalkan peluang untuk bersinergi melalui dana hibah Kedaireka.

Detail program Kedaireka diulas lebih dalam dalam sesi diskusi panel dengan menghadirkan narasumber Staf Ahli Apkasi Bidang Pendidikan Himmatul Hasanah dan PMO Kedaireka Rio Zarkarias Widyandaru. Dipandu oleh Tollal Badru, diskusi panel membahas mengenai peran Apkasi serta program unggulan bidang pendidikan yang dimiliki Apkasi serta berbagai potensi yang dapat dikolaborasikan daerah dengan perguruan tinggi melalui platform Kedaireka.

“Apkasi bersama Yayasan Pendidikan Adiluhung Nusantara memiliki beberapa program unggulan yang dapat dikolaborasikan dengan daerah dalam upaya peningkatan mutu guru dan SDM daerah melalui Program Smart Mathematic, English Cepat, dan Smart Teaching,” ungkapnya.

Himmatul juga menyampaikan bahwa sebagai bentuk dukungan bagi daerah, Apkasi berkolaborasi bersama PT Telkom Indonesia dan PT Infokes Indonesia menghadirkan platform pembelajaran jarak jauh dan manajemen sekolah “Pijar Sekolah” serta platform teknologi sistem layanan kesehatan.

“Kolaborasi antara Pemda dan Perguruan Tinggi juga perlu ditingkatkan untuk menuntaskan permasalahan yang lebih sistematis dan menciptakan dampak positif yang semakin luas,” pungkasnya.