Bingung Menghadapi Tantangan? Inilah 3 Cara Menghadapinya dengan Growth Mindset!

Apakah kalian tahu bahwa kita memiliki kapasitas otak rata-rata memiliki 70.000 pikiran per hari? (dikutip dari kumparan.com). Tidak dipungkiri lagi bahwa kita memiliki kata hati yang kerap kali mempengaruhi pikiran kita. Bahkan pikiran tersebut terkadang bisa terdengar sedikit negatif, seperti “Aku tidak percaya aku melakukan itu”, “Aku tidak percaya mengatakan itu” atau “Kenapa aku tidak bisa melakukan hal yang benar?”

Bingung Menghadapi Tantangan? Inilah 3 Cara Menghadapinya dengan Growth Mindset!

Kita terkadang kerap kali mengatakan beberapa hal yang negatif kepada diri sendiri yang mana hal tersebut tidak membantu bahkan bisa merugikan seorang pendidik. Oleh karena itu, growth mindset sangat penting untuk diterapkan baik kepada pendidik maupun kepada murid.

Apa itu Growth Mindset?

Pentingnya Memiliki Growth Mindset untuk Kesuksesan Karier dan Kehidupan
Carol Dweck menyampaikan growth mindset merupakan kecenderungan seseorang dimana dia percaya bahwa kemampuan paling dasar bisa dikembangkan melalui dedikasi dan kerja keras. Dalam menerapkan growth mindset, tentunya pasti ada saja rintangan yang kita hadapi, karena rintangan sendiri merupakan bagian dari proses dalam memperoleh suatu tujuan yang ingin kita capai.

Sebagai seorang pendidik, kita harus bisa menerapkan Growth Mindset dalam menghadapi suatu rintangan terutama dalam hal mengajar. Bagaimana cara menghadapi tantangan dengan Growth Mindset?

  1. Kesalahan Bukanlah Akhir dari Semua
    Menjadi guru bukanlah profesi yang mudah, dan seorang guru pun pernah melakukan kesalahan. Kesalahan merupakan bagian dari proses dalam mencapai tujuan, dan kita pun tidak boleh bersikap terlalu keras kepada diri sendiri. Melakukan kesalahan adalah hal yang wajar dan akan berdampak baik jika kita menganggap kesalahan kita menjadi hal penting untuk mengevaluasi diri dan langkah apa yang selanjutnya akan kita lakukan. Hal tersebut tentunya akan meningkatkan pengetahuan kita dan mengembangkan cara kita berpikir dalam menghadapi suatu rintangan.

  2. Menyerah Bukanlah Jawabannya
    Kerap kali saat kita dihadapkan oleh suatu tantangan terkadang terasa cukup berat dan melelahkan. Tetapi, menyerah bukanlah langkah yang benar dalam menghadapi suatu tantangan. Kita sebagai pendidik, jangan menganggap tantangan adalah suatu hal yang buruk, terkadang tantangan adalah momen dimana kita menunjukkan bahwa kita memiliki jiwa optimis dan kegigihan dalam menghadapi suatu tantangan. Karena jiwa optimis inilah yang akan membawa kita ke arah yang positif dan akan mendapatkan hasil yang positif juga.

  3. Menerima Kritik/Feedback
    Mendapat kritik/feedback bukanlah suatu hal yang buruk. Adanya kritik adalah agar kita bisa mengevaluasi diri, mengevaluasi cara kita mengajar kepada siswa, agar dikemudian hari kita bisa menjadi seorang guru yang baik untuk siswa. Dengan adanya kritik, hal ini dapat mendorong kita menjadi pribadi yang lebih baik, serta kita bisa mengenal keunggulan dan kelemahan yang terdapat di dalam diri kita yang akan membantu dalam mengenal dan menerima diri. Karena dengan kita bisa menerima diri, akan berdampak besar dalam upaya menyayangi diri.

Begitulah bagaimana kita menerapkan growth mindset dalam menghadapi suatu tantangan sebagai seorang guru. Untuk itu sangat penting bagi seorang guru untuk selalu menerapkan dan mengembangkan Growth Mindset. Meskipun terkadang merasa lelah, tetapi usaha tidak pernah mengkhianati hasil!