Dukungan Pemerintah dan APKASI Menuju Transformasi Digital

Dukungan Pemerintah dan APKASI Menuju Transformasi Digital

SahabatGuru – Pandemi covid-19 ini mempercepat banyak hal. Negara kita memang bukan di kapal yang sama, tetapi semua negara ada di badai yang sama. Salah satu dampak covid-19 ini mempercepat ketidakpastian itu sendiri. Tantangan dan turbulensi semakin cepat dengan adanya pandemi.

Ketika revolusi dulu diungkapkan, banyak orang yang tidak percaya dan tidak mau menerima perubahan tersebut. APKASI (Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia) sebagai mitra dengan jaringan di seluruh wilayah Indonesia dan mendukung guru-guru di setiap daerah tetap konsisten menjaga kualitas pendidikan dan kualitas guru-guru di seluruh Indonesia.

Tantangan transformasi digital bukan hanya unutk pemerintah dan DPR RI atau DPRD RI saja, tetapi juga LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat), akadimisi, praktisi hukum, dan masyarakat luas. Menyikapi tantangan tersebut, adalah pembangunan SDM (Sumber Daya Manusia) secara merata. Seperti yang diketahui, kualitas SDM sangat fundamental.

Dalam menjaga masa depan bangsa, dan pondasi kuat ditengah sengitnya tantangan di ruang digital saat ini. Literasi digital menuju masyarakat cakap digital menjadi hal yang wajib dilakukan. Literasi digital tidak hanya menuntut penguasaan teknologi, melainkan juga mampu bermedia digital dengan penuh tanggung jawab.

Dalam perspektif pendidikan, guru sebagai komponen utama pendidikan harus mampu beradaptasi dengan metode pendidika yang perlu dilakukan dalam era digitalisasi saat ini. Selain belajar mengajar, guru juga harus ‘melek’ digital.

Selain keahlian dan kecakapan belajar, guru juga harus memiliki pola pikir yang berkembang dan maju. Dengan memanfaatkan platform-platform pendidikan digital, pembelajaran jarak jauh, dan menguasai teknik-teknik belajar yang baru, menggunakan LSM (Learning System Management), dan mudah dipahami.  

Tantangan guru di era global dan digital saat ini adalah mencetak lulusan yang berkemampuan menyelsaikan masalah kompleks, berpikir kritis, serta berkarakter.

"Ada beberapa hal yang menjadi masalah besar, seperti kekurangan guru. Tahun 2015 saya turun (melihat langsung) di kabupaten-kabupaten, hampir saat itu semua kepala dinas dan teman-teman bupati yang bisa bertemu menyampaikan bahwa mereka kekurangan guru. Saat itu angkanya masih 20-23 persen, dan 70 persennya adalah PNS (Pegawai Negeri Sipil)”, kata Himmatul.

Hal tersebut disampaikan Dr. Himmatul Hasanah, M.P. yang merupakan Staf Ahli APKASI Bidang pendidikan dan Kebudayaan, Inisiator Program Pendidikan, Nikson Nababan. M.Si yang merupakan Dewan Pengurus APKASI serta Bupati Tapanuli Utara, serta Drs. H. Iksan Iskandar, M.Si yang merupakan Bupati Jeneponto yang mengisi opening speech pada Webinar Pendidikan yang diadakan SahabatGuru pada Kamis, (07/10).