Tidak Pernah Ada Rencana Hilangkan Pelajaran Agama

Jun 21, 2021 - 06:26
Oct 1, 2021 - 11:10
 0
Tidak Pernah Ada Rencana Hilangkan Pelajaran Agama

SahabatGuru - Tidak ada rencana pelajaran agama dihapuskan di sekolah. Kepala Pusat Penguatan Karakter Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Hendarman kembali menyatakan tegas pelajaran itu tidak akan pernah dihilangkan.

Pelajaran agama memang pernah dikabarkan bakal dihilangkan. Namun itu hanya hoaks. Sampai saat ini siswa sekolah tetap mendapat pelajaran agama. Hendarman pun menyatakan bila Kemendikbud tidak pernah berencana menghilangkan pelajaran agama dalam Peta Jalan Pendidikan 2020-2035.

Menurut dia pengembangan SDM unggul harus bersifat holistik dan tidak terfokus kepada kemampuan kognitif saja. Selain kompetensi abad 21, Peta Jalan Pendidikan 2020-2035 dirancang agar ekosistem pendidikan mampu menghasilkan anak-anak Indonesia yang beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia.

Agama sangat esensial bagi kita, Bangsa Indonesia dan karenanya kami refleksikan pada profil Pelajar Pancasila

"Kemendikbud tidak pernah berencana menghilangkan pelajaran agama dalam Peta Jalan Pendidikan 2020-2035. Mata pelajaran agama akan tetap ada," ujar Hendarman seperti dikutip dari laman kementerian di Jakarta, Selasa (9/3/2021).

Dia menjelaskan agama sangat penting bagi bangsa Indonesia. Oleh karena itu, Kemendikbud merefleksikannya pada profil Pelajar Pancasila.

"Agama sangat esensial bagi kita, Bangsa Indonesia dan karenanya kami refleksikan pada profil Pelajar Pancasila," kata dia.

Menanggapi dokumen Peta Jalan Pendidikan 2020-2035 yang beredar di tengah masyarakat, Hendarman menuturkan hanya ada satu rancangan atau draf Peta Jalan Pendidikan yang sudah pernah dibuat. Dokumen tersebut juga bukanlah dokumen final.

"Dapat dilihat pada keterangan di setiap halaman bahwa dokumen tersebut masih berupa draf. Substansinya belum lengkap, sehingga tidak dapat dikatakan dokumen final," ujar Hendarman lagi.

Hendarman menyebutkan Peta Jalan Pendidikan 2020-2035 mulai disusun atas masukan yang sangat positif dari Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

"Dalam perjalanannya, Kemendikbud telah bertemu dan meminta masukan kepada lebih dari 60 pihak, yakni organisasi kemasyarakatan, perguruan tinggi, organisasi keagamaan, asosiasi profesi, institusi pendidikan, organisasi multilateral, dan lain sebagainya," katanya.

Hendarman menambahkan saat ini status Peta Jalan Pendidikan Indonesia 2020-2035 masih berupa rancangan yang terus disempurnakan dengan mendengar dan menampung masukan serta kritik membangun dari berbagai pihak. Kemendikbud mendengarkan dan menindaklanjuti kritik yang membangun. Semua masukan yang sangat baik, termasuk penambahan kata-kata 'agama' secara eksplisit akan dipertimbangkan termuat pada pengembangan Peta Jalan Pendidikan selanjutnya.*

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow

Sahabat Guru Inspirasi Indonesia Maju