DPRD Gunungkidul Dukung KKN UII Wujudkan Desa Wisata Budaya Petir
SahabatGuru - Satu Desa Satu Konsep (One Village One Concept) tengah dikembangkan Desa Petir yang terletak di Kecamatan Rongkop, Kabupaten Gunungkidul. Desa tersebut tengah merintis sebagai desa budaya dan wisata.
Programn perencanaan desa itu yang kemudian menjadi target pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta, yang ditempatkan di Desa Petir. Bukan tanpa alasan bila KKN UII di desa itu turut melaksanakan dan mematangkan program yang dikembangkan desa. Ini menjadikan KKN dari universitas di Yogyakarta tersebut terintegrasi dengan program di desa.
Desa Petir itu sendiri memiliki program Perencanaan Pemerintah Desa melalui desain program Konsep Pengembangan Desa yang terintegrasi. Melalui program itu desa mampu mengembangkan potensi unggulan berbasis pada originalitas desa tersebut.
“Jadi pelaksanaan KKN UII di Desa Petir terfokus pada melaksanakan program yang sesuai dengan perencanaan pemerintah desa melalui Konsep Pengembangan Desa. Dengan demikian, KKN benar-benar terintegrasi dengan target One Village One Concept dari desa tersebut,” kata Usmar Ismail, Pembimbing Lapangan KKN UII di Desa Petir saat beraudiensi dengan Pemerintah Kabupaten Gunungkidul, Selasa (27/8/2019).
Audiensi diikuti perwakilan mahasiswa UII angkatan 59 yang KKN di desa itu, Muhammad Farrel (ketua tim KKN), Dimas Septianto dan Thalya Alfiani Safira yang didampingi Himmatul Hasanah dari Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI). Audiensi juga dihadiri Sarju, Kepala Desa Petir bersama Jimin dan Siyono selaku Kepala Dukuh.
Audiensi ini memang yang pertama antara DPPM UII dan jajaran pemkab dan DPRD. Tetapi ini tindak lanjut dari dua pertemuan sebelumnya antara Bappeda Gunungkidul dan LIPI. Pertemuan dilakukan di Bappeda dan yang kedua di Desa Petir
Dari kampus diwakili Kepala Pusat KKN Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (DPPM) UII, Soni Laksono beserta dosen pembimbing Aden Wijdan SZ, dan Usmar Ismail, pembimbing lapangan KKN UII di Desa Petir.
Audiensi diterima langsung Asisten 1 Bupati Gunungkidul, Sudodo beserta jajaran. Tim bersama Himmatul dari APKASI juga melakukan audiensi dengan anggota dewan Gunungkidul. Mereka diterima langsung Ketua DPRD Gunungkidul, Endah Subekti Kuntaringsih beserta jajaran ketua fraksi.
Rintisan Desa Budaya
Dalam audiensi dijelaskan bila Desa Petir merupakan Rintisan Desa Budaya yang sedang menunggu penetapan dari Pemerintah Propinsi DIY. Desa itu rencananya dikembangkan dengan konsep Wisata Edukasi berbasis Budaya dan IPTEK. Salah satunya dengan pembentukan Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS). Menurut Soni Laksono bila semua berjalan sesuai rencana maka Desa Petir bisa menjadi Desa Wisata Budaya Petir atau disingkat DEWA PETIR Gunungkidul.
“Perlu dijelaskan pula KKN UII angkatan 58 ini merupakan angkatan pertama di Desa Petir. Kami tidak hanya mengangkat paket wisata edukasi berbasis budaya khas lokal, tetapi juga mengembangkan Potensi Alam Masterplan Bukit Buthak dengan konsep embung di atas bukit,” ujar Soni.
Menurut rencana, embung bukan hanya sebagai penampung air namun menjadi irigasi pengembangan pertanian di sekitar lokasi wisata. Konsep ini, demikian dijelaskan Soni, sejalan dengan ditetapkan Rongkop sebagai Kecamatan IPTEK.
Terkait dengan audiensi ini, Himatul dari APKASI menyampaikan bila itu merupakan pertemuan awal antara DPPM UII dan jajaran pemkab dan DPRD Kabupaten Gunungkidul. Menurut Hima, sapaannya, pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan yang sudah dilakukan dengan Badan Perencanaan Pembanguan Daerah (Bappeda) Gunungkidul dan LIPI.
“Audiensi ini memang yang pertama antara DPPM UII dan jajaran pemkab dan DPRD. Tetapi ini tindak lanjut dari dua pertemuan sebelumnya antara Bappeda Gunungkidul dan LIPI. Pertemuan dilakukan di Bappeda dan yang kedua di Desa Petir,” ujar Hima.
Audiensi disambut baik dan mendapat apresiasi oleh jajaran Pemerintah Kabupaten dan DPRD Gunung Kidul. Apalagi ini sebagai langkah awal kemitraan antara pemerintah, DPRD dan Perguruan Tinggi melalui KKN UII dalam proses pengembangan desa di Kabupaten Gunungkidul.
What's Your Reaction?






