Dahsyat! 150 Guru Agam Tingkatkan Skill Mengajar Matematika

Sebagai salah satu upaya meningkatkan kualitas guru di penjuru tanah air, Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) bersama mitra Yayasan Pendidikan Adiluhung Nusantara dan SahabatGuru bersinergi dengan Pemkab Agam mengadakan Workshop Matematika Smart Indonesia yang diperuntukan bagi 150 guru SD yang berada di Agam, Rabu (30/3).

Dahsyat! 150 Guru Agam Tingkatkan Skill Mengajar Matematika
Workshop Matematika Smart Indonesia bagi guru SD di Kabupaten Agam. (SahabatGuru)
Dahsyat! 150 Guru Agam Tingkatkan Skill Mengajar Matematika

SahabatGuru – Workshop Matematika Smart Indonesia yang berlangsung selama dua hari (Rabu, 30/3 s/d Kamis, 31/3) di SMPN 3 Lubuk Basung dihadiri oleh Ketua Dewan Pembina Apkasi Drs. Sokhiatulo Laoli, MM., Asisten II Ekonomi dan Pembangunan Kab. Agam Ir. H. Jetson, MM., dan Kepala Dinas Pendidikan Drs. Isra., M.Pd.

Mewakili Bupati Agam, Asisten II Jetson menyampaikan bahwa pendidikan merupakan salah satu unsur terpenting dalam pembentukan sumber daya manusia, bahkan tingkat pendidikan masyarakat sangat ditentukan dari adanya keterpaduan unsur pendidikan itu sendiri, baik prasarana, tenaga pendidik maupun murid.

Lebih lanjut, Jetson menyampaikan bahwa program Apkasi ini selaras dengan visi misi yang dimiliki oleh Bupati Agam periode 2020-2024 yaitu guna meningkatkan SDM bidang pendidikan.

“Terdapat beberapa hal yang menjadi prioritas Bupati untuk membangun pendidikan di Kabupaten Agam, salah satunya dengan memberikan perhatian pada siswa yang berprestasi namun kurang mampu serta menjalin kerja sama dengan lembaga lainnya untuk meningkatkan kualitas SDM,” terang Asisten II.

Sebagai mitra pemerintah kabupaten, Apkasi berupaya memberikan masukan dan alternatif dalam membangun dunia pendidikan di daerah termasuk mengenalkan metode-metode pendidikan yang lebih mujarab bagi dunia pendidikan. Dalam sambutannya Ketua Dewan Pembina Apkasi menyampaikan dasar pelaksanaan Workshop Pendidikan yang sudah dilaksanakan pada lebih dari 180 ribu guru di 200 kabupaten di Indonesia.

“Salah satu yang menjadi perhatian Apkasi yaitu kami melihat tenaga pengajar perlu mendapat perhatian dan bimbingan intensif, sehingga proses transfer ilmu di sekolah berlangsung baik, proses belajar menyenangkan, ada interaksi aktif antara pendidik dan anak didik serta menciptakan orientasi pada hasil,” kata Sokhiatulo Laoli.

Di akhir sambutan, Asisten II pun menyampaikan harapan kepada para guru peserta Workshop Matematika agar lebih inovatif dalam mengembangkan pembelajaran matematika.

“Kepada kita semua tertumpang harapan yang sangat besar, bahwa dari Bapak dan Ibu semuanya setelah workshop ini memiliki inovasi baru dalam pengembangan pembelajaran khususnya pada mata pelajaran matematika,” jelas Asisten II.

Pihaknya juga berharap materi yang didapatkan dapat dimplementasikan di sekolah masing-masing. Nantinya, diperlukan pula adanya monitoring pasca workshop ini.

“Kegiatan ini sangat diperlukan bagi kita, agar pelajaran matematika yang sejak dulu merupakan pelajaran menyeramkan, semakin lama dapat menjadi pelajaran yang disenangi para murid,” kata Jetson di akhir sambutan.

AD