Guru-Guru Bogor Pelajari Strategi Menghadapi Learning Loss Akibat Disrupsi Pendidikan di Era Digital

Penguasaan kompetensi di bidang teknologi sangat perlu dikuasai oleh guru-guru Bogor. Penyampaian materi yang dipadupadankan dengan komunikasi interaktif akan menciptakan pola pengajaran yang berkualitas.

Guru-Guru Bogor Pelajari Strategi Menghadapi Learning Loss Akibat Disrupsi Pendidikan di Era Digital
Webinar Pendidikan Kabupaten Bogor (sahabatguru)

Guru-guru di Kabupaten Bogor telah mengikuti Webinar Pendidikan SahabatGuru yang mengundang Menteri Kominfo RI Johnny G. Plate, Dewan Pengurus APKASI Bupati Oku Timur H. Lanosin, S.T., Bupati Bogor Hj. Ade Yasin, S.H., M.H., serta Staf Ahli APKASI Bidang Pendidikan dan Kebudayaan Dr. Himmatul Hasanah, M.P. Webinar ini terlaksana pada Sabtu (16/10) secara daring melalui Zoom dan YouTube SahabatGuru.  

Webinar yang membahas “Strategi Menghadapi Learning Loss Akibat Disrupsi Pendidikan di Era Digital” mendatangkan narasumber yang ahli di bidangnya, Guru Besar Teknologi Informasi UNY Prof. Dr. Herman Dwi Surjono, M.Sc., MT., Ph.D., serta Pengembang Inovasi Pendidikan dan International Certified Trainer in Education for Asia Drs. Djohan Yoga, M.Sc., MoT., Ph.D.

Melalui sambutannya, Hj. Ade Yasin, S.H., M.H. sebagai Bupati Bogor menjelaskan berbagai langkah Pemerintah Bogor untuk memberikan fasilitasi pendidikan bagi para guru dan siswa. Bogor juga berbangga hati karena ada guru di salah satu SD Kecamatan Caringin yang dinobatkan sebagai Duta Sains Nasional oleh Kemendikbud.

“Salah seorang guru di SDN Nanggeleng, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor telah berinovasi di bidang Higher Order Thinking Skills melalui penerapan konsep belajar daring yang bisa dijadikan dasar untuk pengembangan pembelajaran interaktif dan futuristik. Sehingga, ia dinobatkan oleh Kemendikbud sebagai Duta Sains Nasional. Ini adalah kabar membahagiakan buat kami,” jelas Ade Yasin.

Penguasaan kompetensi di bidang teknologi sangat perlu dikuasai oleh guru-guru Bogor. Penyampaian materi yang dipadupadankan dengan komunikasi interaktif akan menciptakan pola pengajaran yang berkualitas.

“Pesan saya, terus kembangkan diri dan berinovasi, menjadi guru yang mampu membangun budaya positif, menginspirasi, menjadi teladan, dan menjadikan murid-murid yang teladan dan berakhlak mulia. Melalui pendidikan berkualitas, kita bangun masa depan bangsa. Makin cakap digital, Indonesia makin maju,” tutup Bupati Bogor.

Kabar baik disampaikan oleh Dr. Himmatul Hasanah, M.P. sebagai Staf Ahli APKASI Bidang Pendidikan dan Kebudayaan. Beliau menyampaikan komitmen APKASI yang akan tetap konsisten dan komitmen membersamai daerah dalam mewujudkan pendidikan yang lebih baik dan berkualitas di Indonesia. APKASI bersama Yayasan Adiluhung Nusantara melalui platform SahabatGuru terus bersinergi meningkatkan kualitas guru di era 4.0 melalui peningkatan literasi digital yang dikemas melalui webinar pendidikan gratis bagi para guru.

Kominfo juga turut memfasilitasi literasi digital bagi para guru sebagai demi menuju masyarakat cakap digital sebagai model adaptasi pada perubahan besar dalam tatanan masyarakat. Literasi digital tidak hanya berfokus pada penguasaan digital, tetapi juga mampu bermedia digital dengan penuh tanggung jawab. Guru menjadi elemen penting dalam tatanan masayrakat yang seyogyanya memiliki kemampuan digital yang mumpuni. Kominfo terus menggelorakan gerakan program literasi digital nasional. Indonesia makin cakap digital yang dilaksanakan serentak melalui pelatihan digital di 514 kabupaten/kota di seluruh penjuru tanah air.

Harapan Bupati Bogor telah terwujud dengan diadakannya webinar untuk guru-guru di Kabupaten Bogor ini. Dengan narasumber hebat Prof. Dr. Herman Dwi Surjono, M.Sc., MT., Ph.D., dan Drs. Djohan Yoga, M.Sc., MoT., Ph.D., guru-guru akan diterangkan secara detail tentang  strategi menghadapi learning loss akibat disrupsi pendidikan di era digital. Lebih lanjur, para guru juga dapat memanfaatkan platform SahabatGuru sebagai fasilitas gratis untuk meningkatkan kompetensi guru agar lebih cakap bermedia digital, cakap numerasi, dan berkarakter.

 ANIS SAFITRI