Menkominfo dan Pemkab Sragen Dukung Penguasaan Literasi Digital Guru

Menkominfo dan Pemkab Sragen Dukung Penguasaan Literasi Digital Guru

SahabatGuru – telah mengadakan webinar pendidikan Kabupaten Sragen pada Rabu (24/11).  Webinar yang diselenggaran secara virtual ini mengusung tema “Pentingnya Penguasaan Literasi Digital Guru Melalui Platform Pembelajaran Modern“. Dihadiri oleh anggota komisi 3 DPR RI Eva Yuliana, M.Si, Bupati Kabupaten Sragen Dr. Hj. Kusdinar Untung Yuni Sukowati, Proffesional public speaker Nindy Gita. Webinar kali ini juga mendatangkan pembicara-pembicara yang ahli dalam bidanganya seperti Researcher Paramadina Public Policy Septa Dinata A,S., M.SI,  Pegiat Kewirausahaan Sosial Yuni Mustani, Ketua Anggota Komisi Kajian Ketatanegaraan MPR RI Dedi Ramanta, S.H , dan Resource Person SEAMEO SEAMOLEC Dona Octanary, M.Pd. 

Dalam dunia pendidikan, penguasaan literasi digital oleh guru sangat penting dikuasai mengingat kondisi saat ini yang memungkinkan pembelajaran dilakukan secara digital. Guru sebagai penuntun generasi penerus bangsa dituntut untuk menguasai literasi digital demi menjaga kualitas masa depan bangsa. Pada webinar kali ini pentingnya penguasaan literasi digital dijelaskan dalam 4 pilar materi yang terdiri dari materi digital safety, digital skill, digital etic, dan digital culture. Keempat materi disampaikan secara lugas dan mudah dimengerti. 

Researcher Paramadina Public Policy Septa Dinata A,S., M.SI menyampaikan materi digital safety. Menurut Septa, pembelajaran digital yang memanfaatkan platform sosial media secara tidak langsung  menuntut siswa untuk memberikan identitasnya seperti nama, kelas, absen dan nomor siswa. Hal tersebut sangat beresiko karena dapat dilihat oleh seluruh pengguna sosial media. pembelajaran yang memanfaatkan platform-platform modern harus memperhatikan keamanan digital. Jadi kalau bisa, data yang bersifat privasi ditaruh di device yang berbeda agar tidak disalahgunakan oleh orang yang tidak bertanggungjawab. 

Banyak yang harus diperhatikan dalam pembelajaran berbasis digital agar anak tetap merasa aman dan nyaman. Kenyamanan dan ketersampaian materi dalam belajar tergantung dari kemampuan guru dalam kecakapan komunikasi. Pegiat Kewirausahaan Sosial Yuni Mustani menyampaikan bahwa anak-anak harus diutamakan kenyamanan belajarnya, sehingga guru harus mengutamakan kecakapan komunikasi agar anak nyaman dalam belajar. Guru harus mampu menjadi fasilitator yang komunikatif yang mampu mengakomordir kegalauan dalam belajar.

Adanya paradigma baru dalam dunia pendidikan dengan melibatkan teknologi dalam pembelajaran membuat apa yang dilihat anak semakin luas. Ketua Anggota Komisi Kajian Ketatanegaraan MPR RI Dedi Ramanta, S.H menyampaikan bahwa kita ada di dalam dunia dimana pendidikan kita luas sekali karena kita hidup dalam dunia internet. Teknologi sebagai produk kebudayaan sudah semestinya digunakan untuk memajukan kehidupan berbudaya namun sejatinya juga memberikan dampak positif dan negatif, tergantung cara dan penggunaannya. Karena alam sekolah kita jauh lebih luas dengan beragam konten di dalamnya tentu kita harus menjadikan teknologi sebgai khasanah pengajaran kita. Kemampuan individu dalam memilih dan memilah informasi lantas menjadi hal yang mendesak. Maka penting meletakkan literasi digital menjadi signifikan relevansinya sebagai komplementer, tetapi sebagai program prioritas bersama dalam upaya edukasi dan advokasi pengguna internet.   

Disisi lain Resource Person For Seamolec Online Training Dona Octanary, M.Pd menyampaikan bahwa belajar merupakan suatu perjalanan, perjalanan tersebut memerlukan adanya keterampilan guru dengan melibatkan teknologi dalam pembelajaran jarak jauh agar menumbuhkan budaya digital. Budaya digital sangat penting karena dapat memecah hierarki dan mempercepat pekerjaan serta mendorong adanya inovasi baru dalam dunia pendidikan. 

Penguasaan literasi digital tidak hanya memerlukan kemauan yang gigih namun juga membutuhkan kemampuan dalam pengoperasikannya. Jika guru dirasa kurang mampu dalam pengoperasian teknologi pada pembelajaran guru dapat berkolaborasi dan belajar dari orang yang lebih ahli. Bagaimanapun juga, kondisi memaksa guru untuk dapat melibatkan teknologi dan menguasai literasi digital. Adanya webinar Sahabat Guru tersebut, diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi guru-guru di kabupaten sragen untuk menguasai literasi digital.

Aulia Arifka