Alena Wu, Membangun Asa Anak-anak Pinggiran

Jun 21, 2021 - 05:55
Oct 1, 2021 - 09:57
 0

SahabatGuru Sekolah di taman? Ya, mengapa tidak. Sekolah di tempat terbuka, tepatnya diRuang Publik Terpadu Ramah Anak  (RPTRA) di kawasan Pasar Senen, Jakarta Pusat, yang dikelola artis Alena Wu (37). Penyanyi yang sudah meluncurkan beberapa album ini mengelola dan mengembangkan Sekolah Alena Sahabat Anak (ASA). Sekolah gratis bagi warga rumah susun di Senen itu dikelolanyasejak 2009. Untuk kegiatan sosial ini, Alena mengantongi izin dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. ASA merupakan  ruang kegiatan filantropis Alena. ASA adalah wujud keprihatinan pelantunLavender itu terhadap nasib sebagian anak Indonesia yang sulit mengenyam pendidikan berkualitas. Berdasarkan riset para tutor ASA, beberapa sekolah di kawasan Senen boleh dibilang‘tertinggal’,  khususnya untuk pelajaran tertentu, yaitu Matematika dan Bahasa Inggris. “Dua mata pelajaran ini biasanya menjadi momok bagi pelajar sehingga mereka menjadi tidak percaya diri bersekolah. Tak heran bila anak-anak orang tua yang mampu diikutkan les privat.Sedangkan kami di sini memberi les gratis untuk anak-anak. Kami juga menyediakan PAUD gratis untuk adik-adik,” tutur ibu dari dua putra Neo Kolla Fauza dan Moru Eiji Fauza. Menurutnya kelas di ASA lebih mirip bimbingan belajar seperti les privat. Karena mendapat pelajaran tambahan, dia berharap anak-anak di ASA bisa menguasai pelajaran Matematika dan Bahasa Inggris dengan baik. “Bantuan tutorial mirip bimbingan seperti les privat. Jadi, mereka tidak tertinggal dibandingkan anak-anak dari kalangan mampu yang sudah biasa ikut les Matematika atau Bahasa Inggris. Kalau anak-anak di ASA kan tidak mungkin ikut les privat,” ujar Alena. Masyarakat di sekitar Pasar Senen mengenal betul keberadaan sekolah ASA. Selain dibebaskan dari seluruh biaya, mereka merasakan manfaat program tambahan tersebut. Suasana lingkungan sekolah di taman pun sangat menyenangkan. Tak hanya kepada peserta didik, Sekolah ASA juga menyelenggarakan progam parenting yang diikuti para wali murid. Program ini bertujuan memberikan pengetahuan kepada orangtua muridtentang misi pembelajaran dan pendidikan yang dikembangkan sekolah ASA. “Saya senang dan bersyukur karena perkembangan anak-anak makin bagus. Penyelenggaraanbelajar dan mengajar kian baik. Yang membanggakan, sekolah kami sempat masuk nominasi di beberapa kompetisi. Itu sudah di luar ekspektasi kami. Tuhan ikut bekerja di ASA,” ujar Alena merendah. Alena tidak ingin setengah-setengah dalam berkarya di sekolah yang merupakan program charityitu. Seluruh biaya kegiatan diambil dari kocek sendiri. “Karena ASA adalah titipan Tuhan. Jadi di saat cash flow sedang kurang sehat, dana selalu Dia sediakan,” tutur pemilik wajah oriental ini. Mengapa ASA? Duta Baca pada Hari Buku Internasional tersebut menjelaskan selain sebagai sebuah akronim, ASA adalah kosakata ‘asa’ yang berarti harapan. Di sekolah tersebut kini ada sekitar 200 siswa-siswi yang sedang membangun asa mereka. Separuh dari jumlah itu adalah anak-anak jalanan. Moto ASA “masa depan sungguh ada, harapanmu tak akan hilang”. Artis yang demen travelling ini ingin terus berbagi kepada sesama, selain mengabdi kepada bangsa. Kegiatan filantropis ini dilakukan di tengah kesibukannya di jagat hiburan yang sudah digelutinya sejak SMA. Saat masih berseragam putih biru, dia sudah menggeluti modelling dan tarik suara. Fase penting dalam kariernya ketika ia memenangi Grand Champion pada Asia Bagus di Malaysia pada 2000. Di tahun yang sama, dirinya bersama Elfa’s Singers meraih medali emas Choir Olympic di Linz, Austria. Prestasi yang mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional itu membuat Alena kian serius berkarier di dunia musik. Sejumlah album miliknya laris manis di pasaran, seperti Alena(2003), Seindah Diriku (2008), Cilapop (2006),  Tersenyumlah feat Delon & Dearest Love (2011), dan Blessed (2016). Album Ibu (2015) merupakan karya yang dipersembahkan untuk idolanya: mamanya. Alena juga dikenal sebagai artis terdepan dalam mengincar pasar(berbahasa) Mandarin.  

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow

Sahabat Guru Inspirasi Indonesia Maju