Program Semangat Guru Dua Diluncurkan 

Program Semangat Guru Dua bertujuan untuk melatih nonteknis guru dalam mendukung metode pembelajaran yang berpusat kepada siswa, sesuai dengan Kurikulum Merdeka

Program Semangat Guru Dua Diluncurkan 

sahabatguru.com. Sebuah program lanjutan diluncurkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK). Program Semangat Guru Dua bertujuan untuk melatih nonteknis guru dalam mendukung metode pembelajaran yang berpusat kepada siswa, sesuai dengan Kurikulum Merdeka


Hal tersebut Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbudristek Iwan Syahril dalam keterangan tertulisnya. Menurut Iwan program itu adalah salah satu bukti dari kesuksesan kolaborasi dan kerja sama antara pemerintah dengan swasta.

 “Kolaborasi dan kerja sama ini dapat terealisasi tentu karena Kemendikbudristek dan HP Indonesia percaya bahwa perkembangan dan kemajuan generasi Indonesia masa depan, salah satunya adalah dengan mendorong transformasi digital,” kata dia. 

Dirjen juga mengimbau agar guru dapat memanfaatkan dengan maksimal Program Semangat Guru Dua ini untuk mengembangkan diri dan sebagai media pembelajaran. “Saya yakin, pembelajaran atau pelatihan melalui program Semangat Guru itu akan sangat bermanfaat dalam membantu konten pembelajaran digital yang nantinya akan Ibu/Bapak berikan pada siswa,” tutur Iwan.


Sementara itu Direktur Guru Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (PAUD Dikmas) Ditjen GTK, Santi Ambarukmi mengungkapkan bahwa Program Semangat Guru Dua bertujuan untuk memberikan bekal keterampilan dan pelatihan kepada para guru di Indonesia dalam implementasi Kurikulum Merdeka.

“Harapan kami dari program ini ada tiga, yaitu mengajak guru dan tenaga kependidikan untuk memahami beberapa kemampuan nonteknis yang mendukung implementasi Kurikulum Merdeka.Selanjutnya, mengajak guru dan tenaga kependidikan agar mengetahui penggunaan teknologi dalam kegiatan belajar mengajar di dalam kelas, serta mengajak guru dan tenaga kependidikan untuk berkolaborasi dan saling menginspirasi,” ujar Santi.

Program ini bekerjasama dengan perusahaan teknologi HP program ini telah meningkatkan kemampuan hampir 160 ribu guru.  Selain itu, HP juga telah bekerja sama dalam menghadirkan Transformasi Pembelajaran Inovatif (TPI) di sekolah-sekolah.

TPI merupakan sebuah framework untuk mentransformasi sekolah agar siap menyambut abad ke-21. Framework ini mendukung sekolah di Indonesia dengan sistem belajar dan mengajar yang modern dan efektif, tanpa melupakan perkembangan 6C (Creativity, Collaboration, Communication, Compassion, Critical Thinking, dan Computational Logic).***