Pentingnya Pendidikan Budi Pekerti Sebagai Penyeimbang Perkembangan Dunia Digital 

Di era teknologi yang perkembangannya sangat cepat, pendidikan budi pekerti perlu ditingkatkan. Hal ini penting dilakukan untuk mengimbangi kemajuan teknologi digital saat ini.

Pentingnya Pendidikan Budi Pekerti Sebagai Penyeimbang Perkembangan Dunia Digital 

sahabatguru.com. Di era teknologi yang perkembangannya sangat cepat, pendidikan budi pekerti perlu ditingkatkan. Hal ini penting dilakukan untuk mengimbangi kemajuan teknologi digital saat ini.

Hal ini dikatakan oleh Koordinator Maju Perempuan Indonesia (MPI) Lena Maryana Mukti dalam webminar Hari Anak Nasional baru-baru ini. Menurutnya anak-anak adalah aset bangsa yang harus diselamatkan, dimana pendidikan moral dan budi pekerti anak-anak sekarang ini sangat tertinggal jauh.


"Anak-anak adalah aset dan masa depan bangsa. Negara harus hadir dan kita harus membangun kesadaran menyelamatkan mereka. Edukasi moral dan budi pekerti pada anak-anak masih tertinggal dari urusan teknologi digital yang begitu melesat," ujar Lena yang juga Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) RI untuk Kuwait.

Lena menambahkan bahwa kesejahteraan dan masa depan anak Indonesia masih perlu terus ditingkatkan dan mendapatkan perhatian dari pemerintah dan masyarakat. Menurutnya dengan memberikan contoh yang baik orang tua dapat mendidik anaknya dengan baik. Orang tua adalah pendidik pertama dan utama bagi anak-anaknya. contoh yang baik.

Sementara itu dalam pemaparannya Deputi Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) RI Femmy menyampaikan faktor-faktor yang mensinyalir disparitas pada hak anak.

"Kasus kekerasan seksual pada anak yang masih banyak terjadi perlu langkah pencegahan. Begitu juga kasus anak merokok yang jumlahnya makin meningkat. Peran keluarga sangat penting dalam memproteksi anak dari bahaya tersebut," ungkap Femmy. Untuk itu menurut Femmy, keluarga harus mampu membangun kedekatan emosional dengan anak, mampu menjadi pendengar yang baik bagi anak. Selain itu juga harus mengawasi tontonan anak. 

"Keterampilan anak harus diberi ruang yang luas dan perangkat yang mendukung agar aktivitas mereka dapat tersalurkan kepada hal yang benar," katanya

Dalam webminar tersebut ada beberapa rekomendasi diantaranya adalah mendorong pemerintah agar melihat aspek regulasi yang kosong dalam perlindungan anak. Hal ini terkait dengan relasi gender dan stereotip, serta memperkuat implementasi regulasi yang melindungi dan menyelamatkan anak-anak dari berbagai ancaman. (sumber antaranews.com)