Kekompakan Menkominfo, APKASI, dan Bupati Gunung Kidul Dukung Guru Cakap Media Digital

Kekompakan Menkominfo, APKASI, dan Bupati Gunung Kidul Dukung Guru Cakap Media Digital
Opening Speech di Webinar Pendidikan Kabupaten Gunung Kidul.

SahabatGuru mengadakan Webinar Pendidikan Kabupaten Gunung Kidul (4/10) yang dihadiri oleh Johnny G. Plate Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, Dr. Himmatul Hasanah, M.P Staf Ahli APKASI Bidang Pendidikan dan Kebudayaan, Inisiator Program SahabatGuru, H. Basari, S.T., M.Si Wakil Bupati Semarang mewakili Bupati Semarang Dewan Pengurus APKASI, serta Mayor Chb. (Purn) H. Sunaryanta Bupati Gunung Kidul memberikan pembukaan pada webinar pendidikan yang bertema merancang kegiatan pendukung untuk meningkatkan digital skill peserta didik.

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate pada penyampaiannya di Webinar Pendidikan Kabupaten Gunung Kidul (4/10) telah menunjukkan dukungannya dalam bentuk memfasilitasi literasi digital bagi para guru demi menuju masyarakat cakap digital sebagai model adaptasi terhadap perubahan besar dalam tatanan masyarakat. Menteri Kominfo juga menyambut gembira inisiasi dari Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia APKASI bersama Yayasan Pendidikan Adiluhung Nusantara yang menyelenggarakan pelatihan melalui platform Sahabat Guru training dalam kelas-kelas online bagi semua guru di seluruh wilayah. Hal ini sejalan dengan program literasi digital nasional Indonesia makin cakap digital 2021 yang memfasilitasi guru dan masyarakat luas untuk semakin cakap dan terliterasi secara digital. 

APKASI telah menjadi lembaga yang telah diperuntukkan berbagai kalangan, tidak hanya pemerintah saja namun akademisi, praktisi hukum, dan masyarakat secara luas. Hal ini sesuai dengan tugas dan fungsi dari APKASI yaitu menjadi mitra strategis pemerintah maupun lembaga lainnya yang berada divisi yang sama dengan APKASI dalam memperjuangkan kepentingan dan aspirasi daerah. APKASI juga akan terus bersinergi untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia. APKASI tetap konsisten dan berkomitmen untuk membersamai daerah dalam mewujudkan pendidikan yang lebih baik dan berkualitas.

Staf Ahli APKASI Bidang Pendidikan dan Kebudayaan menyampaikan bahwa saat ini dari 300 kabupaten dapat diketahui bahwa terdapat beberapa masalah yaitu yang pertama adanya problematika terkait kekurangan guru. Selain itu, APKASI juga sedang memperjuangkan honorer yang telah bertahun-tahun mengabdi namun belum diangkat menjadi guru resmi. Sedangkan, mereka harus bersaing dengan anak muda, dimana kemampuan dan keahlian pasti sudah sangat berbeda.

Masalah kedua adalah kualitas mutu pendidikan Indonesia masih tergolong rendah. Dengan mengikuti kegiatan dan program-program peningkatan kualitas dan mutu guru. Pelajaran utama seperti Matematika dan Bahasa Inggris perlu menggunakan metode pembelajaran yang mudah, kreatif, menyenangkan, yang bisa diterapkan hanya dalam hitungan hari.

Dalam perspektif pendidikan, guru sebagai komponen utama dalam pendidikan harus mampu beradaptasi dengan metode pendidikan yang perlu dilakukan di era digital seperti saat ini. Selain keahlian dan kecakapan dalam mengajar, guru juga perlu ‘melek’ dan cakap digital.  Saat ini SahabatGuru mendukung untuk menumbuhkan dan mengembangkan growth mindset pada guru-guru, sehingga ke depannya dapat membawa dampak positif yang lebih luas dalam dunia pendidikan di Indonesia.

Masalah ketiga terkait dengan transformasi digital di bidang pendidikan. Johnny G. Plate menegaskan bahwa fokus transformasi di era digital bukan terbatas pada efektivitas penggunaan teknologi dalam pendidikan tetapi terutama mentransformasikan mental manusia yang selalu siap belajar. Orientasi baru ini akan memberikan pengaruh positif terhadap kemajuan kreativitas dan daya imajinasi siswa atau pembelajar. Paradigma pada pendidikan saat ini juga telah berubah dari paradigma mengajar menjadi paradigma belajar, yang dimana pendidikan tidak hanya menyampaikan pengetahuan dan informasi melainkan membantu siswa untuk mencari, menemukan, dan mengkonstruksi pengetahuan yang dapat bermanfaat bagi kehidupan.

