5 Kebiasaan Kecil Orang Tua yang Berdampak Buruk Pada Anak

Anak adalah mesin perekam yang canggih. Kata-kata dan tindakan-tindakan orang tua akan masuk dalam memori anak. Kebiasaan-kebiasaan kecil yang sepele punya dampak pada anak.

Aug 7, 2021 - 23:40
Aug 8, 2021 - 22:43
 0
5 Kebiasaan Kecil Orang Tua yang Berdampak Buruk Pada Anak
Ilustrasi anak menangis dan sedih dimarahi orang dewasa [pikist]

LAYAKNYA pepatah “buah jatuh tidak akan jauh dari pohonnya”, orang tua memiliki andil yang besar dalam membentuk karakter anak. Membentuk karater pada anak bisa dikatakan gampang-gampang susah. Pasalnya sebagai orang tua sebisa mungkin harus menjadi tauladan bagi sang buah hati. Segala kebiasaan yang dilakukan oleh orang tua akan dicatat dan direkam oleh anak. Oleh karenanya sebagai orang tua harus  berhati-hati dalam bertindak ketika berada di depan anak.

Berikut ini merupakan contoh hal-hal yang terlihat sepele namun memberikan dampak negatif bagi perkembangan Sang buah hati.

1. Menggunakan kata kasar di depan anak.

Berkata kasar di depan anak mungkin terdengar sepele. Namun siapa sangka hal sepele tersebut akan berdampak buruk bagi perkembangan anak. Kata-kata kasar yang dilontarkan orang tua kepada anak juga akan berdampak pada kedekatan anak dengan orang tua. Hubungan anak dan orang tua akan menjadi renggang jika orang tua suka menggunakan kata kasar kepada anak.

2. Terlalu memanjakan anak.

Terlalu memanjakan anak juga akan berdampak buruk bagi proses pekembangan anak. Anak yang terlalu dimanja cenderung tidak bisa mandiri dan tidak bisa memecahkan masalahnya sendiri. Anak akan selalu bergantung dengan orang lain dan tidak memiliki rasa tanggungjawab. Tidak hanya itu, anak akan mudah menyerah ketika dihadapkan dengan masalah.  

3. Suka mengatakan “Jangan" dan "Stop” pada anak.

Anak memiliki segudang rasa penasaran dan ingin tahu. Ketika orang tua selalu mengatakan "Jangan" (No) dan "Stop" tanpa adanya alasan yang kuat, akan muncul pertanyaan-pertanyaan baru dalam benak Si Kecil. Penelitian menunjukkan bahwa banyaknya larangan yang diterima anak dapat mempengaruhi sikapnya di kemudian hari. Selain itu, larangan yang sering diterima oleh anak juga menjadi alasan anak malas untuk mendengarkan kata-kata orang tua. 

4. Menakut-nakuti anak.

Mencegah anak untuk melakukan sesuatu dengan cara menakut-nakutinya mungkin memang efektif. Misalnya, melarang anak bermain di tempat gelap karena ada hantu atau hal lain yang ditakuti anak. Namun secara tidak sadar, cara mendidik seperti itu berpotensi membuat Si Kecil menjadi penakut. Akibatnya, Si Kecil tumbuh menjadi anak yang takut melakukan berbagai hal. Selain itu, menakut-nakuti anak dengan hal yang tidak rasional juga mengajarkan anak berbohong.

5. Menyalahkan benda mati.

Hampir sama halnya dengan manakut-nakuti anak, menyalahkan benda mati ketika anak melakukan kesalahan juga hal yang harus dihindari. Misalnya, ketika anak terjatuh lantai yang disalahkan, agar anak tidak menangis, dan lain sebagainya. Hal ini akan memberikan pandangan bahwa anak tidak pernah melakukan kesalahan. Jika hal ini tertanam dalam pola pikir Si Kecil maka ketika dewasa dan telah melakukan kesalahan maka anak akan langsung menyalahkan orang lain atau bahkan menyalahkan keadaan. Anak akan tumbuh menjadi orang yang selalu mencari kambing hitam. Bukannya melakukan evaluasi. 

Sepele bukan, tapi akan berdampak serius bagi berkembangan anak. Apa masih ada yang melakukannya? Mari berubah sebelum terlambat.

Ingat: anak adalah mesin perekam yang canggih. Kata-kata dan tindakan-tindakan orang tua akan masuk dalam memori anak.

INTAN ZUHROTUN 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow