Djufri Ardian: Sekolah Harus Bisa Support Digitisasi Pendidikan

Djufri Ardian: Sekolah Harus Bisa Support Digitisasi Pendidikan
Kepala Suku Pendidikan Telkom Indonesia Djufri Ardian memberi paparan [mahes-sg]

SahabatGuru - Digitisasi pendidikan atau dikenal sebagai transformasi digital menjadi aspek sangat penting bagi pembelajaran dalam situasi ini. Digitisasi adalah proses mengubah informasi non-digital menjadi digital. Dari analog menjadi digital. Dari dokumen-dokumen yang tertulis di kertas dijadikan dokumen elektronik, seperti pdf, doc atau format lain.  

Mengapa digitisasi pendidikan penting?

Pakar pendidikan yang menjabat sebagai Kepala Suku Pendidikan Telkom Indonesia Djufri Ardian menjelaskan sebagai berikut:

"Setelah Covid-19 sebagian besar pembelajaran akan  menjadi hybrid learning atau blended learning di mana siswa akan belajar secara daring dan juga luring. Namun sebelum mempersiapkan PTM atau pembelajaran tatap muka, saat ini masih harus terus memanfaatkan teknologi untuk PJJ atau pembelajaran jarak jauh. Karena itu pendidikan kita sangat penting untuk menguasai dan menyediakan digitisasi. Tanpa literasi dan ekosistem yang disiapkan dalam digitisasi ini, pendidikan kita akan sia-sia."

Tantangan digital ini harus dihadapi pendidikan nasional. Mau tidak mau dan sanggup tidak sanggup, guru harus bisa menggunakan teknologi yang semakin canggih, jangan sampai stakeholder pendidikan, khususnya guru, menolak adanya digitaisasi dan memilih untuk berada di zona nyaman yaitu hanya pembelajaran tradisional.

Guru harus menguasai keterampilan IT. Aplikasi whatsapp yang sekarang banyak dipakai untuk PJJ harus dikembangkan lebih jauh lagi dalam pembelajaran. Whatsapp biasa dipakai hanya untuk absensi dan perintah memberi tugas. Namun bisa dimanfaatkan untuk pembelajaran praktis. Hanya saja akan makan memory. Aplikasi telegram yang menyimpan di cloud mungkin lebih praktis. Google form juga bisa dipakai untuk presensi. Memberikan tugas tidak lagi melalui aplikasi chat tersebut melainkan aplikasi seperti Google Classroom.

Agar bisa menunjang pembelajaran, tentu saja platform digital menjadi salah satu solusi bagi siswa dan pendidik. Contohnya adalah platform Sahabat Guru yang memang bisa menambah insight baru terkait pendidikan. 

Walaupun memang ada beberapa peserta didik yang terhalang akan sarana prasarana, seperti gawai yang tidak memumpuni atau terbatas, hal tersebut bisa setidaknya teratasi dengan adanya informasi terlebih dahulu mengenai platform digital tanpa harus memaksakan untuk membuka atau praktik secara langsung terhadap aplikasinya.

Lantas mengapa platform digital, seperti Sahabat Guru, menjadi aspek yang mendukung digitisasi pendidikan di Indonesia?

Keberhasilan pembelajaran daring, menurut Djufri, adalah 75 persen engagement (keterlibatan) dan 25 persen accesibility (akses) dan adaptasi teknologi yang bisa diatasi dengan tools digital dan juga platform yang tersedia. Belajar tanpa merasa terlibat dan tanpa adanya akses sama sekali bukan belajar.

Untuk itu sekolah harus siap men-support digitisasi pendidikan agar siswa benar-benar bisa belajar di era baru ini. Contohnya saja, dalam platform digital yang akan digabungkan dengan media pembelajaran akan ada banyak data siswa yang tersimpan, lalu kemudahan menemukan keunggulan serta kelemahan peserta didik. Aktivitas pembelajaran bisa digabungkan dengan platform pendidikan. Misalnya untuk pendidik, bisa menggali insight baru di channel dan situs Sahabat Guru.

Paparan itu disampaikan Kepala Suku Pendidikan Telkom Indonesia Djufri Ardian dalam webinar, Selasa kemarin (31/8). 

Materi Djufri yang menarik dan bermanfaat tersebut dapat Anda simak di channel youtube Sahabat Guru

REGINA MAHESWARI SANIPUTRI