Jenis Permainan yang Bisa Bantu Perkembangan Otak Anak

Bermain bersama anak banyak manfaatnya. Mempererat hubungan orang tua-anak sambil meningkatkan kecerdasan. Inilah satu sisi baik pandemi.

Jenis Permainan yang Bisa Bantu Perkembangan Otak Anak
Bermain bersama anak banyak manfaatnya [UNICEF-Dinda Veska]

PANDEMI Covid-19 mengharuskan kita untuk mengurangi mobilitas di luar rumah. Momentum ini bisa dimanfaatkan orang tua untuk kembali merapatkan hubungan dengan anak. Ada banyak cara yang bisa dilakukan. Bisa dengan melibatkan untuk membersihkan rumah, memasak bersama bahkan bermain bersama.

Bermain selain menyenangkan juga dapat memberikan stimulus bagi otak, khususnya pada anak-anak. Melalui pemilihan permainan yang tepat, orang tua dapat membantu perkembangan otak Si Kecil. Selain itu, orang tua juga dapat membangun hubungan yang lebih hangat dengan bermain bersama. Lalu, apakah semua permainan bisa membantu perkembangan otak sang buah hati? Berikut contoh permainan sederhana tapi bermanfaat untuk proses perkembangan anak.

1. Role Play

Mungkin jenis permainan yang satu ini sudah tidak asing di telinga para orang tua di rumah. Ya, bermain peran merupakan salah satu permainan yang secara efektif membantu perkembangan anak. Anak akan mencoba meniru semaksimal mungkin dengan tokoh yang dijadikan obyek. Seperti halnya seorang anak yang mencoba berperan sebagai guru, maka yang menjadi muridnya bisa saja boneka atau teman-teman bermain yang lain. Permainan ini mengasah kecerdasan sosial anak. 

2. Bermain Puzzle

Siapa sangka hanya menyusun rangkaian puzzle mampu menstimulus otak sang buah hati. Memacu kecerdasan lingual. Bermain puzzle dapat meningkatkan daya ingat, melatih kesabaran bahkan membantu anak dalam menyelesaikan masalah. Permainan ini juga bisa dilakukan secara bersama-sama dengan anggota keluarga yang lain. Dengan begitu orang tua bisa lebih mengakrabkan diri dengan anak. Sebaiknya puzzle yang digunakan disesuaikan dengan tingkat kemampuan masing-masing anak-anak.

3. Games with rules

Seperti namanya, games with rules merupakan salah satu jenis permainan yang mengharuskan para pemainnya mengikuti aturan yang ada. Seringkali permainan ini digunakan untuk berkompetisi sesama lawan main. Apabila salah seorang pemain melanggar aturan main maka dinyatakan kalah atau menerima hukuman. Permaian ini bisa berupa permaian yang sederhana atau permaian yang cukup rumit. Seperti halnya bermain catur.       

4. Bermain Lego.

Permainan yang tergolong klasik ini juga efekif untuk meningkatkan kecerdasan otak. Khususnya kecerdasan spasial. Anak akan menyusun rangkaian balok sesuai dengan petunjuk atau anak juga bisa menyusun balok sesuai dengan imajinasinya masing-masing. Bermain lego juga bisa melatih Si kecil untuk meningkatkan krativitas yang dimilikinya.

Nah itulah beberapa permaian yang bisa dijadikan pilihan ketika bersama Sang buah hati. Permaian di atas juga tidak membutuhkan ruang serta biaya yang besar. Semua jenis permainan di atas juga bisa dimainkan bersama-sama sehingga sangat cocok untuk meningkatkan keharmonisan keluarga selama berada di rumah. Tertarik untuk mencobanya?

INTAN ZUHROTUN