Inspiratif! Inilah Strategi Manajemen Sekolah Menurut Kepala SMAN 1 Yogyakarta

Inspiratif! Inilah Strategi Manajemen Sekolah Menurut Kepala SMAN 1 Yogyakarta
Kepala SMAN 1 Yogyakarta (sumber: jogja.tribunnews.com)

Salah satu narasumber inspiratif yang hadir pada Webinar Pendidikan Kabupaten Lebak pada Senin (18/10) ialah Drs. Miftakodin, M.M., Kepala SMAN 1 Yogyakarta. Pembicara yang merupakan Kepala Sekolah Berprestasi ini menyampaikan materi “Strategi Manajemen Sekolah Menghadapi Disrupsi Pembelajaran Era Digital”.  

Pada paparan materinya, Drs. Miftakodin, M.M. menyampaikan fenomena perubahan sistem yang sungguh pesat. Saat ini wajah kegiatan ekonomi dunia sudah sangat maju. Ada marketplace dan ojek online yang marak di era sekarang. Perubahan organisasi transformasi digital, yaitu ada ASET, SIM, dan SDM. Pertama, mengoptimalkan penggunaan aset dan infrastruktur digital. Kedua, mengoperasikan sistem kerja berbasis teknologi digital (SIM terpadu/paperless). Ketiga, membutuhkan SDM yang menguasai digital skills.

“Kita sebagai pendidik harus berani melakukan hal yang baru, berinovasi, namun tetap kontekstual. Hal baru ini disesuaikan dengan kebutuhan siswa-siswa kita, tergantung bakat dan minatnya juga,” jelas Miftakodin.  

Ada banyak tuntutan kompetensi di abad 21 ini. Pada bidang kehidupan dan karier, dibutuhkan kompetensi fleksibel dan adaptif; berinisiatif dan mandiri; keterampilan sosial dan budaya, produktif dan akuntabel; kepemimpinan dan tanggung jawab. Pada bidang pembelajaran dan inovasi, diperlukan kompetensi kreatif dan inovatif; berpikir kritis menyelesaikan masalah; komunikasi dan kolaborasi. Pada bidang Informasi, media, dan teknologi, diperlukan kompetensi melek informasi, melek media, dan melek TIK.  

Perlu diketahui, faktor penentu nilai siswa paling besar adalah karakter siswa itu sendiri, yaitu sebanyak 49%, lebih besar daripada faktor guru, sekolah, rumah, dan teman sebaya. Dalam proses pembelajaran, yang memegang peran penting adalah pembentukan karakter. Sebagai guru, jadilah guru yang profesional dan mampu jadi fasilitator sesuai kebutuhan siswa. Jika dahulu guru dikenal sebagai satu-satunya sumber belajar, maka di abad 21 ini guru dianggap sebagai motivator dan inspirator.

Kepala SMAN 1 Yogyakarta mengungkapkan langkah perubahan pembelajaran dari LOTS ke HOTS dapat dilakukan dengan mengembangkan KI, KD, dan konteks. Selain itu, kecakapan abad 21 yang tidak boleh dilupakan oleh guru yaitu karakter, literasi, dan kompetensi.

Kepala Sekolah Berprestasi ini juga menjelaskan strategi manajemen yang diterapkan oleh SMAN 1 Yogyakarta, terutama pada masa pandemi saat ini.

“SMAN 1 Yogyakarta memiliki beberapa strategi dalam manajemen sekolah, seperti pada kebijakan, SDM, konten, software, dan hardware. Sekolah kami membebaskan guru-guru menggunakan berbagai platform asalkan mampu menghasilkan kualitas pembelajaran yang harus meningkat. Kami juga meningkatkan kualitas layanan dengan e-administrasi,” jelas Miftakodin.  

Sekolah terbaik di Yogyakarta ini juga menggunakan pembelajaran dan penilaian dengan memanfaatkan TIK, salah satunya dengan menerapkan metode auto grading agar mempercepat pengoreksian hasil penilaian siswa.

“SMAN 1 Yogyakarta menerapkan pembelajaran dan dan penilaian berbasis TIK. Pada pembelajaran, guru-guru boleh memanfaatkan Google Classroom, Google Meet, Zoom, YouTube, WhatsApp, dan jurnal harian. Dengan fasilitas ini, guru diharapkan mampu menyampaikan materi dan bahan ajar lebih cepat, efisien, dan dapat diakses berulang. Pada penilaian, dilakukan dengan metode auto grading sehingga dapat mempercepat pengoreksian hasil penilaian siswa dan pelaporan dapat segera dilakukan. Fasilitas yang dimanfaatkan yaitu CBT Teladan (PTS, PAS) dan Google Form,” tambah Miftakodin.

Interaksi pembelajaran daring memang dapat dilakukan dengan dua cara. Pertama, komunikasi online langsung (synchronous) dengan menggunakan video call, video conference, dll. Peserta didik dan guru dapat berinteraksi langsung tanpa jeda. Kedua, komunikasi online tidak langsung (asynchronous) dengan e-mail, forum, membaca dan menulis dokumen online menggunakan world wide web, dll. Kedua cara ini (blended learning) juga dimanfaatkan oleh SMAN 1 Yogyakarta agar mencapai hasil pembelajaran yang maksimal.

ANIS SAFITRI