Ketua PGRI  Mengatakan Indonesia Darurat Guru

Indonesia sudah dalam keadaan darurat guru ASN terutama PNS. Untuk itu rekrutmen pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) yang dialokasikan 1 juta agar dipercepat.

Ketua PGRI  Mengatakan Indonesia Darurat Guru

sahabatguru.com. Indonesia sudah dalam keadaan darurat guru ASN terutama PNS. Untuk itu rekrutmen pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) yang dialokasikan 1 juta agar dipercepat. Saat ini sebanyak 1.226.460 merupakan guru PNS dan 1.509.324 bukan merupakan guru PNS.

Hal ini disampaikan oleh Ketum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI) Unifah Rosyidi.  "Pemerintah jangan mengulur-ulur pengangkatan guru honorer menjadi ASN. Seleksi PPPK 2022 jangan diulur-ulur lagi," katanya seperti dilansir laman jpnn.com

Menurut Unifah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia pemerintah memerlukan peran guru karena berperan strategis dan sentral dalam meningkatkan kualitas pendidikan. "Peran guru dalam mendidik anak bangsa tidak akan pernah tergantikan dengan mesin secanggih apa pun,"ujarnya. Hal tersebut dibuktikan ketika pandemi Covid-19 menghantam dunia pendidikan, guru mempunyai peran yang sangat vital. Guru dan siswa belajar dari rumah dengan pembelajaran jarak jauh selama hampir dua tahun. 

Saat ini menurutnya Indonesia mengalami darurat kekurangan guru. Hal itu bisa dilihat berdasarkan data yang pernah dirilis dalam RDP Komisi X DPR RI dengan Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudistek) tahun 2021 bahwa guru saat ini berjumlah 2.735.784. 

Dari jumlah tersebut sebanyak 1.226.460 merupakan guru PNS dan 1.509.324 bukan merupakan guru PNS. Khusus untuk sekolah negeri jumlah guru adalah 2.063.230 terdiri dari 1.236.112 (60%) guru PNS, 742.459 (36%) guru non-PNS, 63.264 (3%) guru CPNS, dan 34.954 (1%) guru PPPK.  Jumlah tersebut masih kurang dari kebutuhan seharusnya jumlah guru di sekolah negeri yang seharusnya berjumlah 2.268.716. Artinya, masih terjadi defisit guru sejumlah 947.945. 

Kenyataan ini diperparah jika memprediksi jumlah guru yang pensiun antara 2022 sampai 2024 ini diperkirakan mencapai 222.081 guru dengan rata-rata 74.027 guru yang pensiun setiap tahunnya. Belum lagi ditambah kemungkinan guru-guru mengalami mutasi, bahkan wafat sebelum masuk usia pensiun. Hal ini membuat laju penurunan guru semakin menunjukan disparitas jumlah dan penyebaran yang kurang merata di seluruh Indonesia.  "Jika ketersediaan guru mengalami kelambatan, bahkan tidak terpenuhi, maka bisa dipastikan akan terjadi stagnasi kualitas pendidikan di Indonesia," tegas Unifah Rosyidi. (sumber www.jpnn.com)