Tiga Pelajaran Kepemimpinan Dari Tom Brady

Guru merupakan pemimpin di kelasnya, maka dari itu guru juga penting mempunyai wawasan tentang kepemimpinan. Ada 3 pelajaran kepemimpinan yang bisa diambil dari seorang Tom Brady.

Tiga Pelajaran Kepemimpinan Dari Tom Brady
Tom Brady sedang bertanding football america/ Sumber istimewa

Tom Brady merupakan pemain hebat football Amerika. Ia mengakhiri karirnya dengan tujuh gelar Super Bowl. Brady juga telah memenangkan lima trofi Super Bowl MVP. Selain menjadi quarterback terbaik yang pernah dilihat NFL, Brady juga merupakan pemimpin yang luar biasa.

Dari kepercayaan diri hingga tekadnya, ia menunjukkan banyak kualitas yang baik. Ada beberapa pelajaran kepemimpinan dari Brady yang dapat bermanfaat bagi para pemimpin di bidang apa pun termasuk untuk para guru.

1. Bersedia untuk Bekerja.
Brady merangkul, kerja keras dan menunjukkan dorongan kepada timnya. Mantan pelatihnya Bill Belicheck pernah berkata, "Tidak ada yang bekerja lebih keras dari Tom." Di dalam dan di luar lapangan, Brady memberi contoh bagi timnya bahwa kesuksesan diperoleh, dan tidak pernah diberikan.

Sahabat guru dapat mengembangkan sifat kepemimpinan ini. Kita dapat menunjukkan kepada anak didik bahwa untuk mendapatkan sesuatu harus melalui kerja keras. Sahabat guru juga harus memberi dorongan dan motifasi kepada anak didik supaya mereka bersemangat untuk meraih mimpinya. Kita sebagai guru juga wajib memberi contoh yang baik bagi anak didik.

2. Mintalah Umpan Balik.
Brady percaya diri, tetapi dia tahu selalu ada sesuatu untuk dipelajari dan cara untuk menjadi lebih baik. Dia menonton permainannya kembali untuk meninjau gerak kaki dan mekanik lemparannya. Dia merekomendasikan untuk bertanya, “Kapan terakhir kali saya secara aktif mencari umpan balik yang jujur dari tim?”

Sahabat guru dapat melakukan ini di sekolah dengan secara aktif mencari umpan balik dan kemudian menerimanya dengan integritas. Kita sebagai guru tidak selamanya benar, maka perlu bertanya kepada peserta didik untuk intropeksi dan menyusun strategi pembelajaran yang baru dan lebih baik.

3. Berkomitmen untuk Terus Belajar.
Para pemimpin yang menganut pembelajaran seumur hidup sering kali dapat menginspirasi orang-orang di sekitar mereka untuk terus tumbuh dan belajar. Brady tidak hanya meminta umpan balik, tetapi dia juga belajar bagaimana menjadi atlet terbaik. Dia belajar nutrisi dan belajar apa yang harus dimakan. Dia bahkan menulis buku tentang strategi fisik dan nutrisinya, catat Strever.

Sahabat guru dapat meniru komitmen ini untuk pendidikan dengan memperluas pengetahuan sendiri. Pikirkan tentang keterampilan yang ingin dikembangkan, sertifikasi yang ingin diperoleh, atau konferensi yang ingin dihadiri untuk meningkatkan kemampuan. Ingatlah bahwa meskipun kita adalah seorang guru, kita harus selalu terus belajar.

Sepanjang karirnya yang bertingkat, Brady siap di bawah tekanan, bertekad untuk menang dan tanpa henti dalam mengejar keunggulan. Ketika sahabat guru meniru beberapa kualitas kepemimpinannya,  kita dapat membuka pintu menuju kesuksesan dan pencapaian dalam karir sebagai seorang guru. Tentunya menjadi guru yang bijak dan menginspirasi.

Galih N