Inilah 4 Faktor yang Mempengaruhi Efektivitas Pembelajaran Daring

Efektivitas sangat menjadi tolok ukur dalam pembelajaran bagi output yang dihasilkan siswa maupun bisa menjadi penilaian dari kinerja guru tersebut.

Inilah 4 Faktor yang Mempengaruhi Efektivitas Pembelajaran Daring
Ilustrasi Pembelajaran daring

Pembelajaran efektif menjadi tujuan pembelajaran yang tercapai. Idealnya pembelajaran jarak jauh memiliki keuntungan salah satunya fleksibel, dapat diakses secara luas, juga efektif jika memang dirancang secara benar serta memiliki kesiapan yang matang. Namun faktanya, tidak semua hal tersebut menjadi keuntungan bagi stakeholder pendidikan karena pembelajaran kurang terencana sehingga pembelajaran tidak mencapai tujuan yang diinginkan.
Maka dari itu, melalui webinar yang diselenggarakan oleh APKASI dan Yayasan Pendidikan Adiluhung Nusantara bekerja sama dengan Kementerian Kominfo RI serta Kabupaten Bogor melalui platform SahabatGuru dengan topik “Inovasi pembelajaran untuk kurangi learning loss”, berikut adalah 4 faktor yang sangat mempengaruhi efektivitas dalam pembelajaran menurut Prof. Herman Dwi Surjono, Ph.D:

1. Pendidik meliputi literasi digital, kreatif, dan inovatif

Perkembangan literasi digital harus dikuasai oleh pendidik apalagi di pembelajaran daring atau online. Tentu hal ini akan mempengaruhi pembelajaran yang efektif. kemudian adanya kreatifitas contohnya dalam hal media pembelajaran ataupun ‘seni dalam mengajar’ harus lebih ditingkatkan. Begitu pula dengan inovasi pembelajaran dari mulai strategi, model, pendekatan, juga media pembelajaran sehingga peserta didik bisa belajar dengn efektif serta menyenangkan.

2. Peserta didik meliputi motivasi, kebosanan, kemandirian, dan sosialisasi

Jika motivasi berkurang, maka peserta didik akan cepat bosan dan cenderung tidak fokus selama pembelajaran. Hal ini tentu akan sangat mempengaruhi tujuan tercapainya pembelajaran secara efektif. Begitu juga dengan kemandirian siswa yang memang harus dipupuk oleh guru juga, misalnya walaupun pembelajaran tatap maya atau jarak jauh, siswa diharapkan mengerjakan tugas secara mandiri walaupun didampingi oleh orang tua.

Kemudian karena tidak berjumpa dengan teman-teman sebaya, peserta didik tentu kurang dalam bersosialisasi, dalam hal ini guru harus bisa ‘memutar otak’ untuk tetap mempertahankan sosilisasi peserta didik satu sama lain walaupun terbatas. Contohnya berdiskusi selama pembelajaran daring menggunakan video conference, atau membentuk kelompok kecil untuk berdiskusi serta mengerjakan tugas secara daring. Hal ini sedikit akan mempengaruhi pembelajaran yang efektif atau sebaliknya.

3. Sarpras meliputi ketersediaan perangkat dan koneksi internet

Sarana dan prasarana, khususnya siswa serta guru yang memliki sekolah di daerah ‘terpencil’ serta tidak memiliki akses yang memadai, hal ini akan berpengaruh kepada pembelajaran daring yang efektif. apalagi jika koneksi internet yang menjadi fondasi atau penentu saat pembelajaran jrak jauh tidak tersedia, maka pembelajaran juga akan terganggu. Maka, adanya bantuan dari pemerintah seperti bantuan kuota ataupun model pembelajaran lainnya bisa menjadi alternatif.

4. Lembaga meliputi pemenuhan sarpras, LMS, dan pelatihan guru

Sangat berperan penting, bagaimana usaha sekolah, pemerintah dalam memenuhi sarana prasarana yang ada di suatu sekolah untuk bisa menyeimbangkan pembelajaan yang efektif, kemudian bagaimana sekolah mengadakan learning management sistem, serta guru-guru juga perlu update pengetahuan dengan pelatihan atau webinar, salah satu contohnya yaitu kelas-kelas yang tersedia, webinar yang selalu dikasanakan hamper setiap hari, serta platform digital yang semua itu ada dalam platform SahabatGuru.

REGINA MAHESWARI