Tantangan yang Dihadapi oleh Guru di Masa Pandemi 

Di masa pandemi ini semua kegiatan dilakukan secara daring. Salah satunya adalah kegiatan belajar mengajar. Hal ini menyebabkan munculnya tantangan yang harus dihadapi Guru dalam mengajar secara daring. Tantangan tersebut di antaranya adalah harus melek teknologi, jaringan internet, sarana siswa kurang memadai, membuat kelas yang kondusi, dan harus berinovasi dalam mengajar.

Tantangan yang Dihadapi oleh Guru di Masa Pandemi 
Ilustrasi Guru Mengajar secara Daring [freepik.com]

DI masa pandemi ini, tentu saja semua orang harus beradaptasi. Termasuk guru. Yang biasanya mengajar dilakukan secara bertemu langsung namun harus berganti dengan melakukan semua kegiatan secara online. Guru yang dulunya biasa mengajar dan membimbing anak-anaknya secara langsung, kini hanya sebatas mengajar dan mendampingi melalui zoom atau whatsapp. Hal ini tentu saja membuat Guru harus melakukan penyesuaian secara tiba-tiba. Bahkan tidak jarang perubahan ini membuat guru bingung atau lelah. Berdasarkan beberapa hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tantangan yang dihadapi Guru selama masa pandemi ini meliputi:

  1. Diharuskan untuk Melek Teknologi.

Untuk menghindari penyebaran Covid-19 segala hal harus dilakukan secara daring, salah satunya adalah kegiatan belajar mengajar. Para Guru harus segera beradaptasi untuk mengajar secara daring. Memang hal ini bukanlah suatu hal yang mudah untuk dilakukan. Namun, perubahan ini tidak membuat guru menyerah. Semakin lama guru mulai belajar untuk menggunakan berbagai aplikasi seperti Google Classroom, Google Meet, Zoom, dan lain-lain.

  1. Jaringan Internet.

Ketika semua kegiatan dilakukan secara daring tentu jaringan internet menjadi kunci utama agar pembelajaran daring dapat berjalan lancar. Namun sayangnya, tidak semua daerah sudah memiliki koneksi internet yang mudah dan lancar, sehingga hal ini menjadi salah satu kendala yang cukup berpengaruh pada menurunnya efektivitas kegiatan belajar mengajar.

  1. Sarana Pendukung Siswa Kurang Memadai.

Tidak semua anak memiliki teknologi untuk pembelajaran daring. Banyak anak yang tidak memiliki telepon pintar atau laptop sehingga harus meminjam orang tuanya, kakaknya, bahkan tetangganya. Padahal keluarga atau tetangga yang dipinjami itu juga membutuhkan telepon dan laptop tersebut untuk bekerja atau belajar. Hal ini menyebabkan anak tidak dapat mengikuti kelas secara utuh dan ilmu yang diberikan tidak tersampaikan dengan baik.

  1. Membuat Kelas yang Kondusif

Ketika di masa luring, guru harus memiliki kesabaran dalam mengatur dan menjaga suasana kondusif di kelas. Namun, ketika hal ini dilakukan secara daring tentu akan ada tantangan tersendiri. Guru harus tetap bisa menjaga anak-anak tetap kondusif namun tidak secara langsung. Apalagi di lain sisi, ketika guru mengajar secara daring, maka orang tua akan mengawasi secara tidak langsung karena kegiatan belajar dilakukan dari rumah. Situasi ini harus membuat para guru untuk meningkatkan kesabaran dan ketenangan dalam mengajar.

  1. Harus Berinovasi dalam Mengajar.

Munculnya peraturan dilarang berkerumun untuk mencegah penyebaran virus Covid-19 membuat para guru putar otak untuk terus mencari ide bagaimana cara membagikan ilmunya kepada anak-anak. Guru dituntut harus kreatif. Bahkan terdapat beberapa sekolah yang mulai mengadakan sekolah drive thru demi mencapai pembelajaran yang efektif namun tetap mematuhi protokol kesehatan.  

Di daerah yang masih kesusahan internet dan kurangnya teknologi membuat guru harus mencari alternatif lain, yaitu dengan tidak melakukan pembelajaran di sekolah namun para muridnya dibagi menjadi kelompok kecil (hanya berisi 5 anak). Model kelas bergiliran ini membuat guru harus menjelaskan materi yang sama secara berulang-ulang selama seminggu. Tentu hal ini menghabiskan banyak waktu dan tenaga, namun guru-guru tetap melakukan demi mengajar para muridnya.

Nah, dari pembahasan di atas kita dapat mengetahui bahwa usaha dan kerja keras guru di masa pandemi ini tidak ada duanya. Mereka terus belajar dan tetap bersemangat untuk memberikan pembelajaran yang semakin efektif walaupun dengan metode yang berbeda-beda.

 DAMAYANTI INDAH

REFERENSI

Annisa, A. (2021). Tantangan Guru dalam Proses Pembelajaran Daring di Masa Pandemi Covid-19. Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Universitas Riau. pp. 1-9.  

Yuhana, Y. (2020). Tantangan Guru Profesional dalam Melaksanakan Proses Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan FKIP, 3(1): 283-288.