Kupas Tuntas! Inilah Kecakapan Digital yang Harus Dikuasai!

Kupas Tuntas! Inilah Kecakapan Digital yang Harus Dikuasai!
Adrie Wardhana pada Webinar Brebes (sahabatguru)

SahabatGuru - Webinar Pendidikan Kabupaten Brebes yang diadakan pada Senin (22/11) melalui Zoom ini mengangkat tema “Transformasi Digital di Bidang Pendidikan Sebagai Bekal Penguasaan Kompetensi Abad 21”. Salah satu narasumber inspiratif yang hadir yaitu Creative Head FOINIKS DIGITAL Adrie Wardhana. Beliau hadir untuk membahas “Kecakapan Digital”.

Sebagai pembuka, Adrie Wardhana menjelaskan definisi apa itu etika digital. Sebuah kemampuan individu dalam menyadari, menyesuaikan diri, dan menerapkan etika digital saat menjelajah dunia digital. Contoh etika yang diterapkan di dunia digital yaitu tidak menyebarkan berita bohong dan tidak melakukan perundungan di dunia digital.

Dengan menerapkan etika digital, maka akan terbentuk budaya digital yang baik. Seperti diketahui, budaya digital ialah hasil kreasi dan karya manusia yang berbasis teknologi internet, tercermin lewat cara berinteraksi, berperilaku, berpikir, dan berkomunikasi di dunia digital. Bentuk budaya digital yaitu aktivitas yang menggunakan media sosial, salah satunya berbelanja online.

Selain etika dan budaya digital, kita perlu ketahui keamanan digital. Sebagai aktor yang memanfaatkan dunia digital, pengetahuan tentang keamanan tak boleh tertinggal. Aktivitas mengamankan kegiatan digital bisa kita lakukan dengan penggunaan password hingga pemahaman tentang cyber security.

Dewasa ini, perkembangan media sosial memang kian hari kian meningkat. Pada tahun 1997, media sosial lahir berbasiskan kepercayaan. Namun, mulai tahun 2000-an hingga tahun berikutnya, media sosial mulai diminati semua orang hingga mencapai masa kejayaannya. Pada akhirnya, dalam melaksanakan kinerja dan kegiatan yang dilakukan cepat serta akurat, bermunculan pula kegiatan-kegiatan pembelajaran yang berbasis elektronik.

Tak dapat dimungkiri, pendidikan mendapat dampak akibat kemajuan media sosial yang pesat. Banyaknya inovasi di bidang pendidikan di dunia digital juga memberikan dampak positif dan negatif bagi peserta didik. Dampak positif yang bisa dirasakan antara lain sebagai berikut. Pertama, mempermudah kegiatan belajar dan dapat digunakan untuk diskusi dengan teman melalui aplikasi WhatsApp dsb. Kedua, mempermudah kegiatan belajar dengan situs-situs belajar yang mudah diakses. Ketiga, menambah teman. Keempat, menghilangkan rasa jenuh peserta didik setelah sekian lama belajar seperti bermain game atau melihat video lucu yang ada di status teman. Kelima, mempermudah peserta didik untuk mendapat ilmu melalui video yang memperkenalkan tentang pengetahuan anak-anak.

Selain dampak positif, ada juga dampak negatif yang mengintai anak-anak. Pertama, mengurangi waktu belajar karena keasyikan dan fokus pada media sosial daripada belajarnya. Kedua, merusak moral pelajar karena sifat anak-anak yang masih labil. Mereka dapat mengakses gambar porno milik orang lain dengan mudah. Ketiga, mengganggu kesehatan peserta didik, khususnya kesehatan mata yang terlalu lama menatap layar handphone atau PC. Keempat, mengakibatkan kecanduan media sosial. Kelima, mengubah kecenderungan anak untuk lebih suka berada di depan layar daripada bermain dan bersosial langsung dengan orang lain. Dampak negatif tersebut dapat dikurangi apabila penggunaan media sosial tersebut sesuai dengan waktu belajarnya dan dipantau oleh orang tua dalam pengaksesannya.

Terlepas dari dampak yang ditimbulkan, Adrie Wardhana menyampaikan beberapa aplikasi yang bisa mendukung proses belajar anak. Aplikasi ini termasuk gratis/tidak berbayar, mudah digunakan, dan tidak memerlukan kebutuhan komputer dengan aplikasi tinggi untuk dijalankan. Contoh aplikasi untuk mengolah data adalah Google Docs, Sheets, dan Slides; LibreOffice; Microsoft Offline Online. Contoh aplikasi untuk mengolah gambar dan desain adalah Canva, Pixlr, dan GIMP.

Dari paparan Creative Head FOINIKS DIGITAL tersebut, dapat disimpulkan bahwa kecakapan digital adalah faktor penting agar kita tidak dikuasai oleh teknologi. Etika, budaya, dan keamanan digital adalah bekal penting untuk dikuasai oleh siapa saja.   

 ANIS SAFITRI