Duh, Mayoritas Anak Tak Sekolah Berasal dari Keluarga Berpenghasilan Rendah

Duh, Mayoritas Anak Tak Sekolah Berasal dari Keluarga Berpenghasilan Rendah
Ilustrasi anak putus sekolah. Kelompok ini mayoritas berasal dari keluarga berpenghasilan rendah | Foto: Net

SahabatGuru - Rapat Kelompok Kerja Tata Kelola Program Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia (INOVASI) menemukan fakta bahwa persentase terbesar anak tidak sekolah berasal dari keluarga dengan penghasilan paling rendah. 

Kesimpulan ini didapati dari hasil analisis situasi di 612 SD/MI di 20 kabupaten/kota di delapan provinsi untuk melihat kesenjangan pembelajaran di masa pandemi. 

"Selain itu, juga ditemukan kecenderungan penurunan angka pendaftaran siswa baru di kelas awal jika dibandingkan tahun lalu," kata Sekretaris Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan Kemendikbudristek, Suhadi, dalam keterangannya, Rabu (7/7).  

Tim INOVASI telah melakukan analisis di delapan provinsi yaitu, Jambi, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Utara, NTT, NTB, Maluku Utara dan Sulawesi Tenggara. 

Temuan ini seharusnya menjadi catatan bagi pemerintah daerah-pemerintah daerah tersebut. Sekolah adalah hak asasi setiap warga negara. Konstitusi telah mengamanatkan sekolah gratis 12 tahun bagi semua anak-anak Indonesia. Tanpa kecuali. 

ROB