Kampus Mengajar, Tingkatkan Kemampuan Literasi dalam Dunia Digital

Maraknya informasi yang tidak sesuai mengharuskan para siswa untuk lebih memahami literasi digital. Tidak sekadar membaca konten saja, namun juga lebih memperdalam konten digital tersebut. Maka, program kampus mengajar dilaksanakan sebagai upaya agar peserta didik dapat menggunakan literasi digital untuk menunjang pembelajaran yang optimal.

Kampus Mengajar, Tingkatkan Kemampuan Literasi dalam Dunia Digital
Meningkatkan literasi Digital

SahabatGuru - Literasi siswa Indonesia belum sepenuhnya merata, apalagi literasi digital. Hal ini masih banyaknya informasi yang hoax, informasi yang tidak sesuai atau berlebihan (pornografi). Bukan hanya membaca dari buku fisik, namun juga dari buku digital atau e-book, artikel yang tersedia ataupun konten digital lainnya. Namun, literasi juga tidak sebatas hanya membaca saja, melainkan kemampuan seseorang untuk menelaah, memecahkan masalah, seta memilah konten yang berhubungan dengan sehari-hari.

Sementara literasi digital sesuai dengan panduan Gerakan Literasi Nasional Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi RI bahwa keterampilan tersebut menjadi salah satu kompetensi dasar yang harus dimiliki oleh peserta didik. Hal ini disebabkan oleh perkembangan zaman dan teknologi yang serba canggih dan mengandalkan konten digital.

Begitu pula dengan salah satu Program Merdeka Belajar yaitu Kampus Mengajar atau kegiatan yang bisa dilakukan oleh mahasiswa terpilih se-Indonesia untuk membantu guru-guru melakukan pembelajaran baik di sekolah dasar maupun di sekolah menengah pertama. Tujuan utama tersebut diiringi dengan harapan bahwa mahasiswa dapat meningkatkan literasi digital pada anak-anak. Hal tersebut dikarenakan dua generasi itu lahir dan tumbuh bersama dengan banyak konten digital, apalagi prinsip no gadget no life sering mereka pegang lebih daripada sang guru.

Literasi digital yang bisa diterapkan mahasiswa saat program kampus mengajar dan sesuai dengan delapan elemen untuk mengembangkan literasi digital menurut Douglas AJ Belhaw adalah memahami konsep dari kegunaan dunia digital, pemikiran atau sudut pandang dalam penilaian suatu konten digital, menciptakan sesuatu atau mengembangkan konten yang memiliki unsur edukasi dan faktual, memahami bagaimana cara kerja dan cara berkomunikasi lewat internet atau aplikasi digital, bertanggungjawab atas tindakan yang siswa lakukan saat bermain internet, kreatif dalam mengembangkan karya digital, kritis dalam menyikapi sebuah konten apakah hal tersebut benar atau salah.

Kegiatan tersebut bisa dilakukan oleh mahasiswa selama masa pembelajaran karena rata-rata semua media pembelajaran akan dikaitkan dengan konten digital, entah itu berbentuk video pembelajaran, pengumpulan tugas, dan pembelajaran tatap muka dengan aplikasi digital. Untuk itu, perlu adanya aksi nyata seperti membahas tentang konten yang sedang up to date dan sesuai dengan usia siswa. Hal tersebut berguna untuk meningkatkan literasi agar siswa bisa menganalisis dan berdiskusi dengan mahasiswa apakah konten tersebut bisa dipercaya atau tidak.

Tantangan dari literasi digital seperti maraknya informasi hoax atau ujaran kebencian tentu tidak bisa dilakukan dan diterapkan dalam satu waktu, maka dari itu, kampus mengajar memberikan mahasiswa peluang selama 6 bulan agar bisa setidaknya membuat siswa bisa menelaah atau berpikir kritis tentang informasi digital yang mereka temui sedini mungkin.

Memahami perangkat elektronik dan teknologi untuk pembelajaran menjadi tujuan selanjutnya dari literasi digital dan kampus mengajar karena kemampuan ini dapat menunjang belajar siswa agar semakin optimal.Bagaimana teknis pelaksanaannya, bagaimana cara berpartisipasi, hingga bisa menghasilkan karya yang inovatif dari teknologi tersebut.

Salah satu contohnya melalui penggunaan pictart untuk bisa menyederhanakan foto tugas menjadi  bagian dalam satu gambar atau kolase. Dari aplikasi sederhana tersebut, siswa dapat belajar dan akan bermanfaat untuk jangka panjang salah satu saat pembuatan tugas sekolah.

Kampus Mengajar sangat relevan dengan perkembangan digital saat ini, apalagi bisa sebagai upaya untuk meningkatkan literasi.

Salam literasi!

Referensi:

Literasi Nusantara. (2019). Literasi digital: Pengertian, tantangan, dan peluang. (Online). Diakses dari: https://Literasinusantara.com