Pentingnya Cakap Digital Bagi Guru 

Saat ini guru dituntut agar memiliki kecakapan digital. Karena hal tersebut akan mampu mendukung dalam proses belajar yang kreatif dan inovatif.

Pentingnya Cakap Digital Bagi Guru 

 sahabatguru.com. Saat ini guru dituntut agar memiliki kecakapan digital. Karena hal tersebut akan mampu mendukung dalam proses belajar yang kreatif dan inovatif. Selain itu perubahan yang ada saat menuntut sekolah, guru dan siswa menguasai kecakapan digital.

Hal ini dikatakan oleh anggota Fajar Tri Laksono, Ikatan Guru Teknologi Informasi dan Komunikasi, Persatuan Guru Republik Indonesia sekaligus Humas PGRI dalam webinar "Pemanfaatan Media Sosial bagi Penyuluh Agama. "Tidak kalah penting, mereka mestinya juga mau memanfaatkan media sosial guna mendukung proses pembelajaran kreatif dan menarik," katanya.

Menurutnya orang yang terlibat dalam transfer ilmu pengetahuan, termasuk guru dan penyuluh digital, perlu memiliki kecakapan digital.  Apalagi pandemi virus yang terjadi ini membawa membuat pendidikan beralih dari tatap muka menjadi dalam online. "Pandemi virus corona telah mengubah wajah pendidikan di Indonesia. Penguasaan kecakapan digital oleh pemangku kepentingan pendidikan (guru, murid, sekolah) adalah sebuah keniscayaan," kata Fajar.

Fajar menambahkan secara ideal, guru seharusnya memiliki kemampuan mendesain pembelajaran kreatif, mengelola model dan variasi belajar, membuat media pembelajaran menarik dan mampu mengelola sumber belajar.


Siswa pun perlu memiliki kecakapan digital, seperti mampu menggunakan perangkat TI, mengenal perangkat lunak atau aplikasi pendukung, terampil menggunakan mesin pencari (search engine), mengenal aplikasi percakapan dan bisa memilih serta memilah informasi.

Webinar "Pemanfaatan Media Sosial bagi Penyuluh Agama" adalah bagian dari kampanye "Makin Cakap Digital 2022" yang digaungkan oleh Kementerian Kominfo dan Siberkreasi, melalui program Gerakan Nasional Literasi Digital. Kegiatan literasi digital seperti ini diadakan di 514 kabupaten di 34 provinsi. Pembahasan materi pada kegiatan literasi digital ini dipilih yang sejalan dengan empat pilar utama, yaitu kecakapan digital, etika digital, keamanan digital dan kebudayaan digital. ***