Pemkab Kudus Bersinergi Menghadapi Disrupsi Pembelajaran Era Digital

Kementerian Kominfo RI dan APKASI bersama SahabatGuru berupaya dalam mendukung kemajuan guru-guru Kabupaten Kudus dengan mengadakan webinar pendidikan yang digelar secara virtual.

Pemkab Kudus Bersinergi Menghadapi Disrupsi Pembelajaran Era Digital
Webinar Pendidikan Kabupaten Kudus.

SahabatGuru - Webinar pendidikan ini diadakan pada Jumat (10/12) dengan mengusung tema “Profil Pendidikan Ideal Menghadapi Disrupsi Pembelajaran Era Digital”. Dihadiri oleh Dr. Lestari Moerdijat, S.S., M.M selaku Wakil ketua MPR RI, Septriana Tangkary, S.E., M.M selaku Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim Kemkominfo, Harjuna Widada S.H. selaku Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Kudus yang mewakili Bupati Kudus H.M. Hartopo, S.T., M.M., M.H. dan Dr. Himmatul Hasanah, M.P. selaku Staff Ahli APKASI Bidang Pendidikan dan Kebudayaan Inisiator Program Sahabat Guru. Tak hanya itu webinar kali ini juga mendatangkan pembicara-pembicara yang ahli dalam bidanganya yakni Dr. Ariyadi Wijaya selaku Dosen Pendidikan Matematika UNY juga sebagai Review Framework AKM dan Prof. Ir. Drs. Djohan Yoga, M.Sc. MOT, Ph.D. selaku Pengembang Inovasi Pendidikan, International Certified Trainer in Education for Asia.

Dr. Himmatul Hasanah dalam sambutannya menyampaikan terima kasih yang luar biasa untuk Kementerian Kominfo RI telah membersamai SahabatGuru dan harapannya ke depan agar tetap bersinergi terus untuk meningkatkan kemajuan pendidikan di Indonesia. 

“Ada beberapa hal yang perlu saya sampaikan terkait pencapaian dan kiprah APKASI. APKASI akan berusaha agar terus komitmen dan konsisten untuk membersamai daerah dalam mewujudkan pendidikan yang lebih baik,” tuturnya.

“Perlu saya sampaikan bahwa APKASI telah turun ke daerah sekitar 300 kabupaten dan terdapat beberapa permasalahan ekternal dan internal. Pertama ada permasalahan yakni kekurangan guru. Hampir setiap kabupaten mengalami kekurangan guru. Dan hal itu pengaruhnya sangat luar biasa terhadap kualitas pendidikan kita. Terkait hal itu, APKASI melaksanakan sebuah kegiatan yakni Apkasi Ministrial Forum untuk membahas permasalahan tersebut dan munculah 17 rekomendasi di dalamnya,” sambungnya. 

Sambutan kedua disampaikan oleh Harjuna Widada S.H. selaku Kepala Dinas Pendidikan  Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Kudus. Yang menggantikan Bupati Kabupaten Kudus H.M. Hartopo, S.T., M.M., M.H. dalam sambutannya Harjuna Widada menyampaikan apresiasi atas kegiatan webinar yang diadakan. 

“Saya sangat mengapresiasi kegiatan webinar ini, saya berharap agar webinar ini benar-benar dapat bermanfaat dalam memberikan pemahaman dan keterampilan para guru dalam penggunaan media digital sebagai sarana pembelajaran, ingat bahwa perkembangan teknologi digital adalah sebuah keniscayaan. Kita harus menyesuaikan diri dan beradaptasi demi kemajuan pendidikan bagi anak-anak kita,” sambung Harjuna.

Dr. Lestari Moerdijat, S.S., M.M selaku Wakil ketua MPR RI sebagai keynote speech pada webinar kali ini menyampaikan bahwa yang harus dilakukan untuk pendidikan ideal di era digital adalah dengan melakukan Benchmarking sistem pendidikan pada negara-negara yang sudah berhasil mengadaptasi sistem untuk memenuhi kebutuhan perubahan dimasa depan.

“Kemudian bagaimana pendidikan karakter menjadi bagian yang tidak dapat dilupakan. Karena SDM yang dibangun haruslah SDM yang memiliki karakter  berakhlak mulia dan memiliki nilai-nilai pancasila. Maka dari itu pendidikan karakter ini merupakan cara kita membangun generasi penerus bangsa agar memiliki mental dan karakter Indonesia,” sambung Lestari. 

Di sisi lain Septriana Tangkary, S.E., M.M selaku Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim Kemkominfo sebagai keynote speech di webinar ini juga menyampaikan sedikit materi mengenai tantangan pembelajaran online.

“Yang menjadi tantangan dalam pembelajaran online adalah ketimpangan teknologi antara sekolah di kota besar dan daerah, selain itu adanya keterbatasan kompetensi guru dalam pemanfaatan aplikasi pembelajaran, selain itu adanya relasi antara guru, murid dan orangtua dalam pembelajaran online yang belum integral. Harapan saya melalui webinar ini dapat menambah ilmu bapak ibu untuk tetap tangguh menghadapi tantangan tersebut,” sambung Septriana. 

Materi pertama disampaikan oleh Dr. Ariyadi Wijaya selaku Dosen Pendidikan Matematika UNY. Beliau  menyampaikan materi tentang meningkatkan kemampuan computational thinking melalui platform digital untuk menghadapi disrupsi pendidikan.

“Teknologi tidak bisa dihindari dan tentunya akan menggantikan sebagaian di antara apa yang selama ini kita lakukan. Dalam waktu 10-15 tahun mendatang siswa bapak ibu akan terjun ke masyarakat secara utuh. Berarti yang kita siapkan sekarang adalah kita siapkan mereka untuk generasi yang akan datang. Kalau kita mengajari mereka dengan cara-cara yang seperti dulu ya berarti kita membiarkan mereka untuk tetap terjebak dimasa lalu, apalagi kita tengah menghadapi bonus demografi, jika kita tidak menyiapkan dengan tepat maka akhirnya usia produktif tadi hanya sebatas usia. Jadi tantangan kita adalah menyiapkan SDM yang bertalenta digital. Jadi kita bukan mengisolasi anak dari teknologi digital,” sambung Ariyadi.

Materi terakhir pada webinar kali ini mengenai transformasi mindset menghadapi disrupsi pembelajaran era digital yang disampaikan oleh Prof. Ir. Drs. Djohan Yoga, M.Sc. MOT, Ph.d selaku Pengembang Inovasi Pendidikan, International Certified Trainer in Education for Asia.

“Saat ini siap tidak siap kita masuk pada era digital sehingga menyebabkan apa yang kita sebut sebagai disrupsi. Disrupsi ini merupakan perubahan yang sangat fundamental akibat adanya inovasi yang mengubah sistem dan tatanan ke taraf yang baru. Dan sangat berbeda dari sebelumnya. Lama kelamaan peran guru akan tergeser, oleh karena itulah guru harus memainkan peran barunya. Apa peran barunya? Peran baru guru itu membutuhkan sebuah syarat. Yaitu syarat gurunya harus mau bertransformasi mindset yaitu dengan ‘unlearn’ kita harus mampu meninggalkan yang lama dan mengganti yang baru,” jelas Djohan.    

Pada webinar yang dimoderatori oleh Arsi Dwiyani kali ini hampir seluruh pembicara berpendapat bahwa guru dapat beradaptasi dalam transformasi digital dengan didasarkan dari kemauan guru untuk meninggalkan metode yang sudah tidak relatable dengan era digital saat ini. Hal itu agar siswa yang disiapkan tidak terjebak di masa lalu dan dapat menghadapi tantangan dunia digital 10-15 tahun mendatang. Kemudian webinar kali ini diakhiri dengan sesi tanya jawab dan closing statement dari para pembicara.    

Aulia A.