Guru Tidak Bisa Hanya Fokus Pada Nilai Saja

Guru sebagai komponen utama dalam pendidikan tidak sebatas fokus pada nilai siswa saja, tetapi hari melihat pada sisi lainnya, salah satunya karakter dan keterampilan.

Guru Tidak Bisa Hanya Fokus Pada Nilai Saja
Proses pembelajaran tatap muka terbatas.

Kompetisi antar peserta didik sebagian besar hanya fokus pada nilai-nilai mata pelajaran. Tak jarang, ujian tertulis menjadi salah satu penilaian dan tolok ukur bagi kelulusan siswa yang tentu sangat diperhatikan oleh guru. Namun ternyata tidak hanya fokus pada nilai saja, tetapi guru juga haru lebih menyeimbangkan dengan keterampilan atau skill yang akan dimiliki oleh siswa salah satunya adalah kemampuan literasi serta bermedia digital yang diawali dari guru itu sendiri.

Maka dari itu, masih dengan tujuan yang sama untuk mewujudkan kecakapan numerisasi, digital, serta karakter, APKASI serta Yayasan Pendidikan Adiluhung Nusantara bekerja sama dengan Kominfo RI melalui platform SahabatGuru melaksanakan webinar untuk guru hebat di Aceh Tamiang dengan topik “Pengembangan teknologi pembelajaran di era internet of things (IoT)”.

Muhammad Fadhil Arief, S.E. sebagai dewan pengurus APKASI sekaligus Bupati Batanghari menekankan bahwa secara kualitas sumber daya manusia khususnya guru belum sama rata dalam kompetensi ataupun keterampilannya. Guru memang mengemban tugas sebagai pengajar di dalam satuan pendidikan, namun tak jarang mereka lupa ilmu terus berkembang, perubahan zaman, bahwa pengajaran harus sesuai dengan zaman dan harus adanya adaptasi yang sesuai dengan kondisi seperti ini contohnya adalah pembelajaran jarak jauh. Seolah-olah guru merasa kosong ketika memang tidak belajar di dalam kelas dan hanya berpusat kepada pembelajaran online. Maka dari itu, guru sangat diperlukan sikap adaptasi yang lebih cepat agar bisa menyeimbangakan pembelajaran saat ini.

Mengubah paradigma guru yang sebelumnya tidak ingin belajar tentang teknologi, saat ini harus mengejar perkembangan yang sudah semakin cepat agar pembelajaran tidak hanya sebatas pada pembelajaran tradisinoal saja tetapi juga perlu adanya upgrade dalam aspek penerapan teknologi. Sehingga nanti pembelajaran tidak berfokus kepada guru tetapi juga berkolaborasi dengan siswa. Timbul kerja sama yang baik dan menghasilkan siswa yang juga unggul.

Tidak hanya fokus dalam nilai atau angka-angka saja, nilai kelulusan, nilai raport, mengedepankan nilai siswa, membentuk kelas akselerasi siswa yang memperlihatkan nilai-nilai siswa, tetapi juga lebih menyeimbangkan antara keterampilan siswa tersebut. Soft skill yang akan didapatkan sehingga menghasilkan generasi muda yang berkualitas bukan hanya dalam segi nilai saja. Perlu konsistensi, perlu rencana untuk bisa menjadikan siswa menjadi lebih istimewa dan berkualitas.

Begitu pula dengan Kepala Dinas Pendidikan Aceh Tamiang yaitu Drs. Abdul Muthalib yang secara tidak langsung menyetujui bahwasannya guru harus lebih memperhatikan keterampilan. Yang mana, dalam hal ini guru harus memberikan contoh yang baik dalam penerapan teknologi sehari-hari serta dalam pembelajaran.

Membangun kecerdasan masyarakat khususnya guru memiliki banyak cara agar lebih produktif selain dengan tetap mengajar secara online, salah satunya dengan mengikuti pelatihan serta webinar SahabatGuru yang harapannya dapat menghasikan output yang berguna bagi pembaljaran ke depannya sehingga guru dapat cakap dalam menghadapi era global. Mari menggunakan media ini meningkatkan kompetensi guru.

Webinar pendidikan ini dihadiri oleh beberapa pakar pendidikan yang menjadi pembicara inti, tak lupa juga sambutan special dari Johnny G.Plate sebagai Menteri Kominfo Republik Indonesia. Johhny berharap bahwa guru Indonesia bisa memanfaatkan webinar yang mengangkat topik “Optimalisasi sarana dan prasarana sekolah dalam mendukung digital and communication skills pada pembelajaran daring” ini karena memang guru sebagai stakeholder penting dalam pendidikan harus mendukung penuh penerapan media digital ataupun literasi digital agar peserta didik dapat terus bisa belajar dan literasi digtal tidak hanya penguasaan teknologi namun juga bermedia digital dan mampu mengaplikasikannya penuh tanggung jawab.

Dr. Himmatul memberikan sambutan untuk menjelasakan mengenai kontribusi aktif dari Apkasi dan SahabatGuru terkait pendidikan. Guru sebagai konsultan pembelajaran tentu menjadi peran yang sangat penting dari maju atau mudurnya pendidikan, Berdasarkan data sosialisasi,sudah  lebih dari 250 kabupaten yang bekerja sama dengan SahabatGuru serta Apkasi. Sementara itu, Yayasan Pendidikan Adiluhung Nusantara ini juga sudah mempunyai sekitar 160.000 alumni guru dan ASN, kemudian 180 kabupaten dan kota melalui pelatihan guru yang disediakan.

Anda bisa menonton ulang webinar ini di kanal youtube SahabatGuru untuk melihat materi lebih dalam yang disampaikan para pakar pendidikan sebagai pembicara dalam webinar kali ini.

REGINA MAHESWARI