Murid Hobi Nyontek? Jangan Marah, Ini Dia Solusinya

Murid Hobi Nyontek? Jangan Marah, Ini Dia Solusinya
Gaya nyontek siswa SMA [hipwee]

MENYONTEK merupakan salah satu tindakan curang dan akan berdampak buruk pada perkembangan siswa kelak. Ketika ditanya, ada berbagai alasan klasik mengapa siswa menyontek. Salah satunya, siswa merasa kurang percaya diri ketika nilainya jelek, lalu takut orang tua marah, dan sebagainya. Guru memiliki tugas untuk mendidik para siswa, tentunya harus mampu memberikan solusi ketika menjumpai siswa yang menyontek.

Berikut solusi yang bisa dilakukan oleh guru.

1. Menumbuhkan rasa percaya diri terhadap siswa

Seorang siswa yang merasa malu ketika mendapatkan nilai yang jelek, akan mencoba segala cara untuk menghilangkan rasa malu tersebut. Banyak siswa yang ingin hasilnya instan, maka jalan keluarnya ialah menyontek.

Hal yang bisa seorang guru lakukan ialah membangun kembali rasa percaya diri siswa dan menasihatinya untuk lebih giat belajar jika ingin memperoleh nilai yang bagus. Cara ini akan lebih positif jika dibandingkan dengan guru yang memarahi siswa karena menyontek. Melalui rasa percaya diri yang dimiliki oleh siswa, maka akan mengurangi keinginannya untuk menggunakan jurus nyontek di kemudian hari.

2. Memberikan pemahaman dan dampak buruk dari menyontek

Memberikan pemahaman mengenai dampak buruk dari menyontek juga bisa dilakukan oleh guru. Jelaskan pada siswa secara perlahan bahwa bahaya menyontek ini bisa membuat mereka kurang percaya diri, terbiasa melakukan ketidakjujuran, tidak bertanggung jawab dan malas belajar. Berikan pemahaman pada siswa bahwa nilai yang bagus jika tidak diiringi dengan pemahaman yang bagus pula, tidak akan berguna. Dengan mengetahui dampak buruk dari menyontek lambat laun siswa akan mulai berubah.

3. Memotivasi siswa

Jangan memarahi siswa ketika menyontek atau melakukan kesalahan yang lain. Geram, kecewa, melihat siswa melakukan kesalahan. Marah bukanlah solusi yang tepat untuk menegur siswa. Guru bisa menanyakan terlebih dahulu mengapa siswa tersebut melakukan kesalahan. Setelah mendengar alasan mengapa ia melakukan kesahalan, guru bisa mencarikan jalan keluar yang tepat.

Motivasi yang diberikan guru pada siswa yang menyontek atau melakukan kesalahan dinilai lebih efektif daripada harus memarahi siswa. Melalui motivasi tersebut, harapannya siswa tidak mengulangi kembali kesalahan yang sama.

4. Memperbaiki persepsi orang tua tentang prestasi akademis

Pandangan orang tua terhadap prestasi akademik juga menjadi salah satu faktor mengapa siswa mengambil jalan pintas menyontek di sekolah. Banyak orang tua yang menuntut anaknya untuk mendapatkan nilai yang sempurna di setiap materi pelajaran, tanpa mengetahui kemampuan sang anak. Tuntutan tinggi orang tua ini akan menjadi beban tersendiri bagi anak.

Di sinilah tugas penting guru untuk memperbaiki pandangan orang tua tetang apa yang dimaksud dengan prestasi akademik itu. Memberi pemahaman kepada orang tua. Memang sering kali kita jumpai orang tua yang kurang memahami bakat yang dimiliki oleh anaknya. Oleh karena itu, sebagai seorang guru harus bisa memberikan pemahaman kepada orang tua bahwa tidak semua anak memiliki bakat dan kemampuan dalam bidang akademis.

Itulah cara-cara yang bisa dilakukan oleh guru ketika menjumpai siswa menyontek di kelas. Semoga bermanfaat.

INTAN ZUHROTUN