Soal PJJ, Guru Besar UII; Kita Tak Punya Standar Belajar Online 

Soal PJJ, Guru Besar UII; Kita Tak Punya Standar Belajar Online 
Guru Besar Universitas Islam Indonesia (UII) Prof. Edy Suandi Hamid

SahabatGuru - Guru Besar Universitas Islam Indonesia (UII) Prof. Edy Suandi Hamid menyatakan bahwa memasuki era covid, semua sektor kehidupan menjadi terganggu salah satunya adalah pendidikan.

“Belajar mengajar tidak hanya berubah tetapi juga terganggu karena metode belajar jarak jauh berubah dan tidak ada standar yang memadai,” ujar Edy dalam keterangannya, Kamis (9/9). 

Menurut Edy, keadaan seperti ini memaksakan untuk melakukan PJJ apa adanya. Hal ini menyebabkan adanya penurunan kualitas pada kegiatan belajar mengajar. 

Meskipun ada peningkatan nilai ujian pada mahasiswa tetapi hal ini bukan merupakan indikasi adanya peningkatan kualitas belajar mengajar.

“Belajar online seperti sekarang juga tidak ada panduan yang memadai dari Kemendikbud yang juga tidak turun tangan secara sigap menghadapi keadaan mendadak ini," jelasnya. 

Menurut Prof. Edy, sampai tahun kedua pandemi covid ini belajar online tetap tidak memadai pelaksanaannya, karena berjalan apa adanya dan dijalankan menurut sekolah dan perguruan tinggi masing-masing.

Sebelum terjadinya pandemi covid sudah ada gagasan untuk dilakukannya PJJ dan telah dibuatkan peraturan menteri (permen) nya. Ada 3 pilihan dalam permen tersebut yang pertama berbasis mata kuliah, program studi, atau berbasis universitas. Saat itu juga telah dilakukan pelatihan-pelatihan namun tetap dianggap sulit.

“Terjadinya pandemi ini membuktikan bahwa hal ini mungkin untuk terjadi walaupun belum banyak persiapan yang dilakukan, masih tergagap, serta belum sesuai dengan yang seharusnya. Pemerintah seharusnya turun tangan lebih sigap untuk mengatasi masalah gagap dunia pendidikan seperti sekarang," ujar Prof. Edy.

Prof. Edy menyoroti pentingnya peran pemerintah dalam kegiatan PJJ “Berikan sosialisasi sehingga semua perguruan tinggi dapat menerapkan kegiatan belajar jarak jauh dengan lebih baik karena telah sesuai dengan standar yang benar sehingga kualitas belajar tetap dapat ditingkatkan,” pungkas dia. 

(Robi)