Menyikapi permasalahan tersebut, APKASI bersama dengan Yayasan Pendidikan Adiluhung Nusantara terus bersinergi dalam meningkatkan kualitas guru di era 4.0 melalui program peningkatan literasi digital yang dikemas melalui webinar pendidikan secara gratis untuk para guru bersama dengan Kementerian Kominfo RI dan Siberkreasi di lapangan. SahabatGuru hadir memberi ruang bagi pemerintah untuk menyapa masyarakat khususnya para guru Gunung Kidul melalui berbagai program yang akan dipublikasikan oleh media SahabatGuru yang diberikan secara gratis agar dapat diakses oleh seluruh guru di Indonesia guna meningkatkan mutu guru.

Bupati Gunung Kidul juga mengungkapkan bahwa telah terdapat 1165 layanan internet yang dapat digunakan untuk sebagai penunjang pendidikan. Bupati berharap fasilitas ini dapat digunakan secara optimal di masa pandemi oleh para guru dan siswa. Bupati bersama jajaran pemerintah Gunung Kidul terus berupaya untuk mendorong para guru dan semua tenaga pendidik dalam penguasaan teknologi informasi dan komunikasi. Upaya ini dilakukan dengan melalui menggandeng berbagai pihak diantaranya adalah Kemendikbudristek. Gunung Kidul ditunjuk sebagai Piloting Project pertama di Daerah Istimewa Yogyakarta dimana sebagai percontohan sekolah penggerak yang didalamnya akan didampingi oleh Kemendikbud Ristek selama 3 tahun dengan digitalisasi sekolah.  

Selain itu, Bupati Gunung Kidul juga bekerja sama dengan google for education dimana kerjasama dilakukan oleh Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga dengan melatih sebanyak 945 guru melalui pelatihan google workspace for education. Pelatihan ini menghasilkan sejumlah guru yang lulus level 1 Internasional sebagai Master Google Planner dan lulus level 2 Internasional sebanyak 13 guru. Selain itu, Pemerintah Gunung Kidul juga sedang merintis program smartflash, dimana program ini akan mengkolaborasikan kebutuhan guru, siswa, dan orang tua agar saling bersinergi dalam pendidikan di sekolah. Melalui program ini, pihak sekolah dan orang tua siswa bersama-sama dapat memantau dan mendukung para siswa untuk menyerap pelajaran yang dilakukan dengan optimal.

Bupati Gunung Kidul akan terus melakukan berbagai upaya untuk memudahkan kegiatan belajar untuk para siswa namun juga dapat dilakukan secara optimal. Meskipun internet dan teknologi memiliki berbagai manfaat, namun internet juga memiliki dampak negatif. Bupati mengucapkan terimakasih untuk Menkominfo yang selalu memfilterisasi informasi dan berita hoax yang sering beredar di dunia maya.

Di akhir sesi opening speech Mayor Chb. (Purn) H. Sunaryanta menyampaikan untuk kepada para guru dan tenaga pendidik untuk selalu selektif dalam menyampaikan informasi yang didapat dari dunia maya. Pastikan sumbernya valid dan informasinya akurat. Jangan sampai ada kekacauan informasi seperti dapat menyebabkan kerusakan moral pada siswa.

“Indonesia perlu terus serempak untuk berbenah untuk meningkatkan kualitas pendidikan” tegas Dr. Himmatul Hasanah, M.P. H. Basari, S.T., M.Si juga menyampaikan harapannya yaitu seluruh kepemerintahan dan masyarakat untuk dapat terus aktif bersama APKASI untuk saling bertukar pengalaman dan saling bekerjasama demi memajukan bangsa dan negara bersama.

“Mari satukan langkah dalam menjaga diri, melindungi negeri, dan semakin mencerdaskan bangsa Indonesia, terus berinovasi, berkreasi, beradaptasi, dan bertransformasi demi Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh,” ungkap Menteri Komunikasi dan informatika Johnny G. Plate di akhir sesi keynote speech.