Pembelajaran Asyik dan Ramah Anak

Pembelajaran Asyik dan Ramah Anak
Kak Aji Syafa dan Dr. Das Salirawati, M.Si di 'Webinar Pendidikan Kabupaten Pamekasan'.

Saat ini dalam menghadapi segala sesuatu perlu untuk dihadapi secara positif. Hal ini dikarenakan energi positif akan membuka semua pintu, baik pintu ilmu, rejeki, pershabatan, kemuliaan, dan kebahagiaan.

Terdapat penemuan yang mengungkapkan bahwa di setiap harinya terdapat 12-60 ribu pikiran manusia, 80% berisfat negatif yang bisa membahas mengenai masa lalu dan mengulang hal yang sama. Sedangkan, pikiran positif hanya sebesar 20% yang membahas mengenai masa depan.

Menjadi Smart Teacher

Guru perlu untuk menjadi 'smart teacher' yang terdiri dari kemampuan berpikir, merasa, dan keyakinan bahwa bisa melakukan segala sesuatu. Untuk mengawali hari agar terdapat energi positif, wajib memulai dengan senyuman. Guru juga perlu percaya bahwa setiap anak dilahirkan jenius, cerdas, dan pintar. Tidak terdapat anak yang bodoh dan nakal melainkan unik dan kreatif.

Penelitian Chapman University, US (2016) mengungkapkan bahwa sebanyak 25% takut terhadap public speaking. Public Speaking sangat erat kaitannya dengan komunikasi, bagaimana berbicara di depan banyak orang, dan bagaimana menyampaikan sesuatu yang dapat dengan mudah untuk dipahami. Dunia public speaking dapat dibagi menjadi dua yaitu konten (isi materi) dan konteks (penyampaian konten). Selain itu, untuk memiliki kemampuan Public Speaking terdapat 3 hal penting yaitu mental, teknik, dan teknologi.

Kak Aji Syafa mengungkapkan bahwa perlu berhati-hati dalam berkata, karena hal ini dapat menghidupkan dan mematikan hati seseorang. Selain itu, dengan kata-kata dapat merubah pikiran seseorang dan memengaruhi pengambilan keputusan, sehingga dapat berdampak pada tindakan yang dillakukan. Hal ini sangat penting karena dapat memengaruhi masa depan dan kehidupan seseorang.

Manusia perlu meningkatkan kemampuan komunikasi karena komunikasi merupakan seni. Kata-kata umumnya hanya dapat mempengaruhi seseorang sebanyak 7%, namun dengan penyampaian yang menarik maka dapat lebih memotivasi dan mempengaruhi siswanya. Seni dapat terasa ketika dari penyampainnya terdengar smiling voice. 

Terdapat dua macam mental yaitu mental block internal dan mental block eksternal. Mental block internal terdiri dari rasa yang muncul dari diri sendiri seperti grogi, takut gagal, gugup, malu, stres, minder, blank, dan lain-lain. Sedangkan, pada mental block eksternal disebabkan dari luar diri seperti banyak massa, kualitas kompetitor, takut dinilai atau dihakimi, eksperesi tidak menyenangkan, dan lain-lain.

Salah satu cara untuk menangani masalah tersebut adalah EFT atau emotional freedom technique yang terdiri dari set up, tune in, dan tapping. Set up merupakan kalimat pasrah yang dilakukan dengan menyebutkan masalah mental yang sedang dirasakan lalu ucapkan bahwa kita ikhlas dan pasrah. Setelah itu, sebutkan harapan yang diinginkan ketika akan public speaking. Hal ini diucapkan berkali-kali dengan menepuk beberapa bagian tubuh seperti ujung kepala, bawah mata, bawah ujung alis, bawah hidung, bawah mulut, bagian tulang selangka, samping telapak tangan dan bagian bawah ketiak.

