Serius! Kasus Pelecehan Seksual di Sekolah Makin Meningkat!

Serius! Kasus Pelecehan Seksual di Sekolah Makin Meningkat!
sumber: detik.com

Kasus kekerasan seksual di lingkungan pendidikan melonjak sepanjang tahun 2021, baik di lingkungan pendidikan formal ataupun non-formal (dikutip dari MetroTv). Dengan maraknya kasus kekerasan seksual ini sangat membuat masyarakat cemas terutama orang tua, anak selaku sebagai siswa disekolah dan juga pendidik. Hal ini sangat mengkhawatirkan, seharusnya sekolah menjadi tempat yang aman setelah rumah tetapi terkadang malah sebaliknya. Kasus kekerasan seksual di lingkungan pendidikan, harus lebih diberi perhatian.

sumber: siswaindonesia.com

Berdasarkan data di atas yang dikutip dari siswaindonesia.com, 67% korban pelecehan seksual adalah berjenis kelamin perempuan, 33% korban pelecehan seksual adalah berjenis kelamin laki-laki, dengan tingkat pelecehan seksual di dunia pendidikan 27% di universitas, 19% di pesantren, 15% di SMA/SMK. Perlu diketahui, terdapat banyak korban yang takut untuk melapor atas kejadian tersebut. Beberapa korban banyak yang merasa takut, malu, tidak tahu harus melapor ke mana dan kepada siapa, serta akan merasa bersalah jika melapor. Kemudian, pelaku kekerasan seksual tersebut adalah mereka yang seharusnya mendidik dan membimbing siswa di lingkungan pendidikan, dan mirisnya peristiwa ini kerap kali terjadi.

Perlu diketahui, kekerasan seksual dan pelecehan seksual adalah dua hal yang berbeda. Kekerasan seksual memiliki cakupan yang lebih luas, sedangkan pelecehan seksual merupakan termasuk kepada kekerasan seksual. Menurut Komnas Perempuan, setidaknya ada 15 perilaku yang bisa dikelompokkan ke dalam bentuk kekerasan seksual yaitu pemerkosaan, intimidasi seksual termasuk ancaman atau percobaan pemerkosaan, pelecehan seksual, eksploitasi seksual, perdagangan manusia degan tujuan untuk seksual, prostitusi paksa, perbudakan seksual, pemaksaan dalam perkawinan, pemaksaan kehamilan, pemaksaan aborsi, pemaksaan kontrasepsi, penyiksaan secara seksual, penghukuman yang tidak manusiawi dan bernuansa seksual, praktik tradisi yang bernuansa seksual yang dapat membahayakan atau mendiskriminasi, dan kontrol seksual.

Maraknya kasus pelecehan seksual ini membuat Menteri PPA (Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan) Bintang Puspayoga anak angkat bicara. Beliau menghimbau orang tua agar bertindak dalam mencegah dan juga menangani kekerasan di Lembaga Pendidikan. Beliau juga menekankan bahwa pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di Lembaga Pendidikan harus melibatkan semua pihak dari pengelola, pengajar dan orang tua.

Menurut beliau, kasus kekerasan seksual sangat sering terjadi belakangan ini dan menunjukkan pentingnya masyarakat agar berani untuk melaporkan kejadian tersebut kepada orang sekitarnya. Beliau juga mengatakan bahwa, jika semakin banyak yang melaporkan, akan semakin banyak juga yang akan terselamatkan dari kekerasan seksual.

Menteri Pendidikan, Nadiem Makariem mengatakan bahwa pandemi covid-19 mempengaruhi pada jumlah kasus kekerasan seksual. Beliau juga mengatakan bahwa data menunjukkan kerentanan perempuan mengalami kekerasan seksual, dan adanya peningkatan kasus kekerasan kepada perempuan sepanjang Januari hingga Juli 2021. Beliau pun berkomitmen dalam menghapuskan kekerasan seksual di lingkungan pendidikan, serta menyusun dan mengesahkan Permendikbudristek mengenai pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di lingkungan pendidikan.

Sebagai seorang guru yang baik, peristiwa di atas sebaiknya dijadikan pelajaran, serta kita harus selalu merangkul, mendidik, membimbing, menyayangi  dan memperhatikan siswa di sekolah. Pencegahan dan penanganan kasus kekerasan seksual harus menjadi prioritas utama dan jangan berikan celah sekecil apa pun untuk meloloskan pelaku dari hukuman yang berlaku di Indonesia. 

NADIA SHAFIRA

Sumber: Kompas.com, Metro Tv, & CNN Indonesia