Menjadi Guru yang Inspiratif dan Profesional? Siapa Takut!

Menjadi Guru yang Inspiratif dan Profesional? Siapa Takut!
Ilustrasi guru inspiratif dan profesional

Guru merupakan komponen paling penting dalam keberlangsungan suatu bangsa. Guru memegang peranan penting untuk mendidik anak bangsa supaya mewujudkan cita-cita bangsa. Tentu kualitas guru menjadi sangat penting diperhatikan demi memunculkan generasi penerus yang unggul dan berdaya saing.

Seorang guru harus selalu mengembangkan dirinya untuk bisa mengajar secara kreatif, inspiratif, dan cerdas agar memiliki kelebihan untuk memenuhi tuntutan zaman yang semakin kompleks. Oleh sebab itu diperlukan guru yang inspiratif. Mengutip dari tulisan Ushani yang berjudul Indikator Guru Inspiratif dan Profesional yang di unggah di Scribd. Guru yang menyampaikan PAIKEM (Pembelajaran Aktif, inovatif, kreatif, efektif dan menyenangkan) berperan sebagai seorang guru yang inspiratif. Ia menyampaikan beberapa kriteria standar guru inspiratif dan profesional. 

1. Menguasai Materi Pembelajaran
Guru harus memiliki penguasaan materi pembelajaran dan harus memiliki keyakinan bahwa ia menguasai materi pembelajaran (Self efficacy). Efikasi diri merupakan keyakinan seseorang berkompetensi dalam bidang keilmuan. Hal ini berguna agar guru dapat mengelola emosi dirinya sehingga dalam mendidik ia akan lebih termotivasi untuk mengembangkan berbagai media dan dapat menyampaikan materi dengan baik dengan contoh kasus yang mudah dipahami.

2. Menggunakan Kemampuan Mengajar dengan Tepat
Guru selanjutnya harus bisa menggunakan dengan tepat kemampuan mengajar dan belajar. Pendidik perlu memahami karakteristik murid dan menyesuaikan pendidikan yang digunakan dan menyesuaikan metode yang di pakai dalam pembelajaran. dengan pendekatan yang sesuai, murid akan tertarik untuk mengetahui materi yang disampaikan sehingga pembelajaran jadi optimal.

3. Memecahkan Masalah
Guru mampu memecahkan masalah berkaitan dengan intruksional pembelajaran. Seorang guru tidak cukup hanya dengan pengetahuan formal yang diperoleh dari bangku sekolah tentang metode mengajar, tetapi guru juga membutuhkan pengetahuan implisit mengenai cara mentransfer ilmu yang dimiliki pada murid. Guru butuh pemaknaan terhadap pengalaman yang dimiliki untuk membangun pengetahuan implisit. Semakin banyak pengalaman yang dimiliki, semakin mudah untuk mengenali dan memecahkan masalah dalam proses pembelajaran.

4. Improvisasi
Guru harus mampu melakukan improvisasi. Kemampuan improvisai berkaitan dengan kepekaan guru dalam menanggapi situasi pembelajaran. Guru dituntut peka terhadap aksi dan reaksi murid dan situasi kelas. Apabila situasi kurang kondusif maka guru yang peka akan secara sadar dan sukarela mengganti dengan pendekatan yang lebih sesuai.

5. Memonitor Pembelajaran
Guru memonitor pembelajaran. Guru berupaya menjaga fokus murid dalam pembelajaran yang sedang berlangsung, hingga materi yang disampaikan diserap murid dengan maksimal. Dalam hal ini, guru perlu memonitor dengan cara mengemukakan pertanyaan-pertanyaan kepada murid hingga murid akan merasa terundang untuk berinteraksi dalam proses pembelajaran.

6. Bertindak by Data
Guru harus bertindak berdasarkan data. Guru dasarnya mirip halnya dengan peneliti. Bagi seorang guru, setiap data juga harus atau perlu dijadikan hipotesi yang perlu diuji kebenarannya. Data yang diperoleh pihak sekolahan mengenai kondisi murid tidak selalu bisa dijadikan patokan untuk semester berikutnya. Atas dasar demikian, saat menyusun materi pembelajaran, guru harus jeli dalam menyiapkan hipotesis mengenai murid, pembelajaran dan situasi kelas. Persepsi guru terhadap murid sangat mempengaruhi prestasi belajar murid. guru yang memulai kelas dengan persepsi buruk terhadap murid, cenderung akan melakukan tindakan yang merugikan murid.

7. Guru Respek terhadap Orang Lain 
Guru harus membesarkan hati murid, sehingga menumbuhkan respek dari murid dan masyarakat. Kepedulian seorang guru dapat menumbuhkan kembali semangat belajar muridnya. Guru hendaknya mampu menjalin hubungan horizontal dengan murid, sesama guru, dan masyarakat.

8. Berjiwa Pendidik
Guru harus berjiwa pendidik. Guru dilahirkan seakan untuk mengabdikan dirinya kepada upaya meningkatkan kualitas putra-putri bangsa. Untuk mengemban semua itu, guru perlu memiliki ketulusan. Ketulusan itu tercermin dalam kehidupan sehari-hari, guru yang dikagumi setiap murid merupakan guru yang tidak hanya pandai memilih kata, tetapi intonasi, nada suara, serta bahasa tubuh yang ia terapkan mampu mempesona muridnya.

9. Memfasilitasi Murid tentang Komplesitas
Guru harus memfasilitasi murid agar lebih memahami kompleksitas dan mencapai prestasi tinggi. Seorang murid masih memiliki pengetahuan yang terbatas, satu permasalahan hanya dipandang dari satu prespektif saja. Berpikir kreatif pada murid diperlukan agar menghasilkan gagasan baru dengan memiliki banyak sudut pandang. Guru harus mengajak murid berpikir secara mendalam, karena pembelajaran mendalam melibatkan kemampuan berpikir, menganalisis dan sehingga menemukan makna. Dengan demikian murid diharapkan mengembangkan kemampuan untuk memahami sekaligus memecahkan masalah yang lebih kompleks.

Prestasi murid merupakan salah satu kebanggaan guru. Pada saat mulai pembelajaran mungkin tidak semua murid siap secara fiksi atau psikologis untuk menerima materi. Tetapi guru yang sportif menemukan cara untuk membuat murid tertarik dan tertantang terhadap materi pembelajaran. Hal tersebut tergantung guru dalam bagaimana ia memberikan apresiasi pada murid sehingga memantik murid untuk semangat belajar.

Referensi:
https://id.scribd.com/document/374103546/Indikator-Guru-Inspiratif-Dan-Profesional