Sambutan Luar Biasa dari Menkominfo, APKASI, dan Bupati OKI dalam Webinar Pendidikan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI)

Sambutan Luar Biasa dari Menkominfo, APKASI, dan Bupati OKI dalam Webinar Pendidikan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI)
Opening Speech pada 'Webinar Pendidikan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI)'.

Pada Jum’at (8/10) SahabatGuru mengadakan Webinar Pendidikan Kabupaten Ogan Komering Ilir yang diawali dengan opening speech dari Johnny G. Plate Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, Dr. Himmatul Hasanah selaku Staf Ahli APKASI Bidang Pendidikan dan Kebudayaan sekaligus Inisiator Program SahabatGuru, Mayor Chb. (Purn.) H. Sunaryanta Dewan Pengurus APKASI dan Bupati Gunung Kidul, dan H. Iskandar, S.E selaku Bupati Ogan Komering Ilir yang diwakili oleh Drs. Antonius Leonardo, M.Si selaku Asisten I Kabupaten Ogan Komering Ilir.

Masa pandemi membuat semua orang harus menjalankan physycal distancing sebegai bentuk pencegahan penyebaran COVID-19, hal ini termasuk memberikan dampak bagi pendidikan dimana akhirnya guru dan siswa harus menjalankan kegiatan pembelajaran secara daring. Hal ini tentu membuat guru dan siswa kaget, namun harus tetap konsisten.

Drs. Antonius Leonardo, M.Si  menyatakan bahwa pembelajaran daring dengan menggunakan teknologi memang sudah diterapkan dalam beberapa tahun terakhir di sistem pendidikan Indonesia, namun pembelajaran daring di masa pandemi tetap membuat para guru dan siswa untuk beradaptasi. Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) merupakan solusi berlangsungnya pembelajaran di era pandemi maupun pasca pandemi.

Hal tersebut juga memunculkan tantangan di era digital yang semakin besar dan telah menyentuh semua bidang kehidupan seperti politik, pemerintah, ekonomi, sosial budaya, dan pendidikan. Menyikapi tantangan tersebut, literasi digital menuju cakap digital menjadi hal yang wajib untuk dilakukan. Literasi digital tidak hanya menuntut penguasaan teknologi, melainkan juga mampu bermedia digital dengan penuh tanggung jawab. 

Dalam perspektif pendidikan, guru sebagai komponen utama dalam pendidikan harus mampu beradaptasi dengan metode pendidikan yang perlu dilakukan di era digital seperti saat ini. Selain keahlian dan kecakapan dalam mengajar, guru juga perlu ‘melek’ dan cakap digital. Pembelajaran jarak jauh juga menuntut para guru untuk cakap dan bekerja lebih keras dalam beradaptasi dan menyesuaikan diri dengan media pembelajaran yang tepat serta efektif. Hal tersebut juga sebagai bentuk mewujudkan transformasi digital di sekolah dan menunjang transformasi digital pendidikan Indonesia.

Johnny G. Plate menyampaikan bahwa fokus transformasi di era digital bukan terbatas pada efektivitas penggunaan teknologi dalam pendidikan tetapi terutama mentransformasikan mental manusia yang selalu siap belajar. Orientasi baru ini akan memberikan pengaruh positif terhadap kemajuan kreativitas dan daya imajinasi siswa atau pembelajar. Paradigma pada pendidikan saat ini juga telah berubah dari paradigma mengajar menjadi paradigma belajar, yang dimana pendidikan tidak hanya menyampaikan pengetahuan dan informasi melainkan membantu siswa untuk mencari, menemukan, dan mengkonstruksi pengetahuan yang dapat bermanfaat bagi kehidupan. 

Drs. Antonius Leonardo, M.Si mengungkapkan bahwa kemajuan teknologi dan ruang digital di bidang pendidikan juga telah berperan dalam ‘mendobrak’ hambatan jarak, mengubah model pendidikan yang sudah mapan, dan menyawatkan metode baru untuk melaksanakan pembelajaran dalam ruang kelas atau secara daring.

Pembelajaran secara daring menjadi tantangan dalam pendidikan di Indonesia bukan hanya dalam hal teknis dan keluhannya, namun juga mengenai bagaimana pembelajaran daring dapat membuat murid menyerap ilmu dengan baik melalui kegiatan pembelajaran daring yang dilaksanakan. Di sisi lain, pembelajaran daring menyenangkan tidak lepas dari beragam aplikasi digital yang digunakan agar materi pembelajaran mudah dicerna oleh murid. Aplikasi digital merupakan aplikasi yang digunakan dalam pembelajaran daring, formal maupun nonformal, sehingga siswa dan guru dapat menjalankan proses belajar mengajar menggunakan media elektronik. Aplikasi digital dapat mempermudah kegiatan belajar mengajar karena guru dan siswa dapat mengkases kapanpun dan dimanapun. 

Hal ini disebutkan pula oleh Menteri Kominfo bahwa dalam era digital dinamis ini, guru diharapkan menerapkan konsep multichannel learning yang memperlakukan siswa sebagai pembelajara dinamis, yang dapat belajar dimana saja, kapan saja, dari siapa saja, dari berbagai sumber dimana saja. Dalam hal ini, guru hendaknya bertindak sebagai faslitator yang menunjukkan kompetensi yang harus dimiliki oleh siswa dan membuka kesempatan pada siswa untuk dapat belajar dari berbagai sumber pembelajaran digital di dunia global.

Mayor Chb. (Purn.) H. Sunaryanta menyebutkan bahwa sebagai garda terdepan pencerdas generasi emas di Indonesia, guru memiliki peran strategis dalam memberikan edukasi dan motivasi kepada peserta didik. Dengan memberikan semangat dan insipirasi untuk Indonesia Maju, SahabatGuru memberikan warna baru bagi penggiat literasi dan pendidikan di Indonesia.

Akhir sesi opening speech dari Mayor Chb. (Purn.) H. Sunaryanta menyampaikan harapannya yaitu seluruh kepemerintahan dan masyarakat untuk dapat terus aktif bersama APKASI untuk saling bertukar pengalaman dan saling bekerjasama demi memajukan bangsa dan negara bersama.

Di akhir keynote speech Menkominfo juga mengucapkan selamat mengikuti program pelatihan untuk para peserta guru, demi mewujudkan guru cakap bermedia digital, cakap numerasi, dan berkarakter dalam menghadapi tantangan global.