Tangkal Faham Ekstremisme, The Lead Institute Gelar Workshop Internet Sehat Bagi Siswa Sekolah dan Mahasiswa

SahabatGuru - The Lead Institute Universitas Paramadina mewaspadai kelompok ekstremis di Indonesia. Kelompok ini dikatakan mengalami ‘kemajuan’ pesat terutama terkait perkembangan teknologi dan informasi yakni internet.
Ketua The Lead Institute, Universitas Paramadina Dr. phil, Suratno, M.A. mengatakan bahwa kegiatan terorisme mulai dari penyebaran propaganda ideologi ekstremisme, perekrutan anggota, komunikasi internal, penyediaan logistik, pelatihan teroris, perencanaan, dan bahkan serangan teror semua memanfaatkan internet.
“Kaum muda umumnya sangat familiar dengan internet sehingga para perekruit teroris akan ‘ngorbit’ di dunia internet (cyberspace) untuk mencari mangsa. Kaum muda dengan pemahaman agama yang rendah menjadi lebih rentan lagi untuk direkrut kelompok ekstremis,” ujar Suratno dalam keterangannya, Senin (5/7).
Merespons hal itu, peraih gelar doktor di Goethe-University Frankfurt, Jerman, ini mengaku bahwa sejak tahun 2017 sampai sekarang membuat program "Pemuda Internet Sehat dan Anti-Ekstremisme".
Tujuannya adalah untuk memberi kesadaran kepada kaum muda agar hati-hati dengan bahaya ideologi dan kelompok ekstremisme-kekerasan yang melakukan teror. Selain itu program ini juga mengajak kaum muda untuk berinternet secara sehat.
Pada 2017-2019 kegiatan itu dilaksanakan berupa workshop di Jabodetabek dan di Pulau Jawa, mulai tahun 2020 sampai sekarang kegiatan dilakukan dalam bentuk Training of Trainer untuk guru/dosen dan aktivis LSM serta Pesantren/Digital Camp untuk siswa SMA/SMK/MA.
Training of Trainer ini sebelumnya telah diselenggarakan di 2 kota yakni Medan dan Madura. Pada 21 sampai dengan 23 Juni 2021 lalu, The Lead Institute Universitas Paramadina menggandeng Fakultas Pendidikan Islam & Keguruan (FPIK) Universitas Garut bekerja sama menyelenggarakan ToT dan Digital Camp. Keduanya dilakukan secara online dikarenakan kondisi pandemi Covid-19.
Kegiatan ToT diikuti oleh sekitar 25 peserta, masing-masing 10 guru dari 10 SMA/SMK/MA yang ada di Garut dan 15 peserta terdiri dari dosen, ustadz-ustadzah, aktivis LSM, aktivis perempuan, aktivis literasi, aktivis kepemudaan dan yang lainnya.
Dengan ToT diharapkan muncul trainer-trainer baru sehingga kegiatan “Pemuda, Internet Sehat & Anti Ekstremisme” tidak hanya dilakukan oleh The Lead Institute tapi juga oleh banyak pihak lainnya. Digital Camp diikuti oleh 120-an siswa dari 10 SMA/SMK/MA.
ROB
What's Your Reaction?






