Kisah Guru Honorer Menabung 21 Tahun Agar Bisa Menunaikan Ibadah Haji 

Seorang guru honorer asal Kabupaten Bengkalis akhirnya berangkat menunaikan ibadah haji setelah menabung selama 21 tahun.

Kisah Guru Honorer Menabung 21 Tahun Agar Bisa Menunaikan Ibadah Haji 
Muhammad Said ( Foto dok. antaranews.)

sahabatguru.com. Seorang guru honorer asal Kabupaten Bengkalis akhirnya berangkat menunaikan ibadah haji setelah menabung selama 21 tahun. Adalah Muhammad Said Siregar yang terbang bersama bersama rombongan kelompok terbang 8 Embarkasi Hang Nadim Batam.


Muhammad Said berkisah bahwa keinginannya menunaikan rukun Islam kelima ini ada semenjak dirinya mengajar. Dirinya mulai menabung untuk berhaji sejak menjadi guru honorer tahun 1990 dan bisa mendaftar berhaji pada tahun 2011.


 ”Dengan kecapaian saya sebagai guru tahun 1990, itu dengan honor Rp25 ribu diangsur, yang Rp10 ribu disimpan, Rp15 ribu untuk belanja. Saat itu saya masih bujang," kata Said, yang sudah 32 tahun menjadi guru honorer.

Ia berkisah bahwa dirinya sudah sertifikasi tahun 2019. “ Jadi duit sertifikasi itu disisih sedikit demi sedikit (juga untuk tabungan haji)," tambahnya. Menurutnya ia harus mengatur pengeluarannya dengan ketat. Hal ini dilakukan agar bisa menyisihkan sebagian pendapatan untuk tabungan haji. "Terus saya catat dengan baik, mulai dari tanggal sekian saya catat (pengeluaran), begitu terus sampai 2011, sampai saya menghasilkan uang untuk daftar haji alhamdulillah," tambahnya seperti dilansir dari laman anatarnews.

Namun sedihnya menurut Said, honor yang sedikit itu kemudian itu harus dibagi-bagi untuk keperluan kita pribadi, untuk orang tua, dan tabungan.  Sebetulnya Said juga mendaftarkan istrinya untuk berhaji. Namun, sang istri meninggal dunia karena sakit kanker pada 2018. "Saya sendiri berangkat haji. Istri juga mendaftar haji tahun 2011 bulan November, pas tanggal pernikahan langsung daftar dua nama. Tetapi istri meninggal 2018, awal Januari, karena sakit kanker," katanya.


Selain guru sosiologi di Yayasan Pesantren Pendidikan Islam Bengkalis, Said juga berdagang pakaian dan menyisihkan sebagian hasil dagang untuk tabungan haji. Dalam keberangkatannya berhaji, Said menyiapkan bekal yang dibutuhkan untuk melaksanakan ibadah haji di Tanah Suci, termasuk suplemen vitamin untuk meningkatkan ketahanan tubuh. "Kalau kita lihat info dari media itu panasnya 46 sampai 48 derajat, jadi harapan kita bagi jamaah ini tentu harus adanya trik untuk melaksanakan ibadah. Jangan sampai kita drop di sana," katanya.***