Atasi Stunting, Apkasi Dukung Kebumen Dapatkan Dana Hibah Dikti Kedaireka 2023

APKASI terus menunjukan konsistensi serta keberpihakan pada daerah terutama di bidang pendidikan dan peningkatan kualitas SDM. Melalui program audiensi, APKASI menjalin komunikasi untuk menciptakan kolaborasi untuk meningkatkan kesejahteraan daerah.

Atasi Stunting, Apkasi Dukung Kebumen Dapatkan Dana Hibah Dikti Kedaireka 2023
Audiensi APKASI bersama Sekda Kebumen.

SahabatGuru- Pembina APKASI, Sokhiatulo Laoli bersama Staf Ahli APKASI Bidang Pendidikan Himmatul Hasanah, mewakili Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) dengan mitra Yayasan Pendidikan Adiluhung Nusantara (YPAN) berupaya melakukan kolaborasi dalam mensukseskan peningkatan kualitas sumber daya manusia serta pendidikan di Indonesia melalui program audiensi yang dilaksanakan di Kabupaten Kebumen, Sabtu (25/06).

Audiensi bertempat di Ruang Kerja Bupati Kebumen dengan diterima oleh Bupati Kebumen melalui Sekretaris Daerah, Ahmad Ujang Sugiono. Tampak hadir dalam kesempatan yang sama, Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan, Sukamto sekaligus Plh. Kepala Dinas Pendidikan, Sekretaris Dinas Pendidikan, Sekretaris Bappeda, Kepala BPKAD, dan Plt. Kepala Dinas Kesehatan.

Dewan Pembina APKASI sekaligus mantan Bupati Nias, Laoli terus memberikan dukungan kepada daerah agar berpartisipasi aktif dalam organisasi para Bupati ini. Pada kesempatan tersebut, Laoli menyampaikan tujuan kunjungan APKASI ke daerah yaitu untuk berkolaborasi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta pendidikan daerah.

Himmatul Hasanah, Staf Ahli APKASI Bidang Pendidikan menyampaikan uraian mengenai program sinergi bersama Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset & Teknologi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia melalui program matching fund hibah Dikti. Sinergi program dengan Dikti ini diharapkan dapat diserap serta dijalankan di seluruh kabupaten di Indonesia.

“Kami sampaikan bahwa program hibah Dikti Kedaireka tersebut bertujuan mendorong dan meningkatkan sinergi serta inovasi cipta reka daerah dengan Perguruan Tinggi di Indonesia, guna memperluas jangkauan kebermanfaatan pada masyarakat,” jelasnya.

Disampaikan oleh Sekretaris Daerah Kebumen, bahwa saat ini fokus utama Kebumen adalah untuk keluar dari daftar daerah termiskin di Jawa Tengah serta dapat menyelesaikan masalah stunting yang mana saat ini masih tinggi kasusnya di Kebumen. Pihaknya berharap, dana hibah Dikti bisa membantu terkait hal ini.

“Permasalahan daerah yang menjadi perhatian kami yaitu dalam upaya keluar dari daftar daerah termiskin serta dapat mengatasi stunting yang masih tinggi di Kebumen. Kami berharap dana hibah Dikti bisa membantu penyelesaian permasalahan ini,” terang Sekda Kebumen.

Staf Ahli APKASI menyampaikan bahwa APKASI akan berupaya dalam memperjuangkan Kebumen agar menjadi salah satu kebupaten yang mendapatkan dana hibah tersebut pada tahun depan.

“Apkasi terus memberikan dukungan dan memperjuangkan daerah terutama Kebumen  agar mendapatkan kesempatan penyandingan dana hibah Dikti untuk mengatasi berbagai masalah yang dihadapi daerah,” ungkapnya.

Selain membahas terkait dana Hibah Dikti,  Himmatul juga memaparkan program-program unggulan APKASI di bidang pendidikan.

APKASI Bidang Pendidikan yang diketuai oleh Bupati Batu Bara, Ir. Zahir, MAP terus mendukung pendidikan daerah melalui berbagai terobosan yang telah dibuat. Melalui Staf Ahli APKASI Bidang Pendidikan Himmatul menyampaikan laporan serta ulasan program unggulan yang dimiliki APKASI. Program tersebut antara lain Program Peningkatan Mutu Guru, Program Peningkatan Imtak dan Training Tata Kelola Pendidikan di Luar Negeri dan Program Peningkatan Literasi Pendidikan, program tersebut didedikasikan untuk guru dan Sumber Daya Pimpinan Perangkat Daerah.

“Pada bidang pendidikan fokus kita adalah di program peningkatan kapasitas SDM guru juga OPD. Sebagai upaya meningkatkan kapasitas SDM guru yaitu melalui program Smart Mathematic, Joyful Learning serta Bahasa Inggris Cepat. APKASI mempunyai metode unggulan khususnya bahasa Inggris, dimana hanya dalam 3 hari saja sudah bisa berbahasa Inggris. Penemuan ini sudah 2–3 tahun dan sudah disosialisasikan di beberapa daerah di Indonesia terkait pembelajaran Inggris cepat hanya dalam waktu 3 hari,” ungkap Staf Ahli APKASI Bidang Pendidikan.

Sekretaris Daerah menyampaiakan tanggapan mengenai program unggulan APKASI tersebut yang searah dengan peningkatan indeks pembangunan manusia di Kebumen.

“Fokus indeks pembangunan manusia di Kebumen memang pada bidang pendidikan dikarenakan sekitar 65% pegawai di sektor pendidikan. Program APKASI tersebut dapat dikolaborasikan dengan daerah,” terangnya.

Dalam kesempatan yang sama, Dinas Pendidikan menyampaikan siap menyelenggarakan program APKASI karena sebagai percepatan dalam meningkatkan indeks pembangunan manusia di Kebumen. Pihaknya bersepakat akan menyelenggarakan pelatihan secara online.

Kebumen salah satu daerah yang mendukung terlaksananya kolaborasi program APKASI dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan dan SDM daerah.

 

AD.