Kak Aji Syafa mengungkapkan bahwa dalam teknik public speaking sangat berkaitan dengan powerfull communication. Komunikasi terdiri dari 3 dasar penting yaitu verbal, vocal, dan visual. Verbal merupakan kata dan kalimat yang seseorang bicarakan dimana dapat mempengaruhi audiens hanya 7%. Vocal adalah intonasi, artikulasi, aksen, dan sebagainya dapat mempengaruhi audiens sebanyak 38%. Sedangkan visual adalah body language seseorang ketika menyampaikan sesuatu dan memiliki pengaruh lebih besar sebanyak 55%.  

Terdapat 6 aspek perkembangan pada anak yaitu nilai agama dan moral, kognitif, fisik motorik, bahasa, seni, dan sosial emosional. Musik juga dapat membawa manfaat bagi anak yaitu mampu menstimulasi bagian otak yang berhubungan dengan membaca, matematika, dan perkembangan emosional. Selain itu, juga dapat melatih ingatan anak, membantu perkembangan anak dalam hal sosial, mampu melatih anak mengekspresikan preasaan dan empatinya, serta mengembangkan kreativitas anak.

Kak Aji Syafa juga mengunkapkan terdapat teknik vokal bernyanyi yaitu merupakan cara memproduksi suara yang baik dan benar sehingga suara yang keluar terdengar jelas, merdu, nyaring, dan indah. Hal yang penting adalah tidak perlu bagus namun secukupnya yaitu tidak fals. Sebelum vokal juga perlu untuk melakukan pemanasan yaitu dengan olahraga mulut, latihan pernafasan, power suara, humming, dan artikulasi.

Untuk menciptakan lagu diperlukan 3 modal dasar yaitu kemampuan mendengar, kemampuan bernyanyi, dan kemampuan menulis. Lalu perlu menggunakan 3 teknik dalam menciptakan lagu yaitu notasi, meminjam nada, dan melagu syair. Setelah itu siapkan aplikasi digital pendukung seperti perfect piano, Hi-Q free rec, kine master, dan lain-lain.

Anak dapat diumpakan bagai buku yang tidak pernah habis dibaca, karena setiap saat halamannya dapat bertambah dan berubah. Maka dari itu, segala hal yang menyangkut pendidikan anak hendaknya dilakukan secara bertahap terus-menerus, dan berkesinambungan. Tidak terkecuali dalam pengembangan karakter.

Kata-kata "pendidikan sepanjang hayat" dan "pendidikan anak sejak usia dini" sesungguhnya tak lain untuk menegaskan urgensi perhatian terhadap pendidikan anak itu sendiri. Anak bukanlah orang dewasa mini, mereka memiliki keterbatasan dan dunia sendiri yang khas, sehingga untuk menghadapinya membutuhkan kesabaran, pengertian, serta toleransi yang mendalam.

Pentingnya Terobosan Mengajar Era Digital

Dunia anak merupakan dunia bermain yang dipenuhi oleh kegembiraan, spontanitas, dan menyenangkan. Masa ini juga merupakan masa anak sedang berada di dalam tahap tumbuh secara fisik dan berkembang secara psikologis. Hal tersebut juga merupakan salah satu pembentukan tingkah lakunya dengan meniru, maka dari itu lingkungan sangat berpemgaurh pada masa tumbuh kembang anak.

Dr. Das Salirawati, M.Si mengungkapkan bahwa anak-anak masih berada di usia belia sehingga memiliki keterbatasan dalam pembelajaran. Guru tidak boleh memaksa anak untuk menguasai sesuatu materi dan harus hati-hati dalam penyampaiannya agar anak tidak merasa tertekan. Ciptakan suasana pembelajaran yang menyengakan terlbih di masa pandemi ini dan anak harus tetap belajar secara daring/online.

Pembelajaran daring membuat sebagian besar anak mengatakan bahwa belajar daring di rumah bukanlah hal yang menyenangkan bagi mereka, hal ini dikarenakan selain tidak dapat bertemu dengan teman-temannya, juga tidak dapat bercanda dan bermain dengan temannya, bahkan ada yang menangis karena rindu guru dan teman-temannya.

