Pojok Literasi dan Layanan Single Window GTK di Jawa Timur Resmi Dibuka

Pojok Literasi dan Layanan Single Window Guru Tenaga Pendidik dan Kependidikan (GTK) di Surabaya, diresmikan. Diharapkan fasilitas ini bisa menjadi ruang untuk dimanfaatkan bagi warga yang datang ke Dinas Pendidikan Jatim

Pojok Literasi dan Layanan Single Window GTK di Jawa Timur Resmi Dibuka
Foto dok. www. jppnn.com

sahabatguru.com. Pojok Literasi dan Layanan Single Window Guru Tenaga Pendidik dan Kependidikan (GTK) di Surabaya, diresmikan. Adanya tempat ini adalah untuk untuk mengakomodir karya para guru dan pengawas SMA/SMK serta SLB di wilayah setempat. Diharapkan fasilitas ini bisa menjadi ruang untuk dimanfaatkan bagi warga yang datang ke Dinas Pendidikan Jatim


"Diresmikannya Pojok Literasi dan Layanan Single Window GTK ini untuk mengakomodir karya para guru, pengawas, dan tenaga kependidikan SMA/SMK dan SLB di Jawa Timur," kata Kepala Dinas Pendidikan Jatim Wahid Wahyudi.

Yang membedakan Pojok Literasi dengan perpustakaan adalah sumbernya. "Selama ini setiap ruangan perpustakaan berisi buku dari berbagai sumber. Tapi di sini (pojok literasi) sumbernya dari guru.Kami memberikan penekanan dan arahan wajib senang menulis dan membaca. Oleh karena itu kami siapkan ruangan ini untuk memotivasi guru gemar menulis dan membaca," tambahnya Wahid. 

Dalam kesempatan tersebut Wahid mengingatkan kembali amanat Ki Hajar Dewantara di mana semua tempat dijadikan sekolah, dan jadikan semua orang adalah guru. "Saya tambahkan jadikan setiap kesempatan untuk membaca dan menulis," ujarnya.

Sementara itu Ketua Dewan Pendidikan Jatim, Prof. Warsono mengatakan bahwa Pojok Literasi adalah sebuah kesempatan bagus bagi guru, pengawas dan tenaga kependidikan untuk melakukan proses kreatif yakni menuangkan gagasan dan mendeskripsikan realita.

Selain itu, juga menjadi kesempatan untuk memperoleh berbagai informasi. Sebab, buku merupakan jendela dunia. "Dengan membaca kita bisa memperoleh informasi apa saja. Sehingga ada pertemuan antara penulis dan pembaca, dengan begitu ada dialektika pemikiran. Jadi ini suatu hal yang sangat bagus untuk diapresiasi," kata dia. 

Ia menilai bahwa saat ini tingkat baca masyarakat Indonesia saat ini masih rendah. Begitu juga dengan tingkat menulis yang perlu mendapatkan dorongan. Padahal menurutnya tulisan penuh makna, karena mewakili penulisnya. Tulisan juga mewakili zamannya, tulisan melampaui usia penulisnya, dan tulisan melampaui langkah penulisnya. 

Dalam ruangan ini setidaknya ada 1.300 lebih karya buku menjadi koleksi mulai dari buku fiksi dan nonfisik.  Koleksi Pojok Literasi ini tidak hanya berbentuk fisik, namun juga ada digital book. ***