Kerjasama Pendidikan Inklusi Antara Surabaya dan Liverpool 

Pendidikan inklusi sedang dikembangkan oleh Pemerintah Kota Surabaya dan Kota Liverpool, Inggris. Kerjasama ini nantinya akan fokus pada pendidikan bagi siswa yang berkebutuhan khusus.

Kerjasama Pendidikan Inklusi Antara Surabaya dan Liverpool 

sahabatguru.com. Pendidikan inklusi sedang dikembangkan oleh Pemerintah Kota Surabaya dan Kota Liverpool, Inggris. Kerjasama ini nantinya akan fokus pada pendidikan bagi siswa yang berkebutuhan khusus.

Hal tersebut dikatakan oleh Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat menerima kunjungan Wakil Duta Besar Inggris untuk Indonesia Rob Fenn di Balai Kota Surabaya, Jawa Timur. Dalam kesempatan tersebut Wali Kota Eri menjelaskan jalinan program sister city antara Kota Surabaya dengan Kota Liverpool salah satunya adalah pengembangan kapasitas bagi guru sekolah inklusi.

"Kegiatan ini merupakan kesempatan emas bagi para peserta, yang terdiri atas 135 guru SD dan 135 guru SMP dari sekolah inklusi di Kota Surabaya. Yakni, untuk memperoleh wawasan baru terkait pendidikan bagi siswa berkebutuhan khusus," kata dia.

Wawasan pendidikan tersebut dibagikan langsung oleh jajaran yang dikenal sebagai salah satu sekolah inklusi terbaik di Kota Liverpool, bahkan di Inggris. Kegiatan di bidang pendidikan bukan pertama kalinya diadakan. "Tahun 2019 Kota Surabaya mengirimkan delapan orang delegasi siswa sekolah inklusi, beserta delapan pendamping untuk mengikuti kegiatan di St. Vincent’s School Liverpool, selama enam minggu," katanya.

Sementara itu, Duta Besar Inggris untuk Indonesia Rob Fenn mengatakan, kota kembar antara Kota Surabaya dan Kota Liverpool telah meningkatkan perdagangan, pendidikan, pertukaran budaya dan hubungan antarindividu yang lebih baik. 

Seperti halnya kerja sama sepak bola antara Kota Surabaya dan Tranmere Rovers adalah contoh yang sangat baik. "Komitmen bersama untuk mendukung inklusi disabilitas antara Kota Surabaya dan St. Vincent’s School Liverpool melalui berbagai ide kreatif," kata Rob Fenn.

Rob Fenn menambahkan, sinergi dan kolaborasi yang telah terjalin dengan Kota Surabaya, mampu menangkal berbagai permasalahan, seperti ketidaksetaraan, perubahan iklim dan pendidikan. Maka dari itu, dia ingin mengajak berbagai pihak untuk berkolaborasi. "Saya sudah bertemu dan berdiskusi dengan kolega saya yang ada di Kota Surabaya. Saya menyimpulkan, bahwa Kota Surabaya ini bisa menjadi salah satu kota percontohan mengenai pendidikan inklusi," kata dia. ****