Bagi sebagian besar anak belajar di rumah sangat menyiksa dan membosankan. Semua serba tidak enak, merasa hidupnya tidak seindah dulu seakan kebahagiaannya sekolah selama ini terenggut seketika, apalagi jika guru terlalu banyak memberi tugas, pembelajaran tidak variatif, tidak ada celah bahagia dalam belajar, dan kreativitas guru tumpul.

Maka dari itu, di masa pandemi harus ada terobosan cara mengajar lewat daring yang kreatif dan inovatif sebagai solusi jitu untuk mengatasi kejenuhan anak belajar yang hanya berisi tugas-tugas yang tidak menyenangkan hatinya. Guru harus mampu mengemas pembelajaran daring dalam kegiatan yang menyenangkan, menarik, dan ada sentuhan bermainnya yang sesuai dengan dunia anak.  

Materi pelajaran akan tahan lama dalam ingatan ketika proses pembelajaran dikaitkan dengan emosi positif yang kuat dan berupa kegembiraan dalam belajar. Maka dari itu, guru harus mampu menciptakan pembelajaran yang menyenangkan atau joyfull learning yaitu menciptakan suasana belajar yang segar dan jauh dari perasaan tertekan. 

Pengalaman sebagai guru disertai ketulusan hati untuk membimbing anak didiknya maka seharusnya guru mampu menghadirkan kebahagiaan dalam proses pembelajaran sehingga terjalin interaksi yang akrab antara guru dan anak didik dalam suasana yang ceria namun tetap terdapat nilai edukatifnya.

Dr. Das Salirawati, M.Si menyarakan agar guru dapat mencoba menerapkan metode pembelajaran yang baru dimana mengandung permainan/sesuatu yang baru dan menyenangkan sehingga tanpa terasa anak dibawa dalam suasana belajar yang tidak disadarinya. Guru harus menyadari otak manusia bukan mesin yang dapat disuruh berpikir tanpa henti, sehingga perlu pelemasan dan relaksasi.

Menciptakan suasana yang menyenangkan dapat dilakukan seperti misal mengaitkan suatu konsep sederhana dengan kehidupan anak. Otak anak menyukai hal yang bersifat tidak masuk akal, multicolour, multi dimension, asosisi, imajinasi, simbol, musik, dan nomor/urutan. Sehingga, guru harus dapat merancang apa yang sebaiknya diberikan kepada anak didik agar otak anak dapat menyukainya.  

Kepiawaian guru dalam mengemas aktivitas menyenangkan tentu hanya dapat diperoleh jika guru memiliki kemauan dan kemampuan menggali ilmu secara terus-menerus melalui membaca dan menelusuri kemajuan teknologi informasi melalui internet. Sehingga, dapat memperkaya kognitif dalam menciptakan berbagai strategi mengemas pembelajaran menjadi menarik dan menyenangkan.

Strategi pembelajaran menyenangkan yang dapat dilakukan oleh para guru adalah belajar dengan bermain, bernyanyi, dan memanfaatkan media. Selain itu, juga dapat dilakukan dengan mengemas pembelajaran dengan menggunakan aktivitas yang menyenangkan sehingga mampu membangkitkan otak untuk merespon dengan baik. Selain itu, dapat dengan menciptakan dan memberikan permainan dengan variasi warna dan bentuk, mempelajari sesuatu melalui puisi, lagu, teka-teki, atau sosio drama.

Dr. Das Salirawati, M.Si menutup webinar dengan kutipan menyentuh yaitu "Jadilah seperti lilin dalam kegelapan, cahayamu yang tak seberapa terang tetapi mampu diteruskan kemana-mana oleh lilin yang lain" yang artinya adalah meskipun perubahan yang dilakukan para guru tidak seberapa, namun bisa menular dan diteruskan kepada guru-guru lain.