Ini Dia Keunggulan Homeschooling

Ini Dia Keunggulan Homeschooling
Ilustrasi homeschooling [focushomeschooling]

HAL terpenting yang dibutuhkan orang tua dan guru saat mendidik di rumah adalah bagaimana anak-anak menyukai pembelajaran di rumah, menikmati kebersamaan, menghargai kehadiran fisik, membangkitkan energi bersama, termasuk tentang semua kebodohan, rasa berbagi dan hasrat mereka. Orang tua dan anak-anaknya harus menyukainya. Guru juga harus kreatif dan menyenangkan.

Berikut adalah manfaat homeschooling yang perlu diketahui: 

1. Lebih baik dalam ujian.

Satu penelitian mengungkapkan bahwa anak-anak yang belajar di rumah (homeschooling) mendapat nilai lebih baik dalam ujian, di banding anak-anak sekolah umum. Hal ini terutama terlihat pada anak-anak homeschool tingkat sekolah menengah. 

2. Memiliki lebih banyak kebebasan emosional.

Dididik di rumah menghilangkan banyak tekanan seperti terjadi di kelas normal. Anak-anakl tidak perlu buang energi untuk beradaptasi, menyesuaikan diri dan menyerah pada tekanan teman sebaya. Tidak ada kasus bullying, narkoba, dikucilkan dan semua tekanan sosial lainnya. 

Dalam buku A Sense of Self: Listening to Homeschooled Adolescent Girls, penulis Susannah Sheffer menemukan bahwa gadis remaja yang menjalani homeschooling tidak kehilangan harga diri. Ia bahkan menjadi orang dewasa yang lebih bahagia dan lebih matang secara emosional.

3. Tidak ada pekerjaan rumah.

Tidak ada lagi yang namanya pekerjaan rumah. Karena semuanya dikerjakan di rumah, hehehe

4. Mereka tidak terisolasi secara sosial.

Ada banyak kritik yang menyatakan bahwa anak-anak homeschooling tidak dapat mempelajari keterampilan sosial. Ini tidak sepenuhnya benar. Faktanya: anak-anak homeschooling punya banyak kesempatan untuk melakukan aktivitas ekstra dengan anak lain. Mereka kemungkinan besar akan memiliki banyak teman ketika mereka melakukan pelajaran renang, senam dan piano, misalnya. 

Anak-anak homeschool tidak terisolasi. Hanya saja mereka mungkin punya kelompok teman yang lebih terbatas dan intens dibandingkan dengan anak-anak sekolah umum. Ini semua terserah pada orang tua untuk tidak membatasi anak-anak mereka. 

5. Jadwal yang fleksibel. 

Homeschooling membuat hidup lebih mudah bagi seluruh keluarga. Tidak terburu-buru keluar rumah di pagi hari dan harus memenuhi segala macam jadwal, belum lagi rapat dan komitmen lainnya. Orang tua dapat memutuskan lama waktu pelajaran dan juga bisa memutuskan kapan akan mengambil liburan. 
Banyak anak yang bersekolah di rumah dapat menikmati jeda pendidikan dengan orang tua mereka sepanjang tahun. Ada banyak kesempatan untuk pergi ke tempat-tempat wisata edukatif, museum-museum dan taman. Ini bisa sangat cocok dengan apa yang mereka pelajari di rumah.

Selain itu hubungan orang tua dengan anak akan makin erat. Baik secara emosional, psikologis, sosial maupun intelektual. 

6. Bisa belajar dengan kecepatan mereka sendiri dan membuat kemajuan lebih cepat.

John Taylor Gatto, penulis kontroversial Dumbing Us Down: The Hidden Curriculum of Compulsory Schooling, mengkritik sistem sekolah umum. Dia mengatakan bahwa homeschooling terbukti bisa menghindari kebingungan dalam belajar karena anak-anak mendapatkan les privat. Anak-anak homeschool belajar untuk mandiri dan otonom serta tidak bergantung secara emosional dan intelektual seperti anak-anak sekolah umum.

7. Kebutuhan khusus terpenuhi.

Jika seorang anak memiliki kebutuhan khusus, mereka mungkin diberi label dan diperlakukan tidak memadai di sekolah umum. Ini bisa menjadi penghalang dan seringkali menjadi stigma sosial. Di homeschooling, kebutuhan khususnya tidak akan pernah dilupakan dan dia selalu menjadi prioritas nomor satu.

8. Anak lebih bahagia dan lebih produktif.

Penelitian tentang bagaimana homeschooler menjadi orang dewasa dilakukan oleh Dr. Ray pada 2003. Ia menemukan bahwa 5.000 dari 7.300 orang dewasa yang telah belajar di rumah selama lebih dari 7 tahun, jauh lebih aktif dalam komunitas dan kehidupan sosial daripada kolega mereka yang mengenyam sekolah umum. Lebih banyak homeschoolers yang melanjutkan ke pendidikan tinggi dan juga mendapat nilai lebih tinggi pada skala kebahagiaan. Pada 1999, Universitas Stanford menerima siswa homeschooling dua kali lebih banyak dibandingkan dengan siswa yang berpendidikan umum dan swasta.

9. Anak lebih mandiri.

Ketika jadi mahasiswa di perguruan tinggi, lulusan homeschooling dilaporkan jauh lebih mandiri dalam pendekatan mereka terhadap kehidupan dan pembelajaran. Mereka tidak pernah merasa perlu mengikuti orang banyak, dan ini membantu mereka dengan baik. Ketika harus memecahkan masalah, mereka jauh lebih mandiri dalam mencari jawabannya sendiri.

Itulah sembilan keunggulan homeschooling yang pernah diteliti ahli pendidikan. Mau mencoba? 

JOTZ