Tunas yang Tumbuh

Guru bukanlah pekerjaan impian semua orang, sering kali yang dipermasalahkan adalah tentang kesejahteraan yang akan didapat jika menjadi guru.

Tunas yang Tumbuh
Seorang guru dengan muridnya di SD Inpres Kaibusene. Sumber: Kompas Media

Sederhananya gaji seorang guru, terutama untuk guru honorer tidaklah secermelang gaji profesi lain. Namun ada suatu alasan yang akan selalu menjadi hal yang membuat seseorang tergerak untuk mengajar, tergerak untuk peduli merawat tunas bangsa yang sedang tumbuh. Seperti apa yang tertulis dalam sebuah jurnal berjudul “You choose to care: Teachers, emotions and professional identity”, pekerjaan seorang guru adalah pekerjaan yang menuntut dan membutuhkan emosi guru didalamnya, dimana konteks emosi guru disini adalah kepedulian seorang guru.

Maka ketika banyak yang bertanya dan tidak mengerti akan keputusan seseorang menjadi guru, artinya mereka juga tidak tahu sebanyak apa kebanggaan dan kebahagiaan saat mengajar. Hal ini saya alami langsung saat masih menjadi mahasiswa pendidikan dan menjalani program KKN (Kuliah Kerja Nyata) di Desa Tusan, Tabanan, Bali. Saat itu merupakan pengalaman mengajar pertama saya dimana kelompok kami melakukan salah satu program KKN yakni rumah pintar.

Jarak yang jauh antara dusun dengan posko kami membat kami berinisiatif untuk ‘menjemput bola’ artinya kami membagi diri dan mengadakan program rumah pintar ke masing-masing dusun menyambangi anak-anak yang ingin belajar.

Namanya Sinta, anak perempuan berusia 5 tahun, belum masuk sekolah dasar tapi semangatnya tidak kalah dengan anak-anak lain. Hadiah pensil warna yang harusnya digunakan untuk mewarnai dibawanya setiap kali bertemu saya untuk belajar. Dari tidak mengerti perhitungan dasar matematika seperti penambahan dan pengurangan, sampai saat berpisah dengannya dia sudah mengerti perkalian tiga. Kebahagiaan dan kebanggaan yang pertama kali saya dapatkan menjadi seorang guru. Keberhasilan membuat seseorang mengerti, bersemangat dalam belajar, turut menjadi pemelihara tunas bangsa yang sedang tumbuh. Itu adalah salah satu hal dari banyak hal yang semakin menguatkan alasan saya untuk menjadi guru, yang menginspirasi saya.

Dalam artikel “Why Teachers Are Important in Society” dijelaskan mengapa keberadaan guru sangat penting dalam suatu komunitas, suatu desa, suatu negara. Hal ini karena dedikasi seorang guru, guru melakukan apa yang mereka lakukan karena mereka ingin membantu orang lain. Mereka tidak mengajar untuk pengakuan atau gaji tetapi karena mereka memiliki semangat untuk pemuda dan pendidikan. Guru percaya pada kekuatan pendidikan dan pentingnya memberikan anak-anak role model yang baik dan mengajar karena keyakinan itu. Mereka berdedikasi untuk bangsanya, bangsanya yang menginspirasi mereka untuk berdedikasi.

Terakhir, dedikasi guru ditunjukkan dengan ‘kebiasaan kerja sepanjang waktu’. Guru tidak berhenti bekerja ketika bel sekolah berbunyi. Mereka masih harus menilai hasil ujian, membuat rencana pembelajaran, dan berkomunikasi dengan orang tua mengenai siswa. Sebagian besar guru datang lebih awal dari waktu sekolah untuk memulai hari mereka dan memberikan bantuan ekstra kepada siswa yang kesulitan. Sungguh, bahkan senyum tulus di wajah siswa yang dilihatnya bisa menjadi inpirasi bagi guru untuk mengajar.