Mang Adi Pejuang Literasi Penyedia Akses Baca

"Dari yang putus asa karena nyaris putus sekolah, saya yakin mereka punya harapan" perjalanan Mang Adi sebagai salesman ke desa-desa pinggiran di Bandar Lampung mengetuk hati Mang Adi untuk membantu anak-anak desa mendapatkan akses buku bacaan.

Mang Adi Pejuang Literasi Penyedia Akses Baca
Sekolah rakyat busa pustaka (sumber: https://twitter.com/adionooo)

Adi Sarwono atau yang biasa dipanggil Mang Adi adalah seorang salesman yang memilih mengabdikan diri menjadi penyedia akses baca di Bandar Lampung. Ia mendirikan perpustakaan keliling yang diberi nama Busa Pustaka. Setiap akhir pekan Mang Adi menyusuri jalanan dengan akses yang cukup sulit sambil membawa ratusan buku bacaan untuk anak-anak secara gratis.

Berpenampilan layaknya Super Mario lengkap dengan topi merah, kaos merah dan jumpsuit biru. Mang Adi tidak hanya memberikan akses baca, tetapi juga memberi edukasi melalui storytelling dan cerita agar anak-anak memahami apa yang dibaca. Karena pada dasarnya ketika belajar anak-anak butuh pendampingan dan dibarengi dengan bermain untuk memelihara perkembangan dan pertumbuhan optimal. 

Kegiatan Mang Adi ke desa-desa memberi akses baca anak-anak

Setiap lokasi yang didatangi Mang Adi selalu memiliki kisah yang berbeda-beda. Ada yang berada di lingkungan beruntung dengan ketersediaan akses dan kemampuan ekonomi cukup. Ada yang hanya bisa membaca ketika mereka berada di sekolah. Ada pula yang putus asa karena nyaris putus sekolah. Setiap kisah memotivasi Mang Adi agar tetap konsisten dalam mengembangkan Busa Pustaka.   

Sejak awal berdiri tahun 2017. Busa Pustaka dikelola mandiri oleh Mang Adi. Segala keperluan, kebutuhan serta tenaga untuk Busa Pustaka berusaha dipenuhi sendiri tetapi juga dengan bantuan donasi dari masyarakat. Masyarakat dapat mengirimkan donasi baik itu berupa buku dan uang. Tak heran Mang Adi sering menggembor-gemborkan kegiatan perpuslingnya di akun twitter pribadi Mang Adi. Berbagai cara dilakukan Mang Adi untuk dapat konsisten dalam pengembangan Busa Pustaka.

Melalui akun twitternya @adionooo ia membuat program bank sampah. Mulai dari sampah plastik, kertas, kaleng, atau bahkan sampah elektronik bekas dapat didonasikan untuk pengembangan busa pustaka. Hingga saat ini busa pustaka telah berkembang menjadi sekolah rakyat Busa Pustaka. Yang memfasilitasi anak-anak untuk belajar dengan barbagai buku bacaan, khusunya anak-anak di sekitar wilayah sekolah tersebut. Sepulang kerja Mang Adi selalu menyiapkan materi untuk belajar anak-anak setiap harinya.    

"Yang membuat saya selalu bersemangat menerjang akses yang sulit, walau hujan, walau badai, adalah penantian mereka. Anak-anak selalu antusias dan bersorak kegirangan setiap kali saya datang. Anak-anak banyak berharap pada kedatangan saya, begitu pula saya berharap pada perubahan atas ketertinggalan mereka", kata Mang Adi.

Perjuangan Mang Adi untuk dapat mengembangkan Busa Pustaka masih teramat panjang. Sampai saat ini, Mang Adi masih membuka tangan untuk menerima bantuan, tanpa melihat jumlah atau bahkan bentuknya. Mang Adi berharap apa yang telah dilakukannya dapat ditiru oleh pemuda-pemuda di seluruh penjuru Indonesia dengan tujuan untuk membantu program pemerintah Indonesia dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. 

Aulia Arifka