Pentingnya Desain Pendidikan di Masa Katastrofe Bagi Indonesia

Selain pandemi Indonesia sebenarnya kerap mengalami bencana alam berpengaruh terhadap berlangsungnya pendidikan. Untuk itu  Indonesia membutuhkan desain pendidikan masa katastrofe atau malapetaka besar yang datang secara tiba-tiba

Pentingnya Desain Pendidikan di Masa Katastrofe Bagi Indonesia
Koordinator Nasional Perhimpunan untuk Pendidikan dan Guru (P2G) Satriwan Salim

sahabatguru.com. Masa Pandemi covid-19 membawa dampak negatif pada dunia pendidikan di tanah air. Salah satunya terjadi learning loss yang besar bagi para anak didik. Namun selain pandemi Indonesia sebenarnya kerap mengalami bencana alam berpengaruh terhadap berlangsungnya pendidikan. Untuk itu  Indonesia membutuhkan desain pendidikan masa katastrofe atau malapetaka besar yang datang secara tiba-tiba

"Sebagai negara yang secara alamiah terletak di ring of fire, ada potensi bencana alam yang banyak dan beragam, rasanya kita harus memiliki desain pendidikan di masa katastrofe," kata Koordinator Nasional Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G), Satriwan Salim, seperti dilansir dari lama Medcom.id.

Menurutnya desain pendidikan yang adaptif terhadap kondisi bencana alam itu, bisa masuk ke dalam peta jalan pendidikan. Selain itu jika perlu desain tersebut bisa masuk ke dalam rancangan Revisi Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (RUU Sisdiknas).

"Ini bukan sekadar untuk bencana banjir, gempa, gunung meletus, tapi ini juga seperti pandemi yang besar yang berdampak pada seluruh masyarakat Indonesia, yang berkelanjutan sehingga memaksa kita mengubah skema pendidikan dan pembelajaran kita," jelasnya.


Menurut Satriwan Salim desain tersebut katanya mesti dimiliki oleh seluruh jenjang pendidikan. Baik di sekolah maupun pendidikan tinggi. "Sehingga kita tidak lagi dihantui oleh learning loss. Learning loss ini kan fakta, ini menjadi ancaman yang menakutkan dan diperparah selama pandemi atau bencana lain," tutup Satriwan.

Menurutnya ancaman learning loss ini sebetulnya sudah nyata sebelum pandemi terjadi. Terbukti nilai Programme for International Student Assessment (PISA) selalu berada di tingkat terbawah secara internasional.

“Jadi sudah ada bukti learning loss ini sebelum adanya pandemi karena kita tidak punya grand design. Ini menjadi urgen bagi pemerintah untuk membuat grand design pengelolaan pendidikan di masa katastrofi,” kata Satriwan.  

Ia menyebutkan, tidak memiliki grand design pengelolaan pendidikan di masa katastrofe ini mengakibatkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang diterapkan selama ini tidak membentuk pedagogik, sehingga PJJ tidak efektif.***