Dari KOMINFO-APKASI-YPAN untuk Musi Rawas Utara Lebih Maju!

Dari KOMINFO-APKASI-YPAN untuk Musi Rawas Utara Lebih Maju!
Webinar Pendidikan Kabupaten Musi Rawas Utara (sahabatguru)

SahabatGuru - Webinar Pendidikan Kabupaten Musi Rawas Utara telah diselenggarakan oleh SahabatGuru pada Kamis (9/10). Webinar yang membahas tentang “Pendidikan di Era Digital: Apakah Hanya Sebatas Perubahan dari Luring ke Daring?” ini terselenggara secara virtual melalui Zoom dan YouTube serta dihadiri oleh Johnny G. Plate Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, H. Ahmad Mudlor Ali, S.IP. Wakil Bendahara Umum APKASI dan Bupati Sidoarjo, H. Devi Suhartoni Bupati Musi Rawas Utara, dan Ir. H. Susyanto Tunut, MM. Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Daerah Kabupaten Musi Rawas Utara, Dr. Himmatul Hasanah, M.P. Staf Ahli APKASI Bidang Pendidikan dan Kebudayaan.

Tak lupa, webinar kali ini mendatangkan pembicara-pembicara inspiratif seperti Dr. Suyoto, M.SI selaku Tokoh Pendidikan dan Bupati Berprestasi dan Prof. Suyanto, Ph.D. sebagai Guru Besar dari Universitas Negeri Yogyakarta. Ribuan guru-guru di Musi Rawas Utara siap menerima banyak ilmu dari para praktisi pendidikan tersebut.

Pendidikan termasuk sektor paling terdampak dengan adanya pandemi Covid-19. Bahkan, UNICEF memprediksi sekitar 290 juta anak berpotensi putus sekolah akibat Covid-19. Menteri Kominfo RI Johny G. Plate berpendapat jika adanya PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh) mendorong guru bekerja dua hingga tiga kali lebih keras untuk beradaptasi dan menyesuaikan diri dengan model pembelajaran digital yang inovatif, kreatif, dan efektif.

Peran guru dalam pembelajaran digital diharapkan mampu memberi solusi yang tepat untuk mengatasi berbagai permasalahan dan adaptif dengan perubahan lingkungan. Perubahan tersebut memerlukan orientasi baru dalam pendidikan yang menekankan pada kolaborasi, komunikasi, inisiasi, kreativitas, dan inovasi. Guru diharap mampu memainkan peran sebagai pembawa perubahan dalan dunia pendidikan yang dinamis.

Oleh karena itu, APKASI sebagai Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia telah menjadi organisasi yang diperhitungkan oleh semua organisasi pemerintah, LSM, praktisi pendidikan, dan masyarakat luas. Hal ini sesuai dengan tugas dan fungsi APKASI yaitu mitra strategis pemerintah mauoun lembaga lain yang memiliki visi sama untuk memperjuangkan aspirasi daerah.  

Dr. Himmatul Hasanah, M.P. sebagai Staf Ahli APKASI Bidang Pendidikan dan Kebudayaan juga menyampaikan komitmen APKASI yang akan tetap konsisten dan komitmen membersamai daerah dalam mewujudkan pendidikan yang lebih baik dan berkualitas di Indonesia. APKASI bersama Yayasan Adiluhung Nusantara melalui platform SahabatGuru terus bersinergi meningkatkan kualitas guru di era 4.0 dengan peningkatan literasi digital yang dikemas melalui webinar pendidikan gratis bagi para guru.

“Kita menyadari bersama bahwa kualitas pendidikan di Indonesia masih cukup jauh dari negara-negara lain. Berdasarkan data dan sosialisasi yang telah kami lakukan di lebih dari 205 kabupaten serta audiensi bersama dengan pemerintah pusat, maka terdapat beberapa problematika yang dialami Indonesia. Pertama, kekurangan guru. Untuk mengatasi hal tersebut, pada tahun 2017 APKASI memiliki inisiasi untuk menyelenggarakan sebuah forum untuk diskusi perihal pendidikan. APKASI memiliki concern memperjuangkan guru-guru di daerah. Hasilnya, ada 17 rekomendasi, yang salah satunya memohon formasi PNS untuk guru agar diberikan pada pemerintah. Alhamdulillah, di tahun 2019, pemerintah merealisasikan hal itu. APKASI berharap agar penganggaran ini tidak dibebankan pada daerah, tetapi pada pemerintah pusat,” tutur Himma.

Nasib para guru memang harus terus diperjuangkan. Terlebih banyak guru-guru yang berusia sangat tua, tetapi tidak mendapatkan kesejahteraan yang layak.

“Saya berulang kali mendapat titipan pesan dari teman-teman guru, baik dari asosiasi PGRI atau asosiasi yang lain. Mereka berharap agar guru-guru yang sudah berumur senja diberi status, paling tidak P3K. Lalu yang kedua adalah kualitas guru. Menjawab tentang kompetensi guru, Indonesia harus terus berbenah. Guru-guru sangat perlu mengikuti berbagai program-program peningkatan mutu pendidikan. Yang ketiga adalah transformasi digital. APKASI bersama Yayasan Adiluhung Nusantara melalui platform SahabatGuru terus bersinergi meningkatkan kualitas guru di era 4.0 melalui peningkatan literasi digital yang dikemas melalui webinar pendidikan gratis bagi para guru,” jelas Himma.

Bupati Musi Rawas Utara juga mendukung program positif dari SahabatGuru ini demi menjaga nyala api semangat para pendidik agar kompetensinya dapat terus meningkat. Menurutnya, distribusi sarana dan prasarana seperti listrik juga perlu dilakukan di Musi Rawas Utara agar semua daerah mendapatkan fasilitas merata.

“Saya mengingatkan kepada para tenaga pendidik untuk terus menjaga semangat dalam melakukan pembelajaran daring. Saya mengucapkan banyak terima kasih pada Menteri Kominfo RI dan sangat berharap agar listrik dapat menjangkau ke seluruh desa-desa di Musi Rawas Utara,” ucap Devi Suhartoni.

Sinergi dari berbagai pihak memang diperlukan demi mencapai kualitas pendidikan yang lebih maju. Dengan platform SahabatGuru, guru-guru di Indonesia dapat berkesempatan memanfaatkan fasilitas yang tersedia demi meningkatkan kemampuannya untuk menyambut perubahan pendidikan yang dinamis.

ANIS SAFITRI