APKASI Mendukung Peningkatan Kompetensi Guru Bengkulu Utara

APKASI Mendukung Peningkatan Kompetensi Guru Bengkulu Utara
Reza Herdavid Wakil Sekjen APKASI (SahabatGuru)

SahabatGuru - Sebuah program Webinar Pendidikan untuk guru-guru Kabupaten Bengkulu Utara telah terselenggara secara virtual melalui Zoom dan live streaming YouTube pada Kamis (16/9). Dengan tema Mewujudkan Guru Cakap Bermedia Digital, Cakap Numerasi, dan Berkarakter dalam Menghadapi Tantangan Global, webinar ini bertujuan untuk menjelaskan pergeseran paradigma guru dalam menghadapi tantangan transformasi digital di bidang pendidikan.

Webinar pendidikan ini mendatangkan tokoh-tokoh yang esensi di bidangnya, seperti Menteri Kominfo RI Johnny G. Plate, H. Reza Herdavid, S.T., M.Tr.IP selaku Wakil Sekjen APKASI dan Bupati Bangka Selatan, dan Ir. H. Mian selaku Bupati Bengkulu Utara. Selain itu, terdapat pemateri-pemateri yang tak kalah luar biasa, seperti Dr. Suyoto, MSI. selaku Tokoh Pendidikan dan Bupati Berprestasi, Ahmad Baidowi selaku Pakar Pendidikan, dan Dr. Himmatul Hasanah, M.P. Staf Ahli APKASI Bidang Pendidikan dan Kebudayaan serta Inisiator Program SahabatGuru.

Sebagai asosiasi bagi para bupati di seluruh Indonesia, Apkasi berkomitmen dan konsisten membersamai daerah dalam mewujudkan pendidikan yang lebih baik dan berkualitas di Indonesia. Kita menyadari bahwa kualitas pendidikan di Indonesia masih jauh dibanding negara-negara lain. Menjawab tantangan pendidikan terkait kualitas guru di Indonesia, hal ini diperlukan adanya dinergi semua elemen untuk memperbaiki kualitas pendidikan di tanah air.

Melalui sambutannya, H. Reza Herdavid, S.T., M.Tr.I.P. selaku Wakil Sekjen APKASI menyampaikan bahwa Apkasi sebagai mitra strategis bagi pemerintah maupun lembaga lain memiliki visi yang sama dalam memperjuangkan kepentingan dan aspirasi daerah.

“Apkasi siap membantu pemerintah dalam menghadapi permasalahan pokok saat ini, yaitu pembangunan SDM yang belum merata. Hal ini karena kualitas SDM dipandang sangat fundamental untuk menjaga masa depan bangsa dan fondasi kuat di tengah sengitnya persaingan regional dan global,” tutur Reza.

Tentunya, tantangan di ruang digital saat ini semakin besar dan telah menyentuh semua bidang kehidupan, baik bidang politik, pemerintah, ekonomi, sosial budaya, dan pendidikan. Menyikapi tantangan tersebut, literasi digital menuju masyarakat yang cakap digital menjadi hal yg wajib dilakukan. Literasi digital tidak hanya menuntut penguasaan teknologi, tetapi juga mampu bermedia digital dengan bertanggungjawab. Hal ini menjadi tantangan bagi pemerintah untuk memberikan literasi kepada masyarakat serta menyiapkan human resource digital demi tercipta masyarakat yang cakap berdigital.

Dari perspektif pendidikan, guru memang menjadi komponen utama pendidikan yang harus beradaptasi dengan kemajuan digitalisasi. Guru perlu cakap digital, dan mempunyai mindset yang tumbuh dan terbuka, serta mampu adaptif dengan platform-platform yang tersedia saat ini.

“Melalui platform SahabatGuru, kami siap mengawal literasi digital agar dapat bersaing di era digital ini. SahabatGuru memberikan warna baru bagi geliat literasi dan pendidikan di tanah air. Kami ingin menjadi spirit bagi Kabupaten Bengkulu Utara untuk terus berkembang dan memberi energi positif bagi negeri yang kita sayangi. SahabatGuru hadir memberikan ruang bagi pemerintah untuk menyapa masyarakat, khususnya guru di Bengkulu Utara melalui berbagai program yang akan dipublikasikan oleh SahabatGuru dan dapat diakses secara gratis oleh para guru-guru dari seluruh Indonesia,” tambahnya sebagai penutup di akhir sambutan.

Langkah yang ditempuh Apkasi ini tak lain untuk meningkatkan kompetensi para guru dan calon guru yang ada di Indonesia. Melalui platform SahabatGuru, para guru-guru di Bengkulu Utara dan seluruh Indonesia dapat memanfaatkannya untuk mendapatkan bekal sebanyak-banyaknya mengenai literasi digital yang makin hari makin dibutuhkan. Sehingga, tantangan transformasi digital di bidang pendidikan dapat dihadapi dengan persiapan yang matang.

ANIS SAFITRI