Zoombombing, Penyusup Kelas Online! Begini 6 Langkah Penting untuk Mencegahnya. 

Berselancar di platfom digital tak luput dari gangguan keamanan dan kenyamanan. Permasalahan pembelajaran pada era digital semakin kompleks. Salah satunya adanya orang yang tidak bertanggung jawab merusak kondusifitas kegiatan pembelajaran. Oleh sebab itu, guru harus melaksanakan refleksi diri untuk mencari faktor penyebab dan solusi tindakan untuk kegiatan pembelajaran yang lebih baik.

Zoombombing, Penyusup Kelas Online! Begini 6 Langkah Penting untuk Mencegahnya. 
Ilustrasi penyusup dalam pembelajaran. Sumber: Google

Pandemi Covid-19 mengakibatkan pembelajaran dilakukan secara daring. Pembelajaran daring menjadi hal baru bagi pendidikan Indonesia, tak heran jika muncul problem dalam pembelajaran daring.

Berselancar di platfom digital tak luput dari gangguan keamanan dan kenyamanan. Permasalahan pembelajaran pada era digital semakin kompleks. Salah satunya adanya orang yang tidak bertanggung jawab merusak kondusifitas kegiatan pembelajaran. Oleh sebab itu, guru harus melaksanakan refleksi diri untuk mencari faktor penyebab dan solusi tindakan untuk kegiatan pembelajaran yang lebih baik.

Kasus yang biasanya terjadi penyusup akan masuk di kegiatan pembelajaran dan mengambil alih kendali media belajar online. Dengan begitu penyusup bisa leluasa mengendalikan room kelas, yang membuat kegaduhan dalam pembelajaran. Hal ini biasa disebut Zoombombing.

Guru sebetulnya mempunyai kendali penuh atas room kelasnya. Sebagai host, guru bisa mengatur fitur-fitur yang ada pada media pembelajaran online. Platform penyedia layanan pembelajaran online sudah menyediakan fitur keamanan di aplikasinya untuk mengantisipasi hal-hal tersebut.

Sahabat guru, untuk mencegah hal itu terjadi, Dr. Rismi Juliadi, ST.,Mi., Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Multimedia Nusantara memberikan tips supaya hal tersebut bisa dihindari. Ia membagikan 6 langkah penting untuk mencegah adanya penyusup yang tidak bertanggungjawab. Begini cara mencegah penyusup dalam pembelajaran online sehingga pembelajaran berjalan lancar dan kondusif.

1. Stop Share Link Sembarangan.
Jagang bagikan link untuk kelas online secara sembarangan. Guru bisa share link melalui LMS yang disediakan oleh lembaga pendidikan atau lebih sederhana guru membentuk grup whatsaap sesuai kelas masing-masing.

2. Menonaktifkan Fitur Share Screen.
Guru sebagai hots, atau pemegang kendali kelas dapat menonaktifkan fitur share screen sehingga peserta pembelajaran tidak bisa sembarangan menampilkan konten secara sembarang yang dapat mengganggu kondusifitas kelas.

3. Aktifkan Ruang Tunggu.
Guru bisa mengaktifkan ruang tunggu sebelum kelas pembelajaran dimulai. Guru bisa memastikan peserta yang masuk dalam kelas benar-benar peserta didiknya.

4. Mengaktifkan Fitur Lock Meeting.
Guru mengaktifkan fitur lock meeting untuk membatasi peserta kelas online. Guru mengatur jumlah peserta sesuai data peserta kelas tersebut.

5. Siswa Menjaga Kerahasiaan Data.
Ketika kelas sudah dimulai, guru menghimbau siswa agar tidak menyebarkan data yang penting (link, ID, password) untuk keamanan dan kondusifitas pembelajaran.

6. Gunakan Aplikasi Versi Terbaru.
Pastikan aplikasi yang digunakan adalah versi terbaru. Hal itu agar pengguna mendapatkan berbagai fitur keamanan terbaru.

Sahabat guru, ini adalah beberapa fitur untuk melakukan pengamanan pada aplikasi pembelajaran online baik zoom meeting atau google classroom. Hal ini penting demi kelancaran dan kondusifitas pembelajaran secara dari. Semoga bermanfaat dan selamat mencoba.

Galih N.