Djohan Yoga: Growth Mindset Adalah Faktor Kunci

Djohan Yoga: Growth Mindset Adalah Faktor Kunci
Pemaparan Materi oleh Djohan Yoga [anis-sg]

SahabatGuru - Guru-guru di Kabupaten Pakpak Bharat telah mengikuti webinar pendidikan yang diadakan pada Kamis (02/9/21). Melalui webinar ini, SahabatGuru-Kementerian Komunikasi dan Informatika-Apkasi-Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat bersinergi memberikan solusi terhadap cultural shock akibat tuntutan blended dan fully online learning menuju era digital culture.

Salah satu pemateri yang dihadirkan yaitu Ir. Drs Djohan Yoga, M.Sc., MoT, Ph.D. Ia adalah pengembang inovasi pendidikan dan international certified trainer in Education for Asia. Dalam paparannya, Yoga menekankan pentingnya digital growth mindset sebagai faktor kunci dalam transformasi digital.

Masa pandemi yang sudah berjalan lebih dari setahun telah membawa banyak perubahan di bidang pendidikan. Bidang ini menjadi yang paling terdampak akibat pandemi. Semua siswa berbagai jenjang diharuskan belajar di depan laptop. Kadang, ketika anak usia 5 tahun harus belajar di depan laptop, dia hanya mampu bertahan lima menit. Setelah itu, digantikan oleh orang tua, kakak, atau suster yang harus di depan laptop. Fenomena semacam ini menjadi gambaran betapa sulitnya e-learning. Namun Djohan Yoga melihat tantangan ini sekaligus peluang.

“Perubahan yang terjadi saat ini adalah peluang untuk melakukan perubahan, untuk berkreasi, untuk berinovasi. Oleh karena itu, kita wajib memiliki growth mindset. Jika yang memiliki fixed mindset, ia hanya akan menganggap perubahan saat ini sebagai kendala. Untuk mempelajari dunia digital ini, kita memerlukan tiga modal dasar, yaitu toolset, mindset, dan skillset,” jelas Djohan.  

Mindset memang memegang peranan penting. Sifatnya memperluas cara berpikir. Seteleh memperkuat mindset, selanjutnya memperdalam skillset. Setelah itu, lalu mempertajam toolset. Faktor kunci dan utamanya yaitu mindset.

Mindset adalah keyakinan atau asumsi atau cara berpikir yang akan menentukan reaksi dan pemaknaan seseorang terahdap suatu kejadian atau peristiwa. Misalnya, seseorang yang percaya bahwa covid-19 itu konspirasi berarti tidak punya mindset yang positif. Berbeda dengan yang ber-mindset positif akan berpikiran bahwa Covid-19 ini bisa dijadikan peluang untuk melakukan transformasi digital. Inilah perbedaan antara yang punya growth mindset dengan yang tidak.

 “OECD (Organisation for Economic Co-operation and Development) telah membentuk yang namanya learning compass. Dari situ, dapat ditafsirkan bahwa kita sangat membutuhkan yang namanya knowledge, skill, attitude dan value. Tiga hal ini memegang peran penting dan saling berkesinambungan,” tambah Djohan.

Mindset itu dibentuk oleh attitude, behavior, character, dan habit. Perjalanan menuju kesuksesan bisa digambarkan melalui mindset yang akan memengaruhi aksi dan berujung pada hasil. Mindset memegang posisi penting untuk meraih hasil dan kesuksesan yang optimal.

“Menurut Justin Bryant, the secret to success is your mindset. Sudah waktunya kita saat ini memperbaharui mindset menjadi lebih positif. New mindset, new results. Jadikan pandemi covid-19 sebagai tantangan dan peluang untuk berkembang,” tukas Djohan.  

ANIS SAFITRI