Daisy Radnawati: New Normal, Guru-Guru Sangat Butuh Kecepatan dan Kemauan

Menghadapi era serba cepat ini guru dituntut melakukan adaptasi. Kompetensi guru-guru kita masih rendah. Tapi jangan putus asa dulu. Awali kelas dengan senyuman, semua ilmu dijamin bisa dicerna.

Aug 19, 2021 - 11:04
Aug 19, 2021 - 12:44
 0
Daisy Radnawati: New Normal, Guru-Guru Sangat Butuh Kecepatan dan Kemauan
Pemaparan latar belakang berupa wajah kompetensi guru Indonesia oleh Daisy Radnawati [mhafizh]

ERA New Normal (Normalitas Baru) sedang berlangsung. Semua serba cepat, semua cepat berubah. Kemampuan manusia dipaksa untuk bisa mengantisipasi perkembangan yang cepat itu. Sebagai pendidik dan pengajar, guru tetap tidak tergantikan oleh apapun. Karena itu guru dituntut memperkuat kompetensi dan kapasitas diri.  

Sebagaimana yang dikatakan oleh pakar komunikasi pendidikan, salah satu cara terbaik untuk mengawali sebuah diskusi adalah dengan melempar pertanyaan. Lemparan tanya tersebut nantinya menggugah alis mata dan atensi audiens. Seperti itulah pembukaan menarik yang dilakukan oleh Ir. Daisy Radnawati, M.Si, pada Webinar Pendidikan SahabatGuru bersama Pemerintah Kabupaten Dairi dan Kementerian Komunikasi dan Informatika pada Kamis (19/8).

Materi yang dibawakan oleh Dosen Institut Sains dan Teknologi Nasional (ISTN) Jakarta ini memuat problematika pendidikan paling krusial bagi seluruh guru di Indonesia, yakni "Inovasi Belajar Daring: Efektivitas Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ)". Perkembangan teknologi yang sangat massif menjadi alasan utama bagi guru untuk wajib mengupayakan berbagai inovasi pelaksanakan kelas secara daring. "Sudah hampir 20 tahun saya mengajar, maka sebetulnya banyak hal yang percepatannya luar biasa." 

Kendati dunia pendidikan kita sedang mengalami masa suram, Daisy membuka sesi materinya dengan sebuah ajakan yang sederhana namun bermakna. "Yang pertama kali harus kita lakukan adalah tersenyum," ujarnya dengan ceria. "Kalau tersenyum, nanti kita akan bisa masuk semua ilmu...".

Setelah salam pembuka, Daisy mengajak ribuan peserta webinar yang ada di Zoom maupun YouTube untuk melihat sebuah latar belakang yang cukup problematis. Permasalahan lapangan yang ditampilkan adalah data kompetensi guru nasional pada tahun 2015, yang rata-rata skornya hanya sebesar 56.69%. "Ini adalah wajah kita. Ini adalah sesuatu informasi yang akan dibaca oleh semua. Masyarakat Indonesia khususnya, apalagi oleh siswa," kata Daisy. 

Skor sebesar 56.69 yang dipaparkan pada presentasi tadi pagi menurut Daisy masih minim dan kurang. Jika dibandingkan dengan tugas guru, skor yang rendah tersebut menimbulkan pertanyaan. "Ada apa? Mengapa? Sementara, kita saat ini dibutuhkan sebuah quantum leap (harapan dan cita-cita). Bagaimana kita bisa cepat untuk menuju era yang tangguh," lanjutnya. 

Materi berlanjut pada setidaknya tiga poin besar seputar inovasi pembelajaran daring dan pelaksanaan PJJ. Ketiga poin tersebut adalah "Komunikasi di Era New Normal", "Kemampuan Inovasi Guru", dan "Pembelajaran Daring". Pemaparan materi presentasi itu dilengkapi dengan beberapa aplikasi relevan yang direkomendasikan, seperti Google Classroom, Mentimeter, dan Canva.

Mau tahu apa isi paparan menarik yang disampaikan Daisy Radnawati? 

Presentasi inovatif dan edukatif dari Daisy dapat Anda nikmati selengkapnya melalui video YouTube yang berjudul "WEBINAR PENDIDIKAN: Kabupaten Dairi".

SahabatGuru akan terus berkomitmen membantu seluruh guru di Indonesia untuk bersama-sama meningkatkan kualitas pendidikan anak bangsa dengan pelaksanaan webinar-webinar serta konten-konten kreatif di dunia maya.

Ayo, tingkatkan kualitas pendidikan Indonesia bersama SahabatGuru!

MUHAMMAD HAFIZH

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow

muh.hafizh Internship